Magic Dream

Magic Dream
20


__ADS_3

Sampai di ruangan Baek, Renjun segera mendudukkan Kavita di sofa dan menyuruh Chin membantu Kavita ganti baju. Sedangkan ia dan Jisung keluar ruangan setelah Jisung meletakkan tas Kavita untuk menunggunya ganti baju terlebih dahulu.


"dimana manajer?" tanya Jaemin yang baru datang membawa teh


"di dalam hyung sedang ganti baju" jawab Jisung


Tak lama pintu ruangan Baek terbuka dan munculah Chin.


"masuklah" ujar Chin pada mereka


"ini tehnya, minumlah selagi hangat" Jaemin meletakkan teh yang ia buat didepan Kavita


"alhamdulillah" ujar Kavita setelah menghabiskan teh tersebut


"lain kali jangan keras kepala" ujar Renjun tegas yang dijawab kekehan Kavita


"bagaimana?!" tanya Haechan yang baru masuk bersama Mark, Jeno dan Chenle


"alhamdulillah, sudah lumayan membaik" jawab Kavita


"sebenarnya kenapa kok bisa Oennie seperti tadi?" tanya Chin


"aku lupa sarapan dan tak memakai mantel tadi di jalan" Kavita terkekeh menggaruk kepalanya


"apa?! tidak sarapan?!" kata semua serempak


"kok bisa?! kamu yang memasak sarapan tapi kamu tidak makan" kata Jeno


"entahlah, mungkin aku kurang fokus"


"dan kamu naik motor tidak pakai matel di pertengahan musim menjelang musim dingin seperti sekarang woah~" Haechan menggeleng tak percaya


"woah~ baru kali ini kita mempunyai manajer seperti kamu, benar-benar" Mark terkekeh


"sudah ku bilang semalam berangkatlah naik mobil bersama kami dan tinggalkan motor si*l*n itu!" Renjun benar-benar marah membuat semuanya terkejut


"ayolah kalian jangan marah aku sudah pernah seperti ini jadi tak apa, lagian aku sudah membuatkan kalian bekal spesial hari ini" tanpa sadar Kavita bernada manja dan mengerucutkan bibirnya sambil mengerpkan matanya lucu. membuat semuanya gemas dan histeris melihatnya


"ouh~ kiyowo" kata Jisung


"neomu kiyowo" tambah Jaemin


"aigooo~ neomu neomu neo~mu kiyowo!!!" Haechan sangat gemas, membuat Kavita tersadar dan menormalkan ekapresinya


"tunggu-tunggu, apa maksudnya naik motor?! disini hanya kak Baek yang menyimpan motornya di garasi jangan bilang?" tanya Chin


"kemarin hanya tersisa satu mobil jadi aku dan Renjun hyung terpaksa naik motor kak Baek dan akublupa bilang terlebih dahulu, makanya aku berangkat naik motor untuk mengembalikannya lagi hehe, lagi pula akubjuga kangen rasanya naik motor seperti di asalku" Kavita terkekeh memandang Chin lucu berharap ia tak marah


"aku akan bilang ke hyung dan oennie, oennieku satu ini benar-benar bandel" Chin gemas dan mencubit kedua pipi Kavita

__ADS_1


"hei hei jangan membuat kami iri" ucap Jaemin


"ya aku juga ingin mencubitnya" Haechan berakhir mencubit pipi Jisung


"hyung hyung hyung sakit" Jisung berusaha melepas cubitan Haechan


"sudah sudah sebentar lagi jam istirahat selesai kalian kembalilah, aku ijin istirahat dulu disini" Kavita mengingatkan jam


"kamu benar-benar tidak mau beristirahat di ruang lesehatan saja agar ada yang menjagamu?" Mark memastikan


"tidak, kalau ada orang yang ada aku tak jadi tidur"


"baiklah, Chin pamit dulu kalau begitu" mencium pipi Kavita lalu kabur keluar


"dasar anak itu" Kavita menggelengkan kepalanya


"aih aku juga ingin melakukannya" Haechan mengerucutkan bibirnya


"kami kembali latihan dulu kalo begitu, ayo" Jeno pamit dan membekap mulut Haechan membawanya keluar juga


"istirahatlah dengan baik" Jaemin ikut keluar


"nuna memang pantas menjadi manajer kami" Chenle pun ikut pergi


"pergi dulu nuna" Jisung mengikuti


"mulai sekarang aku akan selalu memperhatikanmu" kata Renjun tegas


Akhirnya semua sudah pergi, Kavita pun merebahkan diri di Sofa dan memejamkan matanya. Tak lupa ia menyetting alarm jam 13:45 agar ia bisa menengok Dreamies latihan sebelum mulai rapat lagi.


...****************...


Kavita bangun mendengar alarmnya berbunyi, mengumpulkan nyawanya setelah terkumpul ia memakai mantelnya lalu segera ke ruang latihan.


"ou~ kiyowo" ucap Haechan melihat Kavita masuk dengan muka bantalnya, membuat semua mengalihkan perhatiannya


"astagfirullah lupa cuci muka dulu" Kavita segera menutupi wajahnya dengan tangan


"tak perlu ditutupi kau lebih lucu dengan wajahmu sekarang" kata sang pelatih membuat beberapa member meliriknya tajam


"baiklah-baiklah aku tak akan menggodanya" sambung sang pelatih


"sangat imut" kata Chenle memandang Kavita yang malu


"baiklah, aku ke ruang rapat dulu kalian semangat latihannya" Kavita kabur keluar setelah mengucapkannya membuat semua yang didalam ruangan tertawa melihat tingkahnya.


Sepanjang jalan menuju toilet Kavita menundukkan kepalanya takut ada orang yang melihat muka bantalnya lagi. Setelah cuci muka dan sedikit bermake up di toilet akhirnya Kavita sampai di ruang rapat.


"hyungnim saya ijin memakai mantel karena agak tak enak badan" Kavita ijin melihat karua manajer yang juga sudah sampai

__ADS_1


"iya, kau tak apa? kulihat selesai rapat tadi mukamu sangat pucat" tanya ketua manajer


"hanya masuk angin, Alhamdulillah sekarang sudah baikkan setelah istirahat tadi" Kavita tersenyum


"baguslah, kalau merasa tak enak badan lagi ketika rapat bilang saja jangan ditahan, yang lain juga begitu" tambah ketua manajer


"baiklah, terimakasih hyungnim"


"okay, kita mulai saja rapatnya" ketua manajer memulai rapat


...****************...


Selesai rapat Kavita ke ruang latihan disana terlihat ada beberapa staff produksi sedang mensetting peralatan untuk pengambilan video dance practice. Sedangkan para member sedang berusaha membuat rambut apel, Kavita terkekeh melihat Jisung yang kesusahan sungguh sangat menggemaskan.


"Jisungie~ mau kubantu?" tanya Kavita menawarkan


"boleh?!" Jisung kaget


"tentu sini" jawab Kavita membuat Jisung bersemangat mendekat kearahnya


"aih kamu terlalu tinggi, lebih turun lagi" Kavita kesusahan meskipun Jisung sudah sedikir membungkuk


"segini" Jisung akhirnya menekukkan kedua lututnya


"ya begini lebih baik" Kavita pun kembali mengikat rambut Jisung dengan benar


"sudah" Kavita melihat hasil ikatannya namun ia justru tertawa melihat ekspresi Jisung



membuat para member mengalihkan perhatiannya ke mereka


"aku juga mau" Haechan yang sedang diikatkan Jaemin berlari ke arah Kavita meminta diikatkan juga membuat Jeno menggantikan Haechan karena yang bisa mengikatnya hanya Jaemin dan Chenle.



"baiklah, ambil posisi seperti Jisung tadi" kata Kavita setelah Haechan di depannya


"Nee!" Haechan bersemangat lalu mengambil posisi, Kavita dengan cekatan mengikat rambut Haechan


"sudah" ucap Kavita selesai mengikat


"yeay, Renjunie sini biar diikatkan manajer daripada kau menunggu lama" kata Haechan setelah berbalik dan mengaja melihat Renjun masih menunggu Chenle yang mengikatkan rambut Mark sambil bergurau karena ikatan Chenle yang lucu.



Renjun pun berjalan ke arah Kavita agar mereka cepat selesai mengikat rambut, melihat para staff sebentar lagi selesai menata persiapan.


"agak menunduk sedikit" kata Kavita setelah Renjun berada di depannya, bukannya menunduk Renjun justru mengambil posisi seperti seseorang yang sedang melamar.

__ADS_1


"begini saja biar lebih mudah" katanya


"ahaha, baiklah" Kavita terkikik sebentar


__ADS_2