Magic Dream

Magic Dream
Restoran Halal


__ADS_3

"tolong buatkan bentuk hati" pinta Renjun


"eng~ baiklah" jawab Kavita fokus


"aku lelah" bisik Renjun tiba-tiba membuat Kavita refleks melihat ke wajah Renjun sekilas


"istirahatlah, atau kamu mau keluar refreshing?" usul Kavita


"boleh juga, besok hanya pemotretankan? setelahnya temani aku keluar ya?" Renjun menatap Kavita dengan sungguh-sungguh


"baiklah, berhenti menatapku seperti itu" Kavita sangat fokus ke rambut Renjun membuat Renjun terkekeh gemas melihatnya


"bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Renjun


"Alhamdulillah tinggal perutku saja sedang menyesuaikan"


"syukurlah, aku benar-benar akan mengawasimu kedepannya. melihatmu seperti tadi benar-benar membuatku ketakutan setengah mati" Renjun mengomel


"terserah padamu tapi jangan terlalu berlebihan, aku baik-baik saja hanya terkadang memang bisa seperti tadi hehe. sudah selesai" Kavita terkekeh senang melihat hasilnya



"kamu ini selalu saja keras kepala dan membuat semua orang khawatir, janganlah selalu menggampangkan kesehatanmu sendiri" dengus Renjun


"aku baik-baik saja, sudah sana mereka sudah selesai tuh" Kavita mengalihkan pandangannya ke para staff yang sudah selesai menata persiapan


"hem~" Renjun berjalan ke arah member yang lain


"Yeorobun Hwaiting" Kavita menyemangati


"nee" jawab para member serentak.


Dan perekaman dance practice pun di mulai, Kavita memperhatikan mereka dengan takjub karena kekompakan mereka. Belum lagi gerakan album baru mereka kali ini benar-benar rumit dan semakin enerjik, terkadang Kavita masih merasa seperti mimpi saja bisa melihat mereka seperti sekarang.


"woah~ sangat bagus" Kavita bertepuk tangan dengan semangat setelah mereka selesai melakukan perekaman, membuat semua yang di ruangan terkekeh gemas melihat Kavita.


"kerja bagus semuanya terimakasih" kata PD nim


"Nee, terimakasih" para member serentak membungkuk pada para staff yang kembali merapikan peralatan


"akhirnya selesai juga, karena hari ini pulang lebih awal bagaimana kalau kita makan di luar aku yang traktir" ajak Chenle


"Ayo!" Jisung bersemangat


"agar manajer juga bisa ikut makan bagaimana kalau kita pergi ke restoran halal" usul Jaemin


"setuju" kata para member


"ah pengen ikut~" rengek Haechan


"hei kita masih ada jadwal dengan nct 127" kata Mark

__ADS_1


"eh iya" kata para member yang lain


"semangat kalian, ingat jangan terlalu lelah dan jangan begadang" Kavita menghampiri mereka


"nee, yaaah~ aku juga ingin makan di restoran halal" Haechan mengerucutkan bibirnya


"okay, benar aku pun penasaran" tambah Mark


"nanti kalau libur kalian bisa melakukannya bersama-sama full member, aku pergi ambil tas dulu" Kavita melenggang keluar menuju ruangan Baek untuk mengambil barang-barang juga tasnya


Setelah kepergian Kavita para member jadi ribut dan saling menggoda Haechan juga Mark yang tak bisa ikut kali ini, hingga menjadi ribut sampai Jaemin bilang mereka akan langsung pulang agar tak terus ribut. namun, kenyataannya mereka benar-benar pergi makan di restoran halal sebelum pulang.


...****************...


Sampai di restoran halal mereka meminta Kavita yang memesan makanan terutama makanan khas indonesia. Sehingga Kavita pun memesan pecel, rendang, soto dan ikan pindang, dan beberapa makanan khas korea seperti jajangmyeon, bibimbap, buldak chicken dan budae jigae yang sudah pasti halal tentunya.



Makanan pun sudah tersaji semua di meja selesai berdo'a Kavita pun ikut makan, pertama mereka makan bibimbap dan Kavita menambah rendang untuk lauknya dan para member pun ikut mencobanya.



"em~ masyaallah nikmat tuhan manalagi, cocok untuk healing juga ternyata aku akan sering-sering kesini kedepannya" Kavita bergumam senang


"tentu, aku akan menemanimu" bisik Renjun disamping Kavita yang mendengar gumamannya membuat Kavita menengok kaget ke arahnya




Selesai memperkenalkan dan mencoba semuanya, para member mengaku makanan Indonesia sangat enak dan cocok dilidah mereka, hal tersebut membuat Kavita senang.



"semuanya maaf ya aku akan menggunakan tanganku langsung kali ini untuk makan" Kavita mengambil pecel dan mulai memakannya


"iya tak masalah waktu jeno dan aku ke Indonesia untuk acara sosial pun mereka makan dengan tangan, meskipun terlihat tak biasa untuk kita tapi melihat mereka makan seperti itu membuat makanannya terlihat lebih enak" kata Jaemin, ia pun mencoba mengikuti Kavita makan dengan tangan.


"menarik, sepertinya enak" Renjun pun mengambil pecel dan ikut makan dengan tangan



"benar-benar seperti ada di Indonesia" Kavita terkekeh riang membuat yang lain gemas



Dan makanan penutupnya adalah budae jigae dan buldak chicken, mata Kavita berbinar melihatnya ia sangat menyukai pedas dan mereka sangat terlihat menggoda. Tanpa ragu Kavita pun ikut nimbrung makan bersama karena sajiannya terkumpul jadi satu wajan besar.



"nuna cobalah ayam juga ini sangat enak" ujar Jisung dan Kavita pun segera mengambilnya dan memakannya tanpa ragu.

__ADS_1


"cobalah kejunya juga untuk mengurangi pedasnya" saran Jeno


"nee" Kavita pun mengikuti sarannya menambahkan keju pada ayam


Dan mereka pun akhirnya selesai menghabiskan semua makanan.


"em~ apa tidak apa-apa kita makan sebanyak ini?" tanya Jisung ragu


"ei~ tak apa" jawab Jaemin


"hanya sesekali tak masalah" tambah Kavita


"apa kamu tak takut gemuk makan sebanyak tadi?" tanya Jeno


"ahahaha justru itu yang aku inginkan, karena dari dulu sebanyak apapun aku makan tetap saja berat badanku stay di 48" Kavita terkekeh ia mengeluarkan sisa buah yang dibawa hari ini dan memakannya


"benarkah?! Haechan hyung pasti akan sangat iri jika mendengar kata-kata nuna" kaget Chenle lalu ikut memakan buah


"pantas saja nuna sangat imut" celetuk Jisung


"Jisunga~ kau saja yang tumbuh sangat cepat" kata Renjun sambil memakan buah


"ya benar sepertinya Jisung akan tumbuh sampai 2 km" ujar Jeno membuat semua tercengang namun hanya Kavita yang terkekeh


"aigoo~ sudahlah hyung memang tidak bakat" ujar Chenle membuat yang lain tertawa


Terdengar suara televisi restoran memberitakan tentang ibadah Haji, Kavita yang mendengarnya sontak teringat alm neneknya hal itu membuat matanya berkaca-kaca dan spontan menundukkan kepalanya meneteskan air matanya yang tak terbentuk.


Tindakan Kavita tertangkap oleh Renjun, ia melirik gamis Kavita yang basah terkena tetesan air mata.


"kenapa?" tanya Renjun berbisik membuat Kavita menggeleng pelan lalu mengusap air matanya.


"manajer kenapa menangis?" tanya Jaemin yang memperhatikan Kavita yang mengusap matanya, hal itu membuat yang lain mengalihkan perhatian mereka juga


"aku hanya teringat almarhumah nenekku" Kavita mendongakkan kepalanya dan tersenyum


"tiba-tiba? kenapa?" tanya Jeno


"karena melihat berita itu ehehe" tunjuk Kavita pada televisi yang masih menyiarkan berita Haji


"beliau pasti sudah tenang di Surga" kata Jisung


"em~ sudah yuk kita pulang" Kavita melihat jam tangannya menunjukkan jam 10 malam lewat


"ayo, sebentar biar aku bayar dulu" Chenle bangun menuju kasir


"ei~ tuan muda gomawo" goda Jaemin menyusul Chenle


ting terdengar suar pesan masuk


'besok jadi ya' Kavita melihat pesan masuk yang ternyata dari Renjun, hal itu membuatnya terkekeh sebentar lalu bangun dari duduknya

__ADS_1


"nee, ayo" ucapnya pada Renjun yang masih duduk sedangkan yang lain sudah beranjak menyusul Chenle ke kasir, jawaban Kavita membuat Renjun tersenyum salah tingkah.


__ADS_2