Magic Dream

Magic Dream
Masalah yang Membingungkan


__ADS_3

"Yaa!!! Pabbo aniya?!!!"


"Hyung?!!" Seru dreamies


"Woah~ jinjja micchoso!!!"


"Hyung, Jo-" kata Kavita terpotong


"Neo chuggulle o'!!!" Teriaknya lagi


"O chuggoshippo, noemuhe" Kavita menjawabnya datar mendongakkan kepalanya memandang manager 127 tanpa berkedip namun matanya tak bisa berbohong ia mengucurkan air mata tanpa henti bahkan ia belum berkedip sekalipun


"Aaa~ jwesunghami-da" Kavita mengalihkan pandangannya, mengatakannya dengan suara bergetar menahan sesak didadanya lalu pergi begitu saja menarik secarik tissu dan topi bucketnya, ia keluar dari kantor dan berjalan kemanapun ia mau tanpa tujuan sambil memukul-mukul dadanya sepanjang jalan karena terasa makin sesak saja


"Hyung kenapa?! Kau marah tanpa alasan?!" Tanya Jaemin dengan nada agak tinggi


"Ya hanya masalah sepele kenapa sampai seperti tadi?" Haechan ikut heran


"Sepele! Haechana~" kata manajer hyung menimpali


"Setidaknya jangan berteriak seperti tadi padanya!!!" Renjun berteriak dengan lantang membuat semua tercengang, ia tak tahan lagi lalu menyambar mantel, topi dan maskernya ia tak peduli lagi jika di jalan nanti bertemu fans yang mengenalinya, yang ada dipikiran Renjun sekarang hanyalah ia dapat menemukan Kavita secepatnya


"Renjun~ kau mau kemana, hei!" Manajer hyung hendak mencegahnya namun ditahan oleh Jeno


"Biarkan dia, itu resiko yang harus hyung tanggung karena tindakanmu tadi" tegas Jeno


"Yaaa! Jika ia tertangkap-"


"Sudah jangan mengacau disini lagi hyung, ini bukan wilayahmu!" Tegas Mark menarik manajer hyung dibantu Haechan keluar dari tempat latihan NCT DREAM


......................


Sepanjang jalan Renjun menanyai beberapa orang lelaki untuk menghindari jika kalau-kalau yang ia tanya itu fansnya jika perempuan, bertanya tentang Kavita yang tak memakai mantel di musim dingin namun berpakaian panjang dan beberapa orang memberinya petunjuk kemana arah Kavita pergi tadi.


Setelah hampir lebih dari 15 menit ia mencari hingga cuaca semakin dingin saja. akhirnya ia menemukan Kavita, melihatnya baru masuk warung odeng.

__ADS_1


"Aigoo~ anak muda kenapa kamu keluar tanpa memakai mantel di cuaca dingin seperti sekarang?" Tanya ajuma pemilik warung heran sekaligus khawatir karena cuaca mulai lebih dingin hampir 15 derajat


"Tidak apa-apa saya suka dingin, tolong odeng satu" Kavita berbicara masih dengan suarana yang bergetar


"Aih~ tetap saja, kamu tak bisa keluar cukup memakai pakaian panjang saja. Lihat suaramu sampai bergetar begitu, ini minumlah kuahnya lebih banyak" ajuma memberikan kuah dengan wadah lebih besar padahal Kavita hanya memesan satu odeng saja


"Terimakasih" Kavita menerimanya dan langsung meminum kuahnya agar tubuhnya terasa hangat


"Akhirnya aku menemukanmu, pakailah ini" Renjun datang dan memakaikan mantel pada Kavita, syukurlah ia sempat membawa mantel Kavita juga yang kebetulan terletak disamping mantelnya tadi


"Ah kalian sedang bertengkar rupanya, untunglah kamu cepat menyusul pacarmu anak muda. Sebelum ia lebih kedinginan lagi, kudengar tadi suaranya juga sudah bergetar" jelas ajuma


"Eh? Nee ajumoni, tolong odeng satu lagi" Renjun terkekeh kikuk


"Ini anak muda, tak apa-apa tak perlu malu sudah biasa pertengkaran-pertengkaran kecil dengan pasangan dimasa muda kelak yang seperti itu justru akan langgeng" jelas ajuma lagi sambil memberikan pesanan Renjun


"Nee ajumoni, terimakasih" Renjun menerimanya


"Ini hotpack gratis untuk kamu, tanganmu sangat dingin tadi. Anak muda peluklah pacarmu agar lebih hangat lagi" ajuma memberikan hotpack ke Kavita dan meminta Renjun memeluknya


"Aih kalian masih malu-malu ternyata, Kulihat kalian pasangan yang sangat serasi pasti akan terus langgeng sampai pernikahan. Lihatlah yang satu cantik dan anggun satu lagi sangat tampan benar-benar. Kemarilah lagi setelah kalian menikah bahkan punya anak" katanya antusias


"Nee ajumoni, semoga saja" Renjun mengusap telinganya yang terasa panas


"Kenapa ragu seperti itu kalian pasti akan langgeng percayalah lihat saja nanti, ngomong-ngomong anak muda wajahmu agak familiar" katanya lagi dan melihat Renjun


"Aamiin, terimakasih do'anya ajumoni kami permisi dulu" Kavita menjawab tiba-tiba membuat pandangan ajuma teralihkan dari Renjun


"Nah begitu bagus, sudahlah berbaikan saja jangan bertengkar terlalu lama" tambahnya melihat Kavita mengeluarkan suaranya


"Nee tidak akan lama ajumoni, ini uangnya kembalian untuk ajumoni saja karena sudah mendo'akan kami" Renjun membayar setelah selesai memakan odengnya


"woah~ tapi tak perlu seperti ini aku hanya mendo'akan karena kalian terlihat sangat serasi" kata sang ajuma tak enak


"tidak apa terimalah itu karena kebaikn ajumoni" kata Renjun memaksa

__ADS_1


"baiklah terimakasih anak muda, ngomong-ngomong ketika keluar nanti peluklah pacar dengan erat sepertinya dia masih kedinginan" saran ajhuma


"baik, kami permisi dulu" Renjun pun dan keluar bersama Kavita merangkul pundaknya agar mengurangi kedinginan yang masih Kavita rasakan


"sepertinya manajer hyung sedang ada masalah, kenapa tiba-tiba membentakmu dengan alasan yang tak jelas. Jelas-jelas tak hanya sekali Haechan seperti itu" Renjun memulai percakapan


"mungkin ia sedang lelah"


"tapi tak seharusnya ia memarahimu seperti tadi hanya karena Haechan menginap di dorm dream saat ada jadwal 127, dia keterlaluan" rahang Renjun mengeras


"tak masalah aku hanya sedikit syok tadi, ngomong-ngomong tentang kamu yang akan mengajariku menari bisakah-" perkataan Kavita terpotong


"ide bagus, ayo sekarang" Renjun memesan taksi


"tapi latihan kalian tadi-"


"mereka juga pasti membolos hari ini, setelah kejadian tadi mana ada orang yang masih mood melakukan kegiatan disana" Renjun kembali memotong perkataaan Kavita


"kita beli hotpack dulu selagi menunggu, barang-barang kita yang masih di kantor akan dibawakan anak-anak nanti" jelas Renjun lalu membawa Kavita masuk toko untuk membeli hotpack


"woah~ lucunya" Renjun mengambil sepasang boneka moomin ukuran besar dan membawanya ke kasir


"banyak sekali yang kamu beli?" Kavita heran melihat Renjun membawa 2 kotak hotpack dan 2 boneka moomin besar


"eng~ untuk persediaan" Renjun memasukan 4 kantong hotpack ke saku mantel Kavita setelah membayar semuanya lalau keluar toko karena taksi juga sudah sampai


"pakai 2 dileher dalam mantel, ini untukmu juga ini" Renjun memberikan sekotak hotpack dan boneka moomin wanita yang ia beli yadi setelah masuk ke dalam taksi


"terimakasih" Kavita hanya menjawab singkat ia benar-benar tak punya mood saat ini


Hingga tak lama Kavita tertidur dengan memeluk boneka pemberian Renjun. Renjun menyenderkan kepala Kavita di pundaknya, agar tak terbentur jendela mobil.


"kamu pasti lelah, ada traumamu yang teringat kembali hingga mengatakan perkataan tadi. meskipun spontan entah kenapa perkataanmu membuatku takut" gumam Renjun setelah menyenderkan kepala Kavita


"ke apartemen xxx saja pak" katanya pada supir taksi agar tak jadi ke tempat penyewaan

__ADS_1


"baik" jawabnya dan memutar arah.


__ADS_2