Magic Dream

Magic Dream
Just Dance


__ADS_3

"Sudah sampai" kata sang supir taksi


"Masuk aja pak ke parkiran basement, nanti tolong berhenti depan lift" kata Renjun sambil mengirim pesan ke Jisung


"Baik" setelah melewati portal dan menscan Kartu penghuni taksi pun masuk ke parkiran basement


Tepat di depan lift taksi berhenti, disana sudah ada Jisung yang berdiri menunggu mereka.


"Gimana hyung, nuna-?" Tanya jisung yang melihat Renjun keluar dari taksi namun terpotong karena Renjun langsung memberikannya 2 boneka moomin besar


"Tolong bawakan itu ke apartemen kak Baek, dan tahan lift sebentar. Ini pak terimakasih" ucap Renjun membayar lalu mengangkat Kavita yang masih tertidur setelahnya


"Woah~ nuna tak apakan?" Tanya Jisung lagi


"Seperti yang kau lihat, dia kelelahan."


"Kalau berat, gantian saja hyung" tawar Jisung


"Fokuslah lift sebentar lagi sampai" tukas Renjun


"Nee"


Sesampainya di apartement Baek Renjun menidurkan Kavita di sofa besar ruang tengah melepas sepatu dan topinya.


"Woah~ nuna pasti benar-benar lelah setelah menangis sampai wajahnya seperti itu" ceplos Jisung melihat wajah Kavita yang sembab dan merah, Renjun menghela nafas beratnya melihat wajah Kavita dia pasti kedinginan hingga wajahnya memerah


"Tolong ambilkan selimut di kamar kak Baek" suruh Renjun membuat Jisung beranjak setelah meletakkan boneka diatas karpet sedangkan Renjun sendiri menyalakan penghangat ruangan


Selesai menyelimuti Kavita, Renjun beranjak ke dapur melihat bahan makanan adakah yang bisa ia masak.


"Memang hyung sudah bisa masak?" Tanya Jisung


"Kau tak lapar?" Renjun bertanya balik


"Aku lebih memilih memesan makanan cepat saji dari pada harus memasak yang belum tentu enak rasanya, dan lagi pasti akan merepotkan nuna jika kita memberantakkan dapurnya" tukas Jisung polos


"Hah baiklah ayo kita cari restoran halal di Naver" Renjun duduk di meja makan dan membuka hpnya, sedangkan Jisung berkeliling melihat dapur


"Sepertinya setelah numa datang dapur menjadi lebih rapi dan teratur, tak seperti kak Baek yang menempati dulu" ujar Jisung setelah membuka-buka lemari dapur


"Ah~ kenapa susah sekali mencari restoran makanan halal yang ada pesan antarnya" keluh Renjun


"Hyung sepertinya ini daftar restoran makanan halal" Jisung membaca judul list yang tertempel di pintu kulkas


"Woah~ lengkap sekali" tambahnya lagi


"Coba ku lihat" Renjun muncul menggeser Jisung


"Iya, sangat lengkap dan semua yang terjamin sudah terdaftar resmi, ada juga yang bisa pesan antar semua musim woah~" kata Renjun dan segera menghubungi kontak dalam list untuk memesan


"Aku kembali ke dorm dulu hyung" pamit Jisung


"Eh~ jangan temani aku disini" tahan Renjun


"Mau main game, bosan" keluh Jisung


"Kau sudah ku pesankan makan, tunggulah. Kita bisa main game disini Baek hyung juga punya game" tambah Renjun


"Ah~ benar, ayo main hyung" semangat Jisung


"Baiklah, tapi jangan keras-keras agar tak mengganggu Vita tidur"

__ADS_1


"Oke-oke" Jisung menyalakan TV dan PS yang ada di ruang tengah


Bel apartemen berbunyi tanda makanan sudah datang, kerasnya bel membuat Kavita terbangun dari tidurnya.


"Sudah bangun, ayo makan Jisung sedang mengambil makanannya" ujar Renjun menata kembali peralatan game bekas mainnya tadi


"Dimana? Ah~ apartement" melihat sekelilingnya


"ya, karena kamu tidur tadi jadi kubatalkan ke tempat penyewaan. Lagian disini juga lumayan luas" tambah Renjun


"Ya, aku sholat dulu sudah jam segini. Makanlah dulu kalau aku terlalu lama" Kavita melihat jam dinding lalu beranjak ke kamarnya


Selesai sholat Kavita kembali ke ruang tengah, kebetulan Renjun dan Jisung juga baru selsai menata makanan sehingga mereka bisa langsung makan bersama.


"Nuna, kurasa bibirmu terlihat lebih mengkilap setelah makan" ceplos Jisung tiba- tiba setelah mereka selesai makan membuat Renjun menyenggolnya


"Ah~ iya orang-orang dekatku juga bilang bibirku terlihat lebih sehat dan bagus setelah makan" tukas Kavita santai sambil merapikan bekas makan mereka


"Oleh karena itu kamu harus lebih berhati-hati setelah makan, kalau bisa langsung pakai masker setelahnya ketika makan di luar" ceplos Renjun ikut merapikan peralatan makan mereka


"Kenapa begitu hyung?" Tanya Jisung polos


"Haruskah ku jelaskan Jisunga~, ayo bantu aku bawa ini" Renjun bangun membawa bekas peralatan makan mereka di bantu Jisung


"Taruh saja diwastafel biar aku yang cuci setelah membuang ini" Kavita ke depan untuk membuang sampah


"Biar kami saja nuna, ah iya setelah Baek hyung sembuh sering-seringlah makan bersama nuna" jawab Jisung


"Baiklah, terimakasih. tentu"


"Ya~" protes Renjun


"oke" jawab Renjun Semangat


Selesai mencuci piring mereka menunggu Kavita yang belum masuk juga setelah membuang sampah.


"Kenapa lama sekali buang sampahnya" gerutu Renjun


"Entahlah hyung" jawab Jisung cuek sambil mengemil


"Sudah lama menunggu? Tadi ada telfon jadi sekalian kuangkat dibalkon" Kavita masuk setelah mengakhiri telfonnya


"Ah~ baru selesai kok, ya kan Jisunga"


"Eng~ belum ada 5 menit" Jisung mengangguk masih mengunyah jajannya


"Okay~" Kavita pun ikut duduk


"Jisunga~ bukankah kau ada sesuatu yang akan dikerjakan?" Kata Renjun


"Benarkah Jisungie?" Kavita ikut bertanya


"Iyakah hyung? Sepertinya tidak ada" Jisung mengingat-ingat


"Ada, kau punya janji main game bareng Jeno" Renjun mengatakannya sambil menggedikan dagu ke arah pintu keluar agar Jisung paham maksudnya


"Ah~ iya-iya benar aku ingat" Jisung mengikuti maksud Renjun


"Begitu, sayang sekali padahal seru jika Jisung juga bisa ikut diakan sangat suka da-"perkataan Kavita terpotong


"Sepertinya Jeno sudah menunggumu Jisunga jadi tunggu apalagi" Renjun mendorong kedua bahu Jisung ke arah ruang tamu

__ADS_1


"Hm~ aneh" gumam Jisung penasaran tapi ia tetap menuruti Renjun dan kembali ke dorm


"Sayang sekali padahal lebih seru jika Jisung juga ikut"


"Ya tapi dia sudah ada janji" Renjun menyingkirkan beberapa barang agar tempat kosong lebih luas lagi, Kavita pun ikut membantunya


"Okay, kita mulai dari mana?" Tanya Kavita ketika mereka selesai memindahkan beberapa barang


"Bagaimana kalau balet?"


"Eh~?" Kaget Kavita


"Kenapa? Takut?" Tanya Renjun


"Tidak, aku juga bisa lihat" Kavita berputar meniru penari ballet yang pernah dia lihat


"Woah~ lumayan, sudah bagus tapi kamu masih menggunakan kedua kakimu, harusnya seperti ini" Renjun berputar seperti penari ballet profesional dengan indahnya


"Woah~ kamu tak pusing?" Tanya Kavita setelah Renjun menyudahi putarannya yang begitu banyak


"Hahaha tentu tidak, begini caranya ikuti aku 1 2 3 4 5 6 7 8" Renjun mengajari tahap-tahap sampai berputar dengan satu kaki dengan perlahan


"Ah~ begini?" Kavita mengikuti gerakan Renjun dan langsung berputar dengan satu kaki membuat Renjun kaget dan menarik Kavita yang hampir jatuh ke pelukannya


"Kenapa langsung berputar dengan cepat" Renjun tak habis pikir


"Hehe pusing" Kavita hanya terkekeh sambil memegangi kepalanya


"Kamu ini benar-benar, untunglah tak terkilir" Renjun mengomel sambil membawa Kavita duduk


"Maaf hehe, aku pusing belajar baletnya lain kali saja" Kavita menyandarkan kepalanya di sofa dan memejamkan matanya agar pusingnya mereda


"Baiklah, nanti kita pemanasan baru mulai dance apapun yang kamu mau. Sekarang redakan pusingmu dulu" Renjun mengambil camilan di meja dan memakannya


"Aku ingin naik gunung" ucap Kavita tiba-tiba masih dengan memejamkan matanya


"Tiba-tiba?"


"Tidak, sudah sejak SMA aku ingin melakukannya tapi gunung di Indonesia tak ada yang tidak tinggi dan jalannya tak sebagus disini" jelas Kavita


"Ah~ baiklah, nanti kita cari waktu untuk melakukannya" ujar Renjun santai


"Memang aku mengajakmu?" canda Kavita


"Eh~ lalu?" Heran Renjun


"Aku hanya ingat dan mengatakannya, tapi jika kamu mau menemaniku juga lebih bagus nanti ajak yang lain juga" Kavita tiba-tiba membuka matanya dan ikut memakan camilan di meja


"Entahlah jika yang lain, tapi nanti aku akan coba mengajak mereka"


"Sepertinya kita harus mengecualikan mark hyung dan Haechan jadwal mereka saja tanpa jeda"


"Ya tentu, mereka sangat membutuhkan istirahat"


"Coba ku lihat jadwal kosong kita" sambung Kavita membuka catatan jadwal di handphonenya


"Ah ini dia, setelah Syuting MV ada jeda waktu kosong. bagaimana?"


"Ya aku pasti ikut, ayo mulai" Renjun beranjak bangun setelah minum dan mereka pun mulai pemanasan dan berlatih dance.


Renjun memilih mengajari dance lagu terbaru NCT Dream agar ia juga dapat mengingat gerakannya dalam waktu yang lama.

__ADS_1


__ADS_2