Magic Dream

Magic Dream
31


__ADS_3

Hari ini para member NCT syuting di tempat terakhir yaitu pesisir pantai, namun dengan nuansa jamuan makan. Dengan begitu banyak juga minuman beralkohol sebagai properti syuting.


Setelah sholat ashar Kavita kembali ke lokasi untuk ikut membantu menata jamuan makan di atas meja karena para member pun sedang di touch up untuk scene selanjutnya.


"woah~ alkohol sungguhan" Yuta tiba-tiba duduk di bangku dekat Kavita dan mencium gelas minuman diatas meja


"tentu, hyung tak lihat botol-botol itu" Kavita menggedikan kepalanya ke arah beberapa krak minuman beralkohol sambil tetap menata makanan


"jangan coba-coba meminumnya hyung, minumlah nanti saat semua sudah selesai" tambah Kavita, berkat syuting MV bersama full member NCT ia jadi tak begitu canggung dengan mereka


"baiklah, aku hanya akan menyecapnya sedikit untuk mencoba" Yuta mencecap segelas wine ditangannya


"bagaimana rasanya hyung?" tanya Kavita penasaran dan duduk melihat setelah selesai menata


"hm~ masih enak yang ada di dorm 127"


"itu karna hyung sudah terbiasa dengan yang itu" Kavita lantas berdiri hendak menyingkir karena member yang lain pun mulai memenuhi meja


"kau tak mau mencobanya" ucap Ten tiba-tiba membuat yang lain kaget sedangkan Kavita hanya tersenyum


"aku tak bisa"


"kenapa? selain kesehatan" tambah lucas


"jika aku minum maka sholatku tak akan dihitung selama 40 hari, hah bahkan memikirkannya pun hatiku sakit" Kavita megusap bawah lehernya


"benar-benar tak penasaran?" tanya Shotaro


"ah benar juga, aku sangat penasaran" Kavita kembali duduk membuat para member terkejut


"bagaimana rasanya?" Kavita mengangkat segelas wine dihadapannya membuat semuanya was-was


"ya~" hingga Jaehyun mengeluarkan suara baritonnya


"jadi coba ceritakan padaku bagaimana rasanya" Kavita kembali menaruh gelas di meja dengan senyum jahilnya lalu terkekeh


"sedikit pahit" jawab Doyoung yang juga sudah mencoba tadi


"em~ beda dengan yang di dorm, rasa pahitnya tak terasa" tambah Ten


"enak?" tanya Kavita lagi


"tentu, ada rasa tersendiri ketika mengalir ditenggorokan" jawab Yuta


"lebih spesifik lagi?"


"kenapa begitu penasaran, cobalah sendiri" canda Haechan yang baru datang hingga diteriaki para member

__ADS_1


"Yaaa~"


"okay-okay aku hanya bercanda" Haechan mengangkat kedua tangannya membuat Kavita tertawa


"baiklah, aku pergi dulu. Semangat semuanya!" Kavita berdiri dari duduknya karena Jaemin yang ternyata duduk disitu sudah berdiri dibelakang bangku


"ingat jangan mencicipi terlalu banyak sebelum syuting selesai" Kavita melenggang pergi setelah mengatakannya


...****************...


Setelah sholat maghrib Kavita nimbrung dengan para manajer juga member yang sedang makan malam, ia ikut makan disana dengan memakan sandwich bekalnya. Ya Kavita benar-benar menjaga makannya selama di Korsel, di SM pun ia baru akan makan makanan yang disediakan ketika ia benar-benar memastikannya.


Seperti hari ini karena ada menu daging b*bi otomatis Kavita tak akan makan satupun makanan yang tersedia dan membawa bekal sendiri.


"aaa~" Haechan menghampiri Kavita hendak menyuapinya membuat Kavita menghindar


"ya~ kau lupa Haechana~" ucap Renjun


"kenapa aku hanya menyuapinya soup, astaga aku lupa" Haechan dengan keras menepuk jidatnya


"kenapa?" heran Jungwoo


"manajer tak bisa makan apapun jika ada menu daging b*bi di menu" jelas Jaemin


"benar, jika tak ada pun manajer baru akan makan ketika tak membawa bekal atau tak ada makanan yang lain" tambah Chenle


"apa menurutmu agamamu tak terlalu mengekang?" tanya lucas


"ya apa kau nyaman dengan segala aturan itu?" tambah Taeyong


"aku berusaha sebisaku untuk tidak melakukan apa yang dilarang, apalagi setelah tau kenapa itu dilarang karena ada efek yang buruk. jadi mengapa harus merasa tak nyaman, aku justru sangat takut kalau-kalau aku melanggar tanpa sadar" jelas Kavita membuat semua mengangguk


Setelah selesai makan tinggal menunggu satu kali syuting Kavita memutuskan untuk berjalan-jalan di pesisir pantai setelah izin pada ketua manajer, entah kenapa tiba-tiba ia memikirkan hal yang rumit ditengah kesibukannya.


Kavita berhenti jalan merasa kepalanya mulai sakit, ia duduk memejamkan mata dan fokus mendengar suara ombak. Ketika tak kembali membaik ia memasukkan tangannya ke dalam hijab untuk menjambak rambutnya agar sakitnya berkurang, karena tak lucu jika ada yang melihat ia memukul-mukul kepalanya sendiri.


"sendirian?" tiba-tiba Jaemin datang menghampiri dan duduk di sampingnya membuat Kavita refleks menurunkan tangan keleher dan memijat tengkuknya


"ya, aku ingin mendengar suara ombak"


"capek?" tanya Jaemin lagi yang tau kalau Kavita memijat tengkuknya dibalik hijab


"ya sedikit, tapi kalian pasti lebih capek"


"kami sudah terbiasa, sedangkan kamu pasti kaget setelah kesibukkan kami akhir-akhir ini"


"tidak, bekerja dengan kalian juga menyenangkan syuting pun terasa seperti jalan-jalan. Seperti sekarang aku bisa menenangkan pikiranku dengan duduk di pesisir pantai mendengar suara ombak"

__ADS_1


"kamu sangat menyukai pantai?"


"ya, lebih mudah dijangkau ketimbang pegunungan" Kavita tersenyum


"nanti ikut denganku bisa?" tanya Jaemin mengagetkan Kavita


"eh~ kapan?"


"nanti jika senggang kuhubungi, aku ingin memastikan jika kamu mau ikut"


"boleh, syuting sudah mau mulai lagi kesanalah. ini yang terakhir, ayo semangat" kata Kavita melirik lokasi setelah mengangguk, Jaemin pun kembali ke lokasi


Setelah kepergian Jaemin Kavita merebahkan dirinya diatas pasir, kepalanya benar-benar pusing dan ia rasa dia harus segera menjadwalkan lagi bertemu psikolog setelah sekian lama menunda.


...****************...


Setelah syuting selesai Haechan segera mencari Kavita setelah bertanya pada ketua manajer dan Jaemin.


"Vita manajer" seru Haechan melihat Kavita yang merebahkan dirinya di pasir membuat Kavita yang mendengarnya segera duduk


"sudah selesai?"


"ya, kamu kenapa?" tanyanya Khawatir


"tak apa, hanya menikmati suara ombak dan melihat bintang"


"ah iya benar-benar suasana yang nyaman, ngomong - ngomong nanti ikut aku latihan yuk" ajak Haechan


"tentu saja, aku masih manajer sementara kalian jadi-"


"bukan latihan menari tapi memanah" potong Haechan


"memanah! kapan? ayo aku ikut" ujar Kavita semangat


"nanti kuatur waktunya, ayo berkemas lalu pulang" ajak Haechan senang melihat respon antusias Kavita dan pekerjaan syutingnya pun selesai


"ayo, aku juga sudah lelah ingin tidur" gumam Kavita mengikuti langkah Haechan


"manajer bilang apa?" tanya Haechan yang tak mendengar gumaman Kavita


"suara ombaknya menenangkan" kilahnya


"ah iya, sayang sekali kita harus pulang karena kita selesai tak terlalu malam jadi tak menginap" sahut Haechan


"tapi lebih baik begini, jadi bisa menambah hari libur kita" tambah Haechan lagi, kemudian dengan semangat berlari menghampiri yang lain baru selesai ganti pakaian.


Setelah semua mengemas barang para member dan manajer pulang ke dorm setelah berpamitan dengan para staff dan kru yang masih sibuk mengemasi peralatan.

__ADS_1


__ADS_2