
Sean tahu sekarang siapa yang sudah membuat Alya menjadi seperti ini dari orang suruhannya yang telah memberikan informasi berupa foto.
"Sial, ternyata wanita licik ini yang sudah membuat pacar ku minta putus. Kamu salah sasaran mencari lawan, akan ku pastikan kamu menyesal telah berurusan dengan ku hingga mencampuri urusan pribadi ku. Jadi jangan salahkan aku jika kamu menanggung akibatnya." Sean bicara sambil tersenyum smrik sangat menyeramkan jika dilihat.
Sean lantas menghubungi Ingrid untuk di ajak ketemuan di restoran LAVENDER, tak perlu pertimbangan Ingrid menyetujui ajakan Sean. Setelahnya Sean menghubungi Tama, Hans,juga Indra mengajak mereka untuk ketemuan di markas sekarang juga
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Saat tiba di markas ternyata Sean sudah di sambut oleh mereka semua di ruang tamu.
"Ada apa Sean kamu menghubungi kami?" tanya Tama
"Aku butuh bantuan kalian untuk memberikan pelajaran kepada seseorang."
"Baiklah kalau begitu ayo, aku sudah lama tidak berkelahi. " sahut Hans.
"Aku bukan mengajak kalian berkelahi. Tapi aku ingin kalian bersenang-senang dengan seorang wanita hari ini. Di hotel mawar kamar no 809."
"Hah seriusan ini? Kamu jangan main-main Sean atau bercanda dan ini g lucu." ucap Indra
"Aku serius dengan ucapan ku, kalian nanti bisa bersenang-senang dengan wanita itu bahkan sampai puas. Karena aku akan mencampurkan sesuatu ke dalam minumannya nanti. Ku harap kalian nanti memakai topeng karena di sana sudah aku pasang beberapa kamera."
"Kamu gila Sean. Apa kamu mau buat konten BLU? Hingga kamu membuat sebuah video."sahut Hans.
"Aku hanya ingin dia kapok dan berhenti mencampuri urusan pribadi ku. Bahkan karena wanita itu hubungan ku dengan Alya bermasalah. Aku tak terima dengan apa yang menimpa ku, tak ada sejarahnya seorang Sean di buat galau oleh wanita. Tapi hari ini pertama kali dalam hidup ku aku merasakan itu semua. Harga diriku merasa di remehkan dan semua itu karena wanita licik itu yang sudah menghasut Alya. "
"Baiklah kami akan mengikuti apa mau mu." ucap Tama.
"Sebelumnya aku ucapkan terimakasih untuk kalian semua karena mau membantuku. "
"Tak masalah Sean, bukankah kita teman?" ucap Hans.
"Ya kita teman selamanya" sahut Sean.
Setelah mengutarakan niatnya Sean langsung menuju restoran LAVENDER untuk menemui Ingrid. Tiba di restoran tersebut ternyata Ingrid belum datang akhirnya Sean memutuskan untuk menunggu kedatangan Ingrid. Tak berapa lama Ingrid pun datang.
"Hai Sean, udah lama nunggu ya? Maaf lama aku tadi habis ada urusan."
__ADS_1
"Tak masalah."
"Btw ada apa, kamu sampai meminta ku untuk ketemuan?"
"Aku sedang ada masalah dan butuh teman curhat, terus aku kepikiran dengan mu."
"Oh begitu rupanya, kalau begitu cerita lah siapa tau aku bisa bantu."
"Sebenarnya aku mulai pusing menghadapi wanita yang masih labil, sungguh membosankan. Dan kamu tahu tidak jika hari ini dia minta putus dari aku tanpa alasan yang jelas. Sekarang minta putus entar beberapa hari minta balikan sungguh membosankan."
"Dari dulu kan aku sudah bilang Sean bahwa kamu tak pantas bersama gadis itu, tapi kamu tak pernah menghiraukan ucapan ku. Sekarang kamu tahu sendiri kan reportnya seperti apa?"
"Iya kamu benar dan maaf sempat tak mendengarkan nasehat mu."
"Tak masalah Sean, sekarang apa yang bisa aku bantu nih."
"Bagaimana untuk menghilangkan stres ku kalau kita ke hotel saja?"
"Bagaimana ya?"
"Ayolah Grid, aku butuh hiburan ini dan ku mohon kamu mau menemani ku."
"Habiskan dulu minuman kamu, sayang jika tak di minum dan bukankah itu minuman kesukaan mu?"
"Ternyata kamu masih ingat minuman kesukaan ku."
"Aku masih ingat semuanya Grid, bahkan suara has mu saat mend***h masih teringat jelas di memori ku."
"Ssst, jangan bicara seperti itu Sean aku jadi malu."
"Hehehe maaf, sekarang habiskan lah minuman mu."
"Oke."
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Sean membawa Ingrid menuju hotel mawar yang kebetulan letak hotel itu tak terlalu jauh dari restoran. Sean langsung mencium Ingrid sebagai pemanasan saat di dalam lift. Mendapatkan serangan itu Ingrid pun membalasnya bahkan tubuhnya mulai terasa panas dan menginginkan hal yang lebih dari Sean.
__ADS_1
Tiba di kamar no 809 Sean membuka pintu membawa Ingrid masuk. Saat di atas ranjang Sean menyuruh Ingrid membuka seluruh pakaiannya dan Ingrid tanpa protes melakukan apa yang di minta oleh Sean. Saat tubuh Ingrid sudah polos barulah Sean memanggil semua teman-temannya.
"Keluarlah kalian semua" ucap Sean mengintruksikan. Tama, Hans, dan Indra keluar dari persembunyian mereka. Melihat hal itu membuat Ingrid syok.
"Apa maksudnya ini Sean? Bukankah tadi kamu bilang ingin bersenang-senang dengan ku? Lalu kenapa ada mereka?" ucap Ingrid berusaha mengontrol gejolak yang terjadi di tubuhnya.
"Inilah yang ku maksud bersenang-senang, tapi bukan dengan ku tapi dengan mereka."
"Aku g mau Sean."
"Mau tak mau kamu tetap harus mau, ini semua balasan untuk mu karena sudah berani membuat hubungan ku hancur. Padahal sebelumnya aku sudah memperingatkan mu namun kamu tak mengindahkan peringatan ku jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan ini kepada mu."
"Silahkan bersenang-senang aku tinggal dulu."
"Sean jangan pergi. " ucap Ingrid berdiri mengejar Sean namun langkahnya terhalang oleh Indra
"Mau kemana cantik, kamu tak bisa keluar dari kamar in.i" ucap Indra sambil membawa Ingrid ke ranjang
"Akhhhhh jangan sentuh aku"
Indra tak mengindahkan ucapan Ingrid bahkan ia sudah mencu*** tubuh Ingrid sehingga membuat Ingrid hanya bisa mend**** ke enakan. Tak di pungkiri obat yang di berikan Sean sudah bereaksi sehingga membuatnya menerima semua yang di lakukan oleh Indra. Pemuda itu melakukan penyatuan kepada Ingrid hingga ia mendapatkan apa yang dia mau. Sedang Tama dan Hans berada di luar kamar duduk di sofa menunggu giliran mereka. Indra sudah puas lalu keluar kamar di lanjutkan dengan Tama yang masuk untuk melakukannya dengan Ingrid, Tama membawa Ingrid menuju kamar mandi dan mereka melakukannya disana. Tama sengaja melakukan di kamar mandi karena Tama tahu Sean tak mungkin memasang kamera di kamar mandi. 30 menit berlalu akhirnya Tama keluar dari kamar dan sekarang giliran Hans yang melakukan itu. Tama sudah memberikan obat perangsang kepada Ingrid agar membuat Ingrid bersemangat kembali. Ke tiga pemuda ini sengaja melakukan hal itu atas perintah Sean. Sean ingin Ingrid jera dan tak mengganggunya lagi. Sean adalah laki-laki kejam dan psikopat.
"Ternyata wanita itu hebat juga tak menyesal aku menerima tawaran Sean" ucap Indra
"Benar yang kamu ucapkan, eh ngomong-ngomong apa Sean pernah atau tak pernah melakukan itu dengannya?" timpal hans
"Kalian pasti tahu jawabannya tanpa di beri tahu " sahut Tama
"Hahahaha benar juga ucapan mu tam, mana mungkin Sean melewatkan hidangan manis seperti itu " ucap Indra
"Kamu sama Sean tu sebelas duabelas. Kalian sama jika soal wanita " sahut hans
"Sialan Lo hans"ucap Indra
"Hahahaha " Hans tertawa terbahak-bahak
"Sudah Jangan berdebat, kita pergi dari sini sekarang." ucap Tama sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Oke."
🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷