Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 23


__ADS_3

Menteri bersinar begitu cerah sekali pagi ini namun berbeda dengan Sean, raut mukanya sungguh tak enak di pandang hari ini. Semalam Sean mencoba memberikan penjelasan kepada Alya namun Alya tak membalas pesan yang dikirimnya. Bahkan Alya langsung memblokir nomor telepon Sean. Sehingga membuat Sean susah menghubungi Alya.


Jika Sean sedang bermasalah dengan Alya beda cerita dengan Ingrid yang bangun pagi ini merasakan badannya seakan remuk tak bertulang, di tambah dengan area sensitifnya terasa perih sekali. Mungkin di sana sedang lecet akibat perbuatan ke tiga pemuda yang tak di kenalnya semalam.


"Semua ini gara-gara Sean, awas saja kamu Sean aku akan membalasnya" Ingrid turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di tempat lain tepatnya di sekolah PELITA, Alya sedang berjalan bersama Raisa saat ini menuju ke dalam kelas.


"Al tumben kamu tadi nebeng sama aku? Biasanya juga datang bersama dengan kak Sean tukang ojek mu."tanya Raisa Sambil berjalan beriringan dengan Alya.


"Mungkin mulai hari ini aku g akan di antar olehnya lagi."jawab Alya dengan wajah sendu.


"Kenapa emangnya?" Raisa mulai kepo.


"Ternyata apa yang kamu ucapkan selama ini benar Sa, dia laki-laki brengsek. Aku menyesal telah mencintainya dan percaya kepadanya." Alya mencoba cerita kepada Raisa.


"Syukurlah kalau kamu akhirnya sadar siapa Sean sebenarnya, mulai sekarang tak usah kamu berhubungan dengan dia. Dan soal ke sekolah aku akan menjemputmu. Kita akan berangkat bersama dan pulang bersama." ucap Raisa berusaha menghibur.


"Terimakasih Sa, aku beruntung memiliki teman sebaik dirimu. "


"Sama-sama Al, sekarang kamu jangan sedih dan murung lagi. Anggap saja jika kemarin kamu sedang bermimpi dan sekarang kamu sudah bangun, semangat Al semangat." Raisa memberi semangat.


"Oke." jawab Alya dengan tersenyum.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Sean kembali ke hotel mawar no 809 untuk mengambil kamera yang sudah ia pasang di berbagai sudut kamar dan setelah itu Sean memutar video tersebut dalam ponselnya


"Dasar wanita licik, sekarang kamu tak akan bisa menggangu ku lagi. Semua video ini akan ku kirimkan ke nomor ponsel mu." gumam Sean sambil menyimpan video tersebut dalam ponselnya.


Sean langsung mengirim video tersebut kepada Ingrid. Sean cukup senang dengan apa yang sudah terjadi saat ini.

__ADS_1


Ponsel Sean berbunyi dan ternyata panggilan itu dari Grace.


"Pagi sayang, lagi dimana sekarang?" tanya Grace dari sebrang sana.


" Aku sedang ada di luar. Kenapa?" ucap Sean sedikit ketus.


" Bisa tidak datang ke apartemen ku, aku rindu padamu. Kemarin kamu kan g jadi nginep d apartemen ku?" bujuk Grace dengan suara manja.


"Maaf Grace, aku tidak bisa dan mulai sekarang jangan menganggu ku lagi. Mulai hari ini kita putus." ucap Sean to de points.


"Lho Sean ini ada apa? Kenapa tiba-tiba minta putus? Aku salah apa Sean? Aku g mau putus dengan mu." ucap Grace.


"Terserah kamu mau putus atau tidak, tapi yang jelas aku tetap ingin putus dengan mu."


"Tapi Sean..."


Tut Tut Tut


Sean langsung memutuskan teleponnya secara sepihak tanpa mau mendengarkan ucapan Grace lagi. Baginya cukup ia bersama dengan Grace dan sekarang waktunya membuat Alya kembali padanya. Apa yang di ucapkan Alya membuat Sean sadar jika dirinya memang harus mencoba menahan diri untuk Alya dan itu akan Sean lakukan mulai sekarang.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


"Bagaimana dengan apa yang aku kirimkan? Kamu tentu suka bukan mendapatkannya?" tanya Sean setelah panggilan teleponnya diangkat oleh Ingrid.


"CK, apa mau Sean sebenarnya kenapa kamu tega berbuat ini kepada ku?" ucap Ingrid emosi.


"Aku hanya mau kamu berhenti ikut campur dalam urusan pribadi ku, sekali lagi kamu membuat masalah dengan ku maka akan aku pastikan video ini tersebar di dunia maya. " ucap Sean penuh penekanan.


"Kamu benar-benar kejam Sean, menyesal aku kenal dengan mu hingga jatuh cinta padamu."


"Aku tak pernah mengharapkan hal itu. Aku tekankan sekali lagi jangan pernah mengusik hidupku lagi dan jangan coba-coba ikut campur urusan pribadi ku. Selamat menikmati derita mu." ucap Sean mematikan ponselnya

__ADS_1


"Akhhhh sial, kenapa malah seperti ini... Kamu benar-benar kejam Sean. Kamu manusia tidak punya hati" Ingrid menjatuhkan tubuhnya di lantai. Pikirannya merasa pusing takut jika video itu tersebar luas maka dirinya akan malu dan mungkin kedua orang tuanya juga. Merasa menyesal telah membuat Sean marah dan berakhir seperti sekarang. Niat hati hanya ingin membuat Sean kembali kepadanya namun apa mau dikata justru nasib malang menimpanya.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Jika semalam Indra melakukannya dengan Ingrid maka siang ini ia melakukannya kembali dengan Amel. Tubuh Amel seolah menjadi candu untuk Indra, namun walau begitu Indra sama sekali tidak mencintai Amel bagi indra bisa menyalurkan hasratnya itu lebih baik. Sedangkan Amel yang awalnya terpaksa melayani Indra lama kelamaan Amel menikmati juga apa yang mereka lakukan. Bahkan tak jarang Amel yang mengajak Indra untuk menginap di rumahnya.


"Dra.... Aku mau sampai...." ucap Amel dengan nafas tersengal


"Bersama sayang...." sahut Indra menimpali


"Akhhhh" ucap keduanya saat mendapatkan pelepasannya


Indra menggulingkan tubuhnya di sebelah Amel. Nafas mereka masih terengah-engah akibat kegiatan yang baru saja mereka lakukan. Indra menatap langit-langit kamar milik Amel


"Terimakasih Mel, gue benar-benar puas kali ini"


"Sama-sama dra. Masih punya tenaga g?"


"Kenapa tanya seperti itu? Jangan bilang kamu masih ingin?"


"Itu kamu tahu, 1 kali lagi di kamar mandi sekalian membersihkan diri gimana?"


"Oke siapa takut" Indra beranjak dari ranjang


"Kamu masih ada pengaman kan?" tanya Indra sambil membersihkan miliknya dengan tisu


"Kamu tenang aja di dalam laci itu masih ada, kebetulan kemarin aku habis beli buat stok"


" Dasar gadis nakal, bisa-bisanya kamu stok barang begituan memang tidak takut jika orang tua mu tahu nantinya "


"Mereka tidak pernah di Indonesia jadi mereka g tahu apa yang aku lakukan. Bahkan jika mereka tahu pun mereka tidak akan mempermasalahkan toh mereka tinggal di luar negeri, seperti apa pergaulan di sana pasti kamu tahu kan."

__ADS_1


"Iya aku tahu, kalau begitu ayo kita lanjutkan di kamar mandi. "


"Ayo."ucap Amel menerima uluran tangan Indra dan mereka berdua jalan ke arah kamar mandi dengan tubuh sama-sama polos. Sudah tidak ada rasa malu di antara keduanya.


__ADS_2