MAGIC STORY

MAGIC STORY
MAGIC STORY-13


__ADS_3

hai semuanya..


jangan lupa vomen...


typo bertebaran...


                 🖤Happy reading🖤


Setelah semua keperluan untuk ke pegunungan Elforst selesai thea dkk pergi ke kantin.


di perjalanan menuju kantin thea dkk bertemu dengan safera and the gang nya.


Fyi..  safera dkk itu adalah murid dari S class gold jadi mereka berada di bawah thea, zero dkk, meski begitu mereka memiliki kemamuan yang cukup hebat dan membuat mereka bisa masuk ke dalam guardian team.


(LANJUT)


Safera dkk menatap sinis ke arah thea dkk karna safera masih memiliki sedikit rasa kesal pada thea dkk, lebih tepatnya thea.


"gue bakal bikin lo nyesel karna sudah berurusan sama gue.. ngerti lo!" ucap safera.


thea terkekeh sinis. "oh ya?... seharusnya lo yang nyesel karna lo udah salah milih lawan" setelah mengucapkan itu thea pergi dan di susul oleh sahabatnya.


sesampainya di kantin thea langsung duduk di kursi yang kosong dan memesan makanannya.


tak lama kemudian lea, rea, gea dan dhea pun sampai di kantin dan ikut duduk di tempat dimana thea berada, saat sampai di tempat duduk lea hanya berceloteh tidak jelas tentang sefara dkk.


"gue kesel banget sama safera dkk itu apalagi safera.. ih gedeg banget gue... pengen gue golok tuh orang rasanya..pokoknya--- hmm... ih thea lo mah kok gitu sih"


bagaimana lea tidak makin kesal, orang saat dia sedang berceloteh kesal tentang safera thea malah menyumpal mulutnya dengan nasi goreng milik thea yang tadi ia pesan.


" lo berisik" ucap thea santai.


"abisnya gue kesel banget sama TANTE safera dkk itu" ucapnya sambil menekankan kata tante.


"tante?" itu yang bertanya adalah rea.


"iya tante... lo gak liat baju udah kayak baju bocah sd, muka udah kayak adonan kue rainbow gitu warna warni.. bukannya bagus malah kayak tante-tante"


mandengar itu mereka terkekeh pelah, karna yang di ucapkan oleh lea itu memang benar... dandanan safera dkk itu tidak jauh dengan sebutan tante-tante.


"ya udahlah yang dandan dia, yang heboh juga muka dia... gak usah di peduliin" ucapan dhea di setujui yang lain.


sehabis membicarakan safera dkk, mereka pun melanjutkan makan mereka dengan tenang, sebelum gangguan datang lagi pada mereka.


"Hai cantik... Kita-kita gabung ya" ucap seorang playboy cap kutu yang tak lain dan tak bukan adalah kenzo.


Dengan santainya kenzo..lebih tepatnya zero dkk... duduk bergabung dengan thea dkk tanpa menunggu izin dari sang empunya.

__ADS_1


Karna sangat cuek atau bahkan tidak perduli, thea dkk mengabaikan keberadaan zero dkk yang sudah bergabung dengan mereka.


Tapi thea merasa sangat nyaman karna kenzo sedari tadi hanya mengoceh tidak jelas karna di abaikan.


"Woi... lah diam diam bae... ngopi woi... jangan diam bae kasian kan abang kenzo yang ganteng ini di dicuekin.."ucapan Kenzo mendapat tatapan mematikan dari thea dkk.


Karna kesal thea pun bangkit dari duduknya dan pergi entah kemana.


Rea,gea,dhea,dan lea pun semakin kesal karna thea pergi, kemudian mereka menatap kesal ke arah kenzo yang sudah terdiam menelan ludah karna di tatap oleh rea,gea,dhea,dan lea.


"Wah guys... santai.. gue gak tau kalo bakal seperti ini.." Kenzo berucap dengan nada bersalah.


Huffh


Dhea menghela nafasnya sejenak."Karna lo udah bikin thea marah dan bikin moodnya down lo harus balikin moodnya lagi"


"Apa yang harus gue lakuin biar thea gak marah lagi, ya kali besok gue bakalan satu kelompok sama dia tapi gue sama duanya marahan...Jadi Apa yang harus gue lakuin?" Dhea mengangguk pelan sebelum berbicara.


"Harus harus lo lakuin adalah---"


Bola mata kenzo membulat sempurna bahkan bukan hanya kenzo tapi vano,taro andro pun juga begitu, sedangkan zero dia menutupi raut terkejutnya dengan wajah datarnya.


"Lo serius dengan begitu thea bakalan gak marah lagi sama gue?" Tanya kenzo.


"Gue serius"


(SKIP)


Dilain tempat dimana ada thea disana yang sedang baring dengan tenang di dekat pohon besar di belakang gedung alteron academy.


Saat ini thea hanya sedang bersantai menikmati hembusan angin yang membelai wajahnya sambil menutup kedua bola mata biru cantiknya itu.


Sesaat thea diam sejenak sebelum dia bangkit dan duduk menyender di batang pohon besar tersebut.


Thea mengangkat tangannya dan dia arahkan ke tanah dan merapat sebuah mantra.


Zercius pettnoz


Sesaat sesudah merapat mantra tersebut sebuah cahaya kecil muncul kemudian hilang kembali dan di gantikan dengan munculnya seekor serigala berwarna hitam dengan warna emas bercampur biru terlusik di sekitar kepala dan kakinya.


Serigala tersebut berukuran sebesar seekor sapi dewasa bahkan lebih besar sedikit lagi.


ZEEN


Adalah nama dari rubah tersebut."Hai zeen aku merindukanmu" ucapan thea di balas dengan dorongan dari rubah tersebut dan sebuah jilatan di pipinya.


Thea tertawa kegelian karna jilatan dari zeen, sedangkan zeen kini sudah merubah ukurannya menjadi sedikit lebih kecil seukuran seekor serigala normal.

__ADS_1


Zeen berbaring di tanah dan mengusel usel kepalanya di perut thea.


Manja


Ya zeen sangat manja kepada thea, dan itu adalah hal paling menggemaskan menurut thea.


Thea menaruh kepala zeen di tanah dan memintanya untuk membesarkan kembali tubuhnya, dan zeen menurut.


Saat tubuh zeen kembali besar seperti ukuran awal, thea merebahkan tubuhnya di antar tubuh zeen dan memeluk tubuh lembut penuh bulu itu.


"Aku sangat lelah zeen dan mengantuk jadi biarkan aku tidur dulu" zeen tentu menurut dan memposisikan tubuhnya agar thea merasa nyama dalam tidurnya.


Karna thea sudah masuk kedalam mimpinya zeen pun menyusul nona cantiknya untuk masuk ke dalam dunia mimpinya.


Dan saat itu dua makhluk berbeda jenis itu tidur dengan nyaman di teman angin sejuk tanpa ada yang mengusik mereka.


Tapi karna itu mereka tidak menyadari bahwa ada yang melihat dan mengawasi mereka sejak awal bahkan sebelum thea memunculkan zeen.


"Dia sangat cantik dan membuat ku semakin ingin untuk memilikinya" gumam seseorang itu.


Setelah itu ia memunculkan sebuah cahaya kecil dan mengarahkannya ke thea, saat cahaya itu sampai ke thea cahaya itu menyebar ke sekitar thea dan membentuk sebuah lingkaran yang melindungi thea dan zeen.


Setelah membuat pelindung tersebut, orang tersebut pergi seiring dengan hembusan angin yang datang.


Sedangkan thea yang merasakan sebuah sihir di sekitarnya menggeliat dalam tidurnya, saat ia ingin bangun di memfokuskan dirinya untuk merasakan energi sihir tersebut.


Dan saat ia merasa bahwa energi sihir tersebut tidak bahaya ia pun melanjutkan tidurnya kembali sebelum bergumam pelan.


"Terima kasih"


"Aron"


      


             «««««SELESAI»»»»»


Aron??


Siapa ya itu??


Penasaran??


Tunggu aja ya chapter selanjutnya...


Bye bye..


Sekian Rc.

__ADS_1


__ADS_2