
Hai semuanya...
Jangan lupa vote dan comen ya...
Typo bertebaran...
Happy reading...
*·*·*·*·*·*·*
Author pov
Setelah pertandingan dari lea, pertandingan kembali di lanjutkan, murid-murid yang menonton kembali heboh akan pertandingan selanjutnya.
"Baiklah pertandingan selanjutnya adalah pertandingan dari Sergea Vany melawan Laura ozaka yumesty dari guardian team"
Gea dan laura pun memasuki arena pertandingan, gea masuk dengan wajah datarnya sedangkan laura masuk dengan senyum yang menghiasi wajahnya, jika di lihat dari luar maka orang yang melihat laura akan menilai bahwa ia adalah wanita polos namun kenyataannya adalah laura itu adalah wanita dengan sejuta kelicikan.
Gea pov
Saat ini lawan gue adalah anggota guardian team yang katanya kuat, gue sedikit tertarik akan hal itu, karna gue adalah orang yang suka dengan lawan yang kuat.
Gue lihat lawan gue atau laura sudah mengeluarkan senjatanya yang berupa cambuk berwarna ungu, gue pun juga mengeluarkan senjata gue yaitu double sword gue.
Senjata double sword gue itu memiliki semacam ukiran aliran di bagian pedangnya dan berwarna emas dengan ukuran khusus di badannya.
Laura mengayunkan cambuknya ke gue tapi gue bisa dengan mudah baca gerakan dua alhasil gue berhasil menghindar, gue berlari ke arah dia dengan mengayunkan pedang gue ke dia tapi dia juga berhasil menghindar.
Gue akui dia sedikit hebat karna bisa menghindar dari serangan gue, tapi gue gak akan kalah dengan mudahnya.
Gue mengalirkan kekuatan api gue ke pedang gue dan hasilnya pedang gue sudah di penuhi api berwarna orange, gue ayunkan dengan gerakan memutar dan api yang ada di pedang gue meluncur ke arah laura.
SUTT..
BUMM..
Awalnya laura berhasil menghindari serangan gue tapi tidak dengan serangan ke dua, serangan ke dua gue berhasil mengenai perut dia tapi dia sempat memberikan pelindung pada tubuhnya namun bisa dengan mudah di hancurkan oleh api gue dan akhirnya laura terkena api gue.
Tapi dia sepertinya belum menyerah" Ohh..kuat bertahan..hebat juga" gue lihat dia berdiri dari jatuhnya."cih" laura mendecih.
Laura mengayunkan cambuknya dan lagi lagi gue dengan mudah menghindar tapi ternyata gue salah cambuk dia ternyata melilit gue dari belakang.
Laura mengalirkan kekuatan petirnya ke gue cambuknya dan merambat ke arah gue tapi sebelum petir itu sampai ke arah gue berteleportasi ke belakang dia.
CTARR..
BUUMM..
Gue menggunakan kekuatan api gue untuk melumpuhkannya terlebih dahulu baru menggunakan kekuatan gravitasi untuk mengangkatnya dan melemparinya ke tembok.
Alhasil laura sudah tidak berdaya dan di penuhi banyak luka."Ternyata biasa aja" ucap gue.
Gea pov end
Author pov
"Baiklah pemenangnya adalah Sergea Vany!" Ucap pak ed dengan nada heboh.
Murid murid bersorak heboh karna mereka baru saja menonton dimana anggota guardian team yang kaitannya kuat, kalah di tangan anak baru.
Gea berjalan ke arah sahabatnya yang sudah menunggunya."widihh...sadis juga ternyata kakak gea kita ini" ucap dhea sambil memainkan alisnya.
__ADS_1
Mereka semua tertawa mendengar ucapan dhea.
"Iyalah...mangkanya Jangan main main dengan gue..." ucap gea dengan suara yang serius alias pura pura serius. "Siap" ucap mereka sambil bergaya hormat bendera.
"Hahaha"
Mereka semua tertawa hingga tidak ada yang menyadari bahwa ada yang memperhatikan mereka dengan tatapan tajam dan benci serta ada juga yang menatap mereka dengan tatapan kagum.
"Baiklah pertandingan selanjutnya adalah pertandingan dari Mourea flow melawan gabby ourin kern dari guardian team"
Rea pov
Akhirnya giliran gue juga, dan gue bakalan melawan si nenek lampir yang satu ini, lihat aja apa yang bakalan gue lakuin. Gue bakalan bikin mereka menarik semua ucapan mereka tadi.
Gue mengeluarkan senjata gue yang berupa Double Gun berwarna hitam dengan ukuran angin berwarna gold di bawah pistol itu.
Gue lihat si nenek lampir a.k.a gabby juga mengeluarkan senjata yang kalo gue lihat itu adalah kipas berwarna pink putih dengan gambar bunga sakura.
DORR..
CTAK..
Gue menembak ke arah gabby tapi tembakan gue di tangkis menggunakan kipasnya, dan dia mengkipaskan kipasnya ke arah gue yang menghasilkan angin yang cukup kuat, tapi itu hanya membuat gue sedikit bergeser.
Dia kembali mengipaskan kipasnya ke arah gue, tapi kali ini bukan angin yang melihat tapi melainkan pisau-pisau kecil berwarna putih yang sangat tajam.
Ctik..
Ctik..
Ctik...
Gue menggagalkan serangan itu dengan cara menembakan peluru gue ke arah pisau itu yang membuat pisau itu jatuh ke tanah.
Gue menangkis semua pisau itu dengan element angin gue, dan akhirnya semua pisau itu jatuh, tapi ternyata gabby berteleport ke belakang gue dan mencoba menendang gue dari belakang tapi gue dengan cepat berbalik dan salto untuk menghindari tendangan itu.
Gue menembakan peluru ke arah atas yang dimana sudah gue aliri kekuatan elemen gue yang membuat ribuan panah angin menghujani tanah, tapi hanya daerah yang udah gue tentukan yaitu hanya sekitar gue dan gabby, lebih tepatnya sekitar gabby.
Rea pov end
Gabby tidak sempat menghindari serangan dari rea tersebut yang mengakibatkan dia terluka dan terduduk di lantai area dengan keadaan lemas.
Rea berjalan perlahan menghampiri gabby yang masih meringis pelan karna lukanya. "Sekarang gue kasih tau ke elo, kalo memang lo kuat gak berarti lo bisa menganggap semua orang lemah" rea mengucapkannya dengan santai sedangkan gabby masih tertunduk malu.
"Bersyukur karna ini hanya pertandingan biasa, kalo enggak gue bakalan pastiin kali elo gak akan selamat." Bisik rea, membuat gabby menegang.
Rea pergi meninggalkan gabby yang sudah di hampir oleh para anggota healing, menuju para sahabatnya yang menontonnya di pinggir arena.
"Gimana?" Tanya thea.
"Biasa aja, gak asik...padahal Gue udah semangat karna bakalan ngelawan anggota guardian team yang katanya kuat, eh.. ternyata biasa aja." Gerutu rea, yang lain hanya terkekeh pelan.
"Baiklah untuk pertarungan selanjutnya akan di tunda dulu, dan sekarang kalian boleh istirahat" ucap pak ed pada seluruh murid yang ada di arena pertandingan.
sebagian murid ada yang pergi ke kantin untuk membeli makanan dan minuman, dan ada juga yang tetap setia dengan kursinya dan hanya bercerita dengan temannya tentang pertandingan yang baru terjadi.
Sedangkan thea dkk hanya duduk di pinggir arena sambil bercerita dan berpendapat tentang kemampuan para anggota guardian team.
Saat thea dkk sedang asik berbicara, zero dkk datang menghampiri mereka. "Hai guyss.." sapa kenzo yang mengalihkan tatapan thea dkk.
"Hai juga...kenapa ya?" Tanya dhea.
__ADS_1
"Gak sih cuma mau ikut gabung aja..boleh gak?" Kenzo berucap canggung.
"Oh..boleh aja silahkan gak ada yang melarang kok" kenzo tersenyum mendengar perkataan dhea.
Zero dkk bergabung dengan thea dkk, dan posisi bersikap adalah membentuk lingkaran denga rea bersebelahan dengan andro dan dhea bersebelahan dengan kenzo.
"Tadi kalian hebat banget.. Gue gak nyama ternyata kalian para anak baru bisa ngalahin safera dkk yang notabene anggota guardian team." Ucap taro, thea dkk hanya senyum menanggapinya.
"Biasa aja sih.. itu untuk membuat mereka jera dan mereka gak sombong lagi" zero dkk mengangguk mengerti mendengar perkataan rea.
"Oh iya nanti pertarungan selanjutnya adalah pertarungan dhea dan thea melawan safera dan ella kan, gue jamin ini pasti akan sangat seru" thea dan dhea terkekeh mendengar ucapan vano
"Kita lihat aja nanti" ucap thea dan dhea sambil mengedipkan matanya.
Merek semua tertawa kecuali zero yang hanya terkekeh kecil,tanpa perduli dengan keadaan di sekitar mereka yang sedang kesulitan nafas karna melihat tawa mereka.
"Ya tuhan pangeran zero gue ketawa!!"
"Gue pengen ikut gabung deh..."
"Pangeran gue ketawa... astaga!! Beruntung banget mereka!"
"Astaga andro gue ketawa"
"Kenzo jadi makin ganteng deh kalo ketawa"
"Vano bikin gue meleleh"
"Taro jadi pengen gue bawa pulang, boleh ya?"
"Wah thea cantik banget sih.."
"Gue iri deh"
"Lea buat gue deh"
"Rea tawa mu membekukanku"
"Dhea kusayang"
"Mereka cocok ya"
"Gea jadi manis ya kalo ketawa"
"Plis jangan gitu, gue gak bisa napas liat tawa kalian"
Ketika orang-orang memuji thea dan zero beserta sahabatnya, ada rombongan lain yang sedang menatap marah mereka di tempat lain, mereka tidak lain dan tidak bukan adalah safera dkk.
"Liat aja, bakal gue balas kalian" ucap safera dalam hati.
Thea sebenarnya menyadari tatapan safera dan juga mengetahi isi pikiran dari safera, namun ia hanya diam dan menatap tajam safera dari kejauhan.
"Lo bakal nyesel karna pernah berurusan sama gue safera" batin thea.
«««««SELESAI»»»»»
Hai semuanya...
Maaf kalo banyak salah kata dan kurang menarik..
__ADS_1
Jangan lupa vote,comen dan follow ya...
Sekian...