
selesai makan Kavita pamit keluar untuk ke toilet mengambil air wudhu. namun, tiba-tiba ia di hadang seseorang,
"apa ini?!" teriaknya sambil menarik kerudung Kavita
"maaf anda siapa? dan tolong lepaskan" titah Kavita dan memegang tangan si perempuan yang menarik kerudungnya, menahannya agar ia tak tercekik kencang
"saya tau kamu memakai ini hanya untuk mendapatkan perhatian mereka!" serunya lagi
"mereka? siapa yang anda maksud dan tolong lepaskan" ucap Kavita lagi
"kamu bodoh?! kamu berhubungan sama nct dream dan menggunakan ini untuk apa hah!" ucapnya melepaskan dan menarik kerudung bagian depan agar terlepas, beruntung Kavita dengan kuat memegangnya erat sehingga tak sampai hijabnya lepas
"ya! Anda siapa! lepaskan dia!" ucap seseorang berlari ke arah mereka, melihat perempuan itu lengah Kavita melepaskan diri dan menjaga jarak dengannya
"kamu!!!" haechan menarik perempuan itu dengan kuat hingga membuatnya terjatuh
"sudah-sudah, panggil satpam saja" cegah Kavita ketika haechan mulai mendekati perempuan itu lagi
"apa kamu?! baru dibela idol tukang mabuk sampai jatuh dijalan saja berlagak"serunya lagi setelah bangun
"apa kau bilang tadi!!!" haechan kembali mendorongnya jatuh
"kau!!!" haechan kembali mendekati tapi bajunya di pegang Kavita untuk berhenti
"kumohon sudah cukup dan panggil satpam" ucap Kavita dengan suara bergetar
Haechan pun memanggil satpam dengan marah, satpam datang menangkap perempuan tadi dan memeriksa identitasnya. Haechan menyuruh satpam bilang ke perusahaan untuk memblacklistnya agar tidak bisa memasuki gedung SM lagi, karena tindakannya sudah di luar batas dan menyusup ke bagian kantor.
"manager tidak apa-apa?" tanya haechan setelah perempuan dan satpam pergi
"aku tidak apa-apa kembalilah aku akan menyusul"ucap Kavita dengan suara sedikit bergetar dan kembali jalan
"biar ku antar" haechan mengikuti Kavita
__ADS_1
sesampainya di toilet air mata Kavita terjatuh, ia masih syok dan sedikit trauma dengan teriakan melengking dan perlakuan kasar tadi. namun, ia tak mau haechan menunggu lama dan bergegas mengambil air wudhu.
setelah selesai Kavita keluar, melihat haechan dengan tersenyum agar haechan tak terlalu khawatir padanya. kemudian menyuruh haechan berjalan didepan dan kembali ke ruangan Baek, anak-anak masih disana menunggu sambil beristirahat.
mereka heran mengapa haechan kembali bersamaan dengan Kavita, sedangkan Kavita masuk dan langsung bersiap untuk sholat. haechan kembali duduk ditempatnya,
"kamu kemana? tadi katanya mau ambil minum kok?" tanya Jeno berbisik sambil melirik Kavita yang sudah mulai sholat
"dan kenapa wajahmu begitu?" tanya Mark ikut berbisik, haechan pun menjelaskan kejadian tadi dengan suara pelan.
mereka kaget juga marah dengan perempuan tersebut dan kenapa Kavita meloloskannya, kemudian melihat ke arah Kavita yang sedang sholat. mereka heran melihat Kavita sujud lebih lama dari sebelumnya dan sedetik kemudian melihat punggung Kavita bergetar. mereka tahu Kavita sedang menangis, tak lama Kavita bangun dari sujudnya dan mereka pun segera mengalihkan pandangannya ketika Kavita menengok untuk salam.
setelah selesai berdo'a dan merapikan alat sholatnya juga memakai penyamarannya, Kavita mengajak mereka untuk bergegas berangkat agar tidak terlambat, mereka menurut dan pergi ke parkiran.
di tengah perjalanan tangan Kavita bergetar, dia menahannya agar tak kelihatan. namun, badannya semakin terasa mati rasa semua. ia pun memeluk pundaknya, tapi hal itu justru membuat nct dream melihat tangannya yang bergetar.
"Nuna?! nuna gwenchanha?!" tanya Jisung panik, namun Kavita hanya mengangguk
"tenanglah" kata Jaemin yang duduk di sebrang Kavita dan menggenggam tangan Kavita yang menggunakan sarung tangan. Nyeri pada tubuh Kavita perlahan hilang, namun ngilu di hatinya masih terasa sakit membuat tangan Kavita masih sedikit bergetar.
kavita menerima dan memakannya, perlahan semua rasa sakit di tubuhnya meleleh seiring es krim itu masuk ke tubuhnya. ia memang sangat suka semua berbau coklat,
"terimakasih" Kavita tersenyum ke arah mereka dengan mata berkaca-kaca. namun, untunglah mereka segera membuat Kavita tenang sehingga air mata Kavita tak jatuh di depan mereka.
"aku sudah telfon manajer Hyung yang lain jadi setelah rekaman pulanglah" ujar chenle
"tidak, jadwal official adalah tanggung jawabku"
tegas Kavita
"baiklah antar chenle setelahnya pulang dengan kami" kata jeno, Kavita menunjukan tatapan keberatan
"pulanglah dulu nuna atau chenle marah dan enggan bicara lagi dengan nuna" ancam chenle, Kavita pun terpaksa mengangguk.
__ADS_1
Setelah selesai rekaman dan mengantar chenle mereka kembali ke apartemen, Kavita langsung berpamitan untuk masuk dan beristirahat terlebih dahulu.
*****
Besoknya Kavita meminta tolong ketua manajer nct untuk tidak berangkat dengan mereka terlebih dahulu karena mempunyai keperluan mendesak, namun ia tidak menjelaskannya secara detail.
Setelah mendapat ijin, ia bergegas mencari psikolog yang memiliki review yang bagus. Kavita sudah tidak ingin lagi menunda hal yang seharusnya ia lakukan sedari dulu, ketika psikisnya mulai terganggu sehingga memiliki banyak trauma.
Sampai di psikiater Kavita hanya menceritakan keluhannya mengenai pikiran yang sering mengganggunya, tapi ia belum mau terbuka menceritakan masa lalunya karena ia takut tubuhnya akan semakin nyeri ketika mengingatnya.
Oleh karena itu, psikiater memberi saran agar Kavita terbebas dari sosial setidaknya seminggu sekali dan melakukan kegiatan kesukaannya yaitu jalan-jalan ketempat yang asri. agar masalah anti sosialnya tak bertambah parah, psikiater juga meminta Kavita untuk melakukan pertemuan dengannya secara rutin tiap Minggu.
Kavita ragu mengenai hal tersebut karena pekerjaannya, hingga pada akhirnya psikiater meminta kontaknya agar tetap bisa berkonsultasi jikalau memang Kavita tak ada waktu untuk kesana.
Akhirnya Kavita berangkat ke kantor mengingat ijinnya hanya sebentar, sampai di ruangan Baek ia meletakkan barang-barangnya dan menenangkan pikiran. Ia tak tau kalau dua kejadian yang mengingatkannya kembali pada traumanya akan sangat berdampak seperti sekarang. Kavita lumayan kehilangan fokus dan akan nyeri ketika pikirannya kosong yang membuatnya teringat masalalu.
Kavita di kagetkan oleh Renjun yang masuk ruangan,
"manajer, kamu disuruh ke ruang rapat"
"ah iya aku akan segera kesana sebentar lagi"
"ada apa?"
"tidak apa-apa"
"tapi mata kamu terlihat berkaca-kaca"
"hah?" Kavita refleks mengambil kaca
"kalau ada apa-apa, cerita saja ke aku" ujar renjun menawarkan
"baiklah, mungkin lain kali. ayo keluar kita pasti sudah di tunggu" Kavita berjalan ke luar ruangan diikuti renjun
__ADS_1
Mereka berpisah di depan ruangan Baek karna ruang rapat dan latihan berlawanan arah. akhirnya Kavita mengikuti rapat, seperti biasa Kavita selalu tersambung telfon dengan Baek selama rapat agar Baek bisa memantau dan mengetahui perkembangan pekerjaannya.