
Pagi ini Kavita kembali ke Psikolog karena libur beberapa hari dan Kavita rasa makin hari isi kepalanya makin buruk saja sehingga ia menjadwalkan ke Psikolog hari ini, baru menemani Haechan latihan memanah siangnya.
Setelah Kavita mengatakan keluhannya dokter menyarankan Kavita untuk lakukan saja apa yang ia suka contohnya menari agar pikiran buruk yang menghampirinya bisa hilang saat itu juga.
Kavita juga tak mau minum obat antidepresan karena menurutnya belum saatnya dan belum seburuk itu sampai ia harus meminum obat. Kavita lebih suka healing yang bisa merefresh pikirannya ketimbang harus meminum obat.
Sesampainya di apartemen ia memutuskan untuk sholat Dhuha dan mengaji lalu tidur sebentar, sembari menunggu Haechan bangun. Karena ketika ia mampir ke dorm NCT Dream tadi Haechan yang mengajaknya pergi masih nyenyak dalam mimpinya.
Tak lupa ia menyampaikan pesan ke Renjun agar Haechan menelfonnya terlebih dahulu ketika sudah siap, antisipasi kalau-kalau ia belum bangun. Renjun juga paham kalau Kavita sedang tidak baik-baik saja mengingat ia sering melihatnya melamun ketika senggang sedikit.
Dan Kavita pun tidak bilang ke siapapun jika ia menemui psikolog tadi termasuk ke Renjun, meskipun sudah ditanya darimana Kavita hanya menjawab keluar cari angin. Agak menyebalkan hingga Renjun mengomel dan memaksa untuk ikut jika Kavita akan keluar sendiri, Kavita hanya mengiyakan sambil tertawa melihat Renjun mengomel perasaannya sedikit lega.
...****************...
Kavita sudah bangun dan menyelesaikan sholat dzhuhur sembari menunggu Haechan bersiap Kavita mengaji. Setelah siap Haechan dan Kavita pun berangkat menggunakan mobil pribadi Haechan agar tak dikenali fans.
"tolong untuk 2 orang hyung" ujar Haechan setelah sampai di tempat pengambilan barang
"o' Haechana~, woah~ tumben bawa cewek biasanya sama member atau teman cowokmu yang lain"
"iyalah, masa sama cowok mulu saya hyung" ujar Haechan bangga dengan menaikan kedua alisnya
"ah karena pertama kali jadi mau daftar biasa atau member sekalian? barangkali mau latihan rutin, banyak benefit juga loh kalau member ya kan Chan" tawarnya
"iya, tapi yang bia-"
"member saja kak sekalian hehe" ujar Kavita memotong perkataan Haechan
"okay, tolong isi dulu formulirnya" menyerahkan kertas pendaftaran member
"Haechan mau nunggu atau langsung mulai?" tanyanya
"nunggulah hyung nanti diembat cewek saya sama hyung" jawabnya sambil memasang rompi
"oh ya hyung jangan lupa ya dia diprivasi juga" tambah Haechan
"tentu, nggak akan bocor kok kalau kamu punya cewek" goda hyung penjaga
"saya hanya manajer pengganti sementara kak bukan pacar Haechan hyung, tapi tolong privasi juga" ucap Kavita sembari fokus mengisi formulir lalu tersenyum sebentar pada hyung pendaftaran
__ADS_1
"ah manajer pengganti, oke-oke pasti privasi kalian terjaga tenang saja" katanya
Setelah Kavita menyelesaikan proses pendaftaran member, mereka pun masuk ke arena latihan
"kamu sudah pernah melakukan ini?" tanya Haechan ketika mereka menata alat panah
"belum, tapi biar aku coba pakai cara yang kutau dulu setelahnya tolong jelaskan cara yang benar padaku" jawab Kavita, sedangkan Haechan hanya mengangguk lalu dengan iseng selfie dengan latar Kavita yang sedang sibuk menata peralatannya dan mengirimkan ke grup membuat kegaduhan di grup
Kavita yang merasa handphone lagi-lagi berbunyi mengeceknya, dan heran melihat dirinya masuk dalam obrolan grup kakaotalk baru
"apa ini? 00L" tanyanya heran melihat grup dengan nama 00L
"oh itu, grup chat kami jika sewaktu-waktu ingin bertemu kalau kosong atau bercanda" jawab Haechan kalem
"siapa yang-"
"Yangyang semalem, mungkin dia merasa cocok juga sama kamu waktu syuting kemarin jadi dia masukin ke grup" potongnya lalu mulai memanah dan tepat di tengah
"woah~ aku mau coba juga" Kavita menyimpan kembali ponselnya dan ikut memanah dan menancap di area 8 membuatnya kaget
"woah~ benarkah baru pertama kali? belum belajar dasarnya? kok, bentar-bentar ini harus diabadikan" Haechan memotret tempat bidik Kavita lalu mengirimkannya lagi di grup
"okay-okay sekarang perhatikan aku" Haechan mulai menjelaskan detail dan posisi yang benar dalam memanah dan Kavita pun memperhatikannya dengan seksama
"sudah,coba kamu" ujar Haechan setelah selesai menjelaskan sampai tahap melesatkan anak panah dan lagi-lagi menancap tepat di tengah
Kavita meniru apa yang di praktekkan dan dijelaskan Haechan tadi hingga Haechan menginterupsinya ketika Kavita hendak melesatkan anak panahnya
"tegakkan lagi bahumu dan naikkan sedikit tanganmu" Haechan memegang kedua bahu Kavita lalu memundurkan sedikit kebelakang kemudian menaikan lengan Kavita sedikit ke atas dan shuu~ anak panah Kavita melesat dan menancap diantara garis tengah 9 dan 10
Kavita membelalakkan matanya senang, dan mereka pun fokus dengan sasaran masing-masing hingga 'tak' anak panah Kavita tepat berada dititik tengah.
"Yeay~!!!" Dengan heboh Kavita memeluk Haechan lalu menari kecil sangat senang, membuat Hechan terperangah kaget
"mwo? aaah~ tepat sasaran, yeay~!!!" Haechan pun bergembira dan ikut menari kecil bersama Kavita hingga ketika ia akan memeluk Kavita balik dengan cepat Kavita menahannya hingga terjadi sedikit kecanggungan dan pada akhirnya mereka tertawa bersama.
"woah~ sangat menyenangkan" gumam Kavita meredakan tawanya
"em~ ayo istirahat dulu" ajak Haechan dan Kavita pun mengikutinya mereka duduk dan minum lalu terdengarlah kembali notif hp mereka
__ADS_1
"ah~ menyebalkan sekali aku hanya ingin pamer kenapa jadi mengganggu kita" sungut Haechan sebal, Kavita hanya terkekeh membaca pesan-pesan mereka lalu meresponnya dengan mengajak menyusul jika waktu mereka luang
"ah tapi aku kaget melihatmu senang dan begitu ekspresif, sangat berbeda jika sedang bekerja entah senang, antusias atau apapun itu kamu seperti sangat berusaha menutupinya" kata Haechan
"eh sepertinya aku kelepasan tadi hehe" Kavita terkekeh
"tak perlu menyembunyikan sifat aslimu dari kami jika sudah di luar jam kerja, pasti akan sangat tidak nyaman jika kamu terus-terusan manahan diri" tambahnya
"tenang saja, aku tipe orang yang akan dengan natural menunjukkan sifat asliku jika aku merasa nyaman dan merasa dekat dengan orang itu" jelas Kavita
"baguslah" Haechan kembali membalas pesan di grup dengan menyuruh mereka diam dan jangan mengganggu membuat Kavita terkwkwh membaca balasannya
Haechan kemudian mengaktifkan mode pesawat pada ponselnya, Kavita yang melihatnya pun mengheningkan ponselnya.
"ngomong-ngomong Haechana~ kenapa kamu sangat suka memakai saluran 37,5?" tanya Kavita
"bukankah itu angka yang lucu, berbeda dari yang lain" jawab Haechan
"ya, sangat berbeda diantara banyak angka kamu paling sering menyebutnya diacara manapun membuatmu terlihat amat sangat menyukainya" Kavita tersenyum lembut
"aku tau kamu sedang mengingatkan para pengemar tentang tingkat kematian di Korsel yang mencapai 37,5% setiap harinya" tambah Kavita yang membuat Haechan membelalak kaget
"bagaimana kamu tau?" tanyanya masih dengan kekagetannya
"em~ aku pernah menonton drama tentang psikologi dulu waktu itu aku menontonnya setelah aku manjadi fans kalian, waktu aku mendengar di drama juga sangat kaget ternyata kamu begitu sering menyebut angka itu karena kamu sangat aware dengan mental illness yang dialami kebanyakan penduduk di Korsel" jelas Kavita
"nee, bagiku mengingatkan mereka menjadi hal wajib bagiku karena aku idol" jawab Haechan jujur
"benar, aku sangat kagum padamu selain happy virus kamu juga aware sama kesehatan mental juga tetap menjadi dirimu sendiri. itu menjadi sebuah kebanggaan karena orang lain mungkin tak bisa melakukan hal yang seperti kamu" kata Kavita jujur
"benarkah?"
"tentu, namun jangan sampai kamu lupa sama kebahagiaan kamu sendiri" jawab Kavita
"ya aku usahakan" ucap Haechan tersenyum lebar
"ayo lanjut lagi, keburu masuk waktu kamu ibadah" ajak Haechan
"ayo!" Kavita dengan semangat ikut memulai lagi latihan mereka hingga ketika masuk waktu sholat ashar mereka bersiap untuk pulang agar Kavita bisa segera sholat dan tidak sholat diakhir waktu.
__ADS_1