Maafkan Aku Alya

Maafkan Aku Alya
bab 17


__ADS_3

Sean mengajak Alya duduk di salah satu meja untuk menikmati hidangan yang disajikan.


"Sayang besok lagi kamu jangan terlalu percaya ya dengan orang yang baru kamu kenal karena tidak semuanya itu baik, bisa saja mereka terlihat baik di depan kamu tapi di belakang kita tidak tahu." ucap Sean menasehati.


"Iya kak, dan maaf untuk kecerobohan ku." sahut Alya.


"Hai, kamu g perlu minta maaf sayang karena kamu tak salah. Aku hanya mengingatkan supaya kamu bisa berhati-hati kedepannya. " ucap Sean sambil memegang tangan Alya.


"Iya kak dan aku berjanji hal ini tak akan terulang kembali." ucap Alya sambil menatap wajah Sean.


"Sekarang lanjutkan makannya dan setelah itu kita pamit pada Tama karena sudah malam. Bukankah kamu tak ingin pulang terlalu malam?" ucap Sean kembali.


"Iya kak, soalnya aku takut ortu ku tahu dari para tetangga dan nanti aku bisa kena marah secara aku tak pernah keluar malam." sahut Alya


"Sekarang habiskan makanan mu, setelahnya aku akan mengantarmu pulang tepat waktu."


"Oke."


Alya menikmati makanannya sedangkan Sean terkadang melihat para anggota black dragon yang seperti curi-curi pandang kepada Alya. Sebenarnya Sean tahu tapi mencoba mengabaikannya. Sean akui jika malam ini Alya begitu cantik dan mempesona jadi tak salah jika semua pandangan laki-laki tertuju kepada Alya.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Di kediaman Fahri setelah di adakan acara syukuran untuk rumah barunya, semua satu persatu tamu undangan meninggalkan rumah nya dan kini hanya tersisa Pak Reza, Bu Salma dan Fahri.


"Istirahatlah Ayah Ibu, biar yang lain aku yang akan membereskannya." ucap Fahri dengan membereskan kursi tamu.


"Tak apa nak biarkan kami membantu mu menyelesaikan ini setelah itu kami baru akan istirahat." sahut ibu membereskan kardus snack.


"Tapi Bu." protes Fahri.


"Biarkan kami membantu mu Fahri, mumpung kami ada di sini." sahut Pak Reza menimpali.


"Baiklah terserah Ayah dan Ibu saja tapi jika kalian sudah capek maka istirahatlah di kamar."


"Iya nak."

__ADS_1


"Fahri usia kamu sudah matang nak, apa kamu belum ada niatan buat menikah nak? Rumah sudah punya kerjaan juga sudah pasti apa lagi yang kamu tunggu nak? Usia bapak makin tua, jujur bapak ingin melihat mu memiliki istri dan hidup bahagia dengan keluarga mu Nak." ucap Pak Reza berdiri di sebelah Fahri yang sedang membereskan meja.


"Doakan saja Ayah, Fahri segera dapat jodoh."


"Iya Nak, doa terbaik kami selalu untukmu. Jangan lupakan kami pas hari bersejarah dalam hidup mu itu."


"Terimakasih Ayah karena Ayah dan Ibu aku bisa menjadi seperti sekarang dan tentu aku tidak akan melupakan Ayah dan Ibu. Justru aku ingin meminta restu langsung kepada kalian dalam hari bersejarah untuk ku."


"Sama-sama nak toh kami cuma perantara dari tuhan untuk mu dan Ayah juga berterima kasih karena kamu menganggap kami."


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Sean dan Alya berpamitan kepada Tama selaku orang yang memiliki acara.


"Tam kami pamit dulu ya, kebetulan Alya tidak boleh pulang terlalu malam."


"Yah sayang sekali padahal masih ada acara berdansa dengan pasangan nanti namun kalian sudah mau pulang." ucap Tama memberi tahu Sean.


"Lain kali tam, kalau begitu kami pamit dulu dan sekali lagi selamat ulang tahun semoga apa yang kamu impikan tercapai. " ucap Sean sambil menjabat tangan Tama


"Iya kamu tenang saja tak perlu khawatir."


Saat tiba di parkiran Sean membukakan pintu untuk Alya dan setelahnya Sean memutari mobil untuk masuk. Pemandangan itu tak luput dari penglihatan Amel, betapa Sean begitu perhatian terhadap Alya. Amel juga dapat melihat sorot mata penuh cinta dan mendamba dari binar mata Sean. Hal ini semakin membuat Amel merasa tidak senang. Namun ingin berbuat jahat kepada Alya takut jika Sean mengetahuinya, Amel tahu seberapa mengerikannya jika Sean sedang marah.


Sean membantu Alya memasang seat belt dan saat itu wajah Sean sangat dekat dengan Alya. Mata Sean tertuju pada bibir Alya yang berwana merah alami, bibir mungil nan indah menurut Sean dan tanpa permisi Sean mencium bibir itu. Alya melotot saat mendapat serangan itu, tubuhnya tiba-tiba terasa kaku. Sean yang tahu respon dari Alya menyunggingkan senyumnya karena Sean tahu jika ini ciuman pertama Alya.


"Manis sekali." ucap Sean setelah mencium bibir Alya


"Apanya kak?"tanya Alya dengan wajah yang sudah merah merona karena malu.


"Ini."ucap Sean sambil mengusap bibir Alya.


"Sangat manis melebihi madu, aku suka."ucap Sean kembali.


Alya merasa malu lalu menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah merah merona seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Sean mengangkat dagu Alya agar bisa menatap wajahnya.dua pasang mata saling melihat namun Alya yang merasa malu sekali saat mengingat apa yang sudah terjadi


"Aku laki-laki beruntung bisa menjadi kekasih mu, aku cinta sama kamu Al I love you."


"Mee to" ucap Alya dan setelahnya Alya terus memandang luar tanpa berani menoleh kearah Sean karena dirinya cukup malu dengan apa yang sudah terjadi. Jika Alya merasa malu beda halnya dengan Sean yang tersenyum bahagia jika mengingat kejadian tadi saat di parkiran.


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Amel masuk lagi ke dalam restoran dengan perasaan dongkol, ia melampiaskan dengan minuman. Entah sudah berapa gelas yang di minumnya sehingga membuatnya mabuk. Amel Berjalan sempoyongan menuju mobilnya melihat hal itu Indra berinisiatif untuk membantunya.


"Mel biar gue antar elo pulang ya, sepertinya elo mabuk deh" ucap Indra memapah Amel ke dalam mobilnya.


"Gue g mabuk, gue cuma patah hati. Kenapa laki-laki yang aku cintai tidak mencintaiku kenapa...kenapa?" ucap Amel mengeluarkan unek-uneknya di hati.


"Gue juga g tahu Mel." sahut Indra membukakan pintu mobil.


"Apa hanya kesedihan dalam hidupku?apa tak akan ada kebahagiaan untuk ku? Hiks hiks aku lelah sangat lelah. " ucap Amel saat di bantu untuk duduk di kursi depan.


mereka berdua masuk mobil lalu Indra melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat di dalam mobil Amel merancau tak jelas. Semua beban di hatinya di ungkapkan saat itu juga. Rasa kesepian karena kedua orang tua tak pernah memberikan perhatiannya juga rasa kecewa terhadap laki-laki yang menurutnya habis manis sepah di buang. Setelah puas meluapkan isi hatinya Amel justru menggoda Indra dengan aksinya. Indra yang kebetulan laki-laki normal pasti terpancing dengan apa yang di lakukan oleh Amel. Tak ingin tersiksa akhirnya Indra membelokkan mobilnya menuju hotel terdekat.


"jangan salah aku Mel, ini terjadi karena ulah kamu sendiri dan semoga kamu tidak akan protes pada ku jika besok tidak bisa jalan."


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷


Sampai di depan rumah Alya, Sean langsung turun untuk membukakan pintu mobil.


"Terimakasih kak." ucap Alya keluar dari mobil.


"Iya sayang, sekarang masuk kedalam rumah. Setelah itu bersihkan badan kamu lalu istirahat jangan lupa mimpikan aku." ucap Sean berdiri di samping mobil.


"Iya kak, kalau pulang hati-hati di jalan ya kak. Nanti sampai rumah jangan lupa hubungi aku." ucap Alya saat di depan gerbang rumahnya.


"Iya sayang ku."


🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷

__ADS_1


__ADS_2