MAGIC STORY

MAGIC STORY
MAGIC STORY-20


__ADS_3

Haiiiii semua.....


Typo bertebaran!!!


Jangan lupa vomen....


                Happy reading 


Angin sejuk menerpa wajah cantik thea yang sedang bersantai di bawah pohon besar di tempat yang sama saat ia bersama zeen.


Saat ini thea sedang membolos mata pelajarannya karna ia sedang tidak memiliki mood untuk belajar.


Alhasil ia ada di bawah pohon, bersantai dengan apel merah yang ia santap dari tadi.


Saat apel tersebut habis thea pun akhirnya mengambil memasang earphone yang sedari tadi ada di lehernya.


Dan bibirnya pun ikut bergerak mengikuti lirik yang menghasilkan nyanyian yang terdengar sangat indah.


Amazing Grace - Celtic Woman


Amazing Grace, How sweet the sound


That saved a wretch like me


I once was lost, but now am found


T'was blind but now I see


T'was Grace that taught my heart to fear


And Grace, my fears relieved


How precious did that grace appear


The hour I first believed


Through many dangers, toils and snares


We have already come.


T'was grace that brought us safe thus far


And grace will lead us home,


And grace will lead us home


Amazing grace, Howe Sweet the sound


That saved a wretch like me


I once was lost but now am found


T'was blind but now I see

__ADS_1


Was blind, but now I see.


Tanpa sadar thea terus bernyanyi sehingga ia tak tau bahwa sedari tadi ada yang duduk di sebelahnya dan memperhatikan thea yang bernyanyi sambil memejamkan mata birunya.


Nyanyian thea pun selesai dan ia pun membuka matanya dan terkejutnya ia saat melihat ada sosok lain di sebelahnya.


"Zero.. sejak kapan lo di sini" zero pun tersenyum kecil.


"Dari awal sebelum lo nyanyi" zero berkata santai.


"Gila.. ngapain lo di sini"


"Gak ada sih, gue cuma mau liat lo dan ngasih ini" zero pun mengeluarkan apa yang di pegangnya di belakang punggungnya.


Mata thea pun berbinar dan mengambil apa yang di berikan zero tersebut.


"Lama lama bisa gendut gue kalo lo kasih gue kue terus" thea berucap dengan nada kesal tapi senang.


"Biarin aja... gue seneng liat lo jadi ngegemesin dan seneng kayak gini, gue mau liat terus, apalagi kalo lo seneng karna gue"


Thea tak sadar bahwa pipi nya kini sudah merona." Ciee yang merona karna gue.." goda zero.


"Ih apaan coba sapa juga yang merona, ini itu cuma panas ya" elak thea, dan zero pun hanya tertawa menanggapinya.


Thea pun melampiaskan salah tingkahnya dengan memakan kue yang di berikan oleh zero tadi dan karna kesal zero terus tertawa, thea pun menyedok kue tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut zero.


Alhasil zero terdiam dengan wajah memerah yang tak di ketahui penyebabnya. Salah tingkah kah?...entahlah....


Zero yang melihat itu pun membalas perlakuan thea dengan mencium pipi thea, yang membuat krim yang menempel di sekitar bibir zero itu ikut menempel di wajah thea.


Thea pun membulatkan matanya karna zero menciumnya dan kemudian ia mengambil sedikit krim di kue nya dan menolaknya ke wajah zero, setelah itu ia berlari menjauhi zero yang menampilkan senyum nya.


Ia pun berdiri dan mengejar thea yang sudah berlari tersebut.


"Awas lo thea"


Thea pun tertawa dan terus berlari sambil memeletkan lidahnya pada zero di belakangnya.


Zero pun berlari secepatnya untuk mengejar thea yang masih terus berlari sambil tertawa. Zero yang melihat pemandangan tersebut pun entah mengapa merasa sangat bahagia.


Thea yang biasanya bersikap dingin di hadapan orang lain, kini ia sedang tertawa bebas di hadapannya, dan ia juga tertawa bahagia karna dirinya.


Dan hal itu membuat sesuatu di dalam dada zero menghangat dan pikirannya selalu berkata nama thea.


Zero pun melebarkan senyum nya dan menangkap thea yang sudah dekat dengannya.


HAPPP


Thea pun tertangkap oleh zero dan zero pun menjatuhkan thea sambil menggelitik perut thea yang membuat thea tertawa kegelian.


"Hahaha..Zero stop..haha..stop"


Melihat thea yang mulai kelelahan zero pun menghentikan kegiatannya dan ikut berbaring di sebelah thea.

__ADS_1


Disaat thea sedang mengatur nafasnya, zero hanya memperhatikan wajah cantik thea dari samping. Bulir keringat yang menetes dari dahi hingga mengalir ke pipi thea, membuat thea terlihat semakin cantik.


Sesaat sudah mengatur nafasnya thea pun memiringkan badannya kearah zero yang berada di sebelah kanannya.


Zero yang tadinya menatap wajah samping thea kini berhadapan dengan mata biru cantik thea yang amat sangat menenangkan.


Thea pun begitu, tersihir oleh mata coklat gelap namun teduh milik zero.


Angin sejuk menerpa wajah mereka dan membuat rambut thea bergerak menutupi sebagian wajah thea.


Belum sempat thea menyingkirkannya, sudah ada tangan lain yang melakukan hal tersebut, dan yang melakukannya tak lain adalah zero pastinya.


Dengan gerakan pelan zero menyingkirkan rambut tersebut dan menyediakannya di belakang telinga thea, tak sampai di situ, zero pun mengusap dengan pelan pipi thea dan menikmati kegiatannya tersebut.


Thea yang di perlakukan seperti itu pun hanya diam membisu sambil menikmati apa yang di lakukan oleh zero.


Tatapan mata mereka tak putus dari tadi, saling tenggelam dalam keindahan dua bola mata tersebut, hingga....


"Eeaaaa... udah kali mesra-mesraannya, malu woy sama yang jomblo"


Suara yang sedikit cempreng menghancurkan suasana indah nan romantis mereka. Suara laknat itu pun berasal dari salah satu rombongan.


Dan rombongan itu adalah andro,kenzo,taro,vano,gea,rea,lea,dan dhea. Dan suara itu adalah suara kenzo.


Zero dan thea pun bangkit dari posisi baringnya. Zero menatap kenzo dengan tatapan mematikannya, sedangkan thea yang menampilkan wajah datarnya.


Saat rombongan tadi sudah duduk bergabung dengan thea dan zero, dan mereka duduk dengan posisi melingkar.


Kenzo yang mendapatkan tatapan mematikan dari zero pun hanya cengengesan tak karuan sambil menggaruk tengkuk nya.


Sedangkan yang perempuan asik menggoda thea yang hanya berusaha untuk tidak tersenyum, tapi ia tak tau bahwa pipinya sudah memerah tomat.


"Cieee liat dehh pipinya udah mereka gitu.." goda lea.


Thea pun menutup jajahan dengan kedua tangannya dan tawa mereka pun pecah melihat kelakuan thea.


"Lain kali kalo mau mesra-mesraan jangan di sini ya.. kasian yang jomblo" ujar kenzo.


"Iya yang jomblo kan elo" balas taro.


"NGACAA WOY" balas kenzo ngegas.


Dan mereka pun saling tertawa dengan kenzo dan taro saling menghina, di tambah andro yang memanas manasi keadaan.


Dan yang perempuan hanya tertawa menikmati tontonan di depan mereka.


            «««««SELESAI»»»»»


Haiii....


Jangan lupa vomen!!


Sekian Rc.

__ADS_1


__ADS_2