
Hai semuanya...
Jangan lupa vote and comen ya..
Typo bertebaran...
Happy reading...
*·*·*·*·*·*·*
Author pov
Seusai dari ruang pelatihan seluruh anak anak S class diamond, kembali ke kelas karna jam pelajaran masih berlanjut, jam yang kedua ini adalah jam senjata atau bisa di bilang bertarung menggunakan senjata.
Saat sudah sampai di kelas mereka langsung duduk di tempat masing masing termasuk thea dkk yang duduk di tempat kosong yang tersedia.
Cara duduknya adalah seperti di lapangan bola atau bisa di bilang kursinya dari atas ke bawah tapi tempat duduknya di pisah, 2 bagian tengah untuk 3 orang dan duduk kiri kanan untuk 2 orang.
(BACK TO TOPIC)
Thea,lea dan dhea duduk di kursi 3 orang di sebelah kiri sedangkan rea dan gea di kursi dua orang di sudut kiri jadi mereka bersebelahan.
Mereka semua duduk dan tak lama kemudian masuklah seorang guru laki-laki yang terlihat ramah namun tegas, guru itu sempat bingung thea dkk tapi ia mengingat akan perkataan kepala sekolah bahwa di kelas S class diamond terdapat 5 murid baru yang kemampuannya tidak bisa di remehkan.
"Baiklah semuanya...perkenalkan nama bapak adalah eldion sifer dan panggil saja saya pak dion...untuk anak baru silahkan perkenalkan diri kalian di tempat duduk kalian saja" thea dkk pun hanya berdiri dari duduknya dan memperkenalkan diri.
"Athea rein"
"Zhalea lexa"
"Adhea ezca"
"Mourea flow"
"Sergea Vany"
"Apa kalian tidak memiliki marga pada nama kalian?" Para murid lain pun menatap thea dkk dengan raut wajah penasaran.
"Tidak" jawab kompak thea dkk sedangkan pak dion hanya mengangguk mengerti.
"Baiklah saya adalah guru ramuan...dan sekarang kita akan membuat ramuan pengendali" murid-murid yang lain memandang pak dion dengan raut wajah penasaran.
Menyadari dengan raut wajah muridnya pak dion pun menjelaskan tentang ramuan itu.
"Ramuan pengendali adalah ramuan yang bila kita lemparkan pada suatu objek makan objek tersebut dapat kita kendalikan menggunakan pikiran kita, ramuan itu memiliki batas waktu yaitu sekitar 30 menit, dan ramuan ini dapat mengendalikan apapun kecuali manusia dan hewan yang sudah memiliki tuan atau Magical Pet"
Setelah menjelaskan pak dion menyuruh muridnya untuk membuat ramuan dengan kelompok berisikan 5 orang sampai pada akhirnya bel istirahat berbunyi.
Ting...Ting...Ting...
"Nah anak anak...kalian bikin ramuan itu dengan sebaik mungkin dan kumpulkan minggu depan...dan sekarang kalian boleh bubar" setelah mengatakannya pak dion keluar dari kelas di susuk oleh murid yang ingin ke kantin.
Thea dkk pun juga pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang lapar.
Sesampainya di kantin mereka langsung duduk di meja bagian pojok yang merupakan tempat strategis bagi mereka.
__ADS_1
Oh iya..di kantin ini cara memesannya adalah dengan tab yang di sediakan oleh AA agar murid tidak perlu berdesakan atau mengantri makanan.
Makanan yang dapat di sajikan adalah bebas sesuai yang di inginkan jadi tidak perlu bingung ingin memakan apa, dan semua makanan di sini itu gratis...Karna di buat menggunakan sihir khusus tapi meski di buat menggunakan sihir makanan di sini tetap enak bahkan sangat enak.
(back to topik)
Setelah memesan thea dkk makan dalam diam dan menyantap makanan mereka dengan tenang sampai datang orang yang menganggu mereka.
"Kita boleh makan di si gak...yang lain udah penuh" mereka menatap orang yang berbicara di depan mereka yang ternyata adalah zero dkk.
"Terserah" setelah rea mengatakan kalimatnya thea dkk melanjutkan makan mereka dan di susuk oleh zero dkk setelah mereka memesan makanan mereka.
Lagi-lagi acara makan mereka yang tenang harus terganggu karna sekarang meja mereka di datangi oleh sekumpulan perempuan yang sangat terlihat bukan seperti seorang remaja putri tapi melainkan seorang tante-tante.
BRAKK..
Meja mereka di gebrak dengan kuat yang mengakibatkan meja thea dkk dan zero dkk menjadi pusat perhatian di kantin.
"Heh lo mending lo pindah, karna gue mau duduk di sini sama pangeran gue...jadi lo harus pergi dari sini sekarang!!" Thea dkk hanya memandang datar sekumpulan perempuan itu, sedangkan zero dkk menatap sini mereka.
"Jijik banget gue sama tante tante kayak lo" taro berbicara dengan gaya seolah olah ingin muntah.
Yang lain berusaha menahan tawa mereka agar tidak pecah tapi sepertinya hal tersebut tidak untuk rea,lea dan dhea.
"HAHAHAHAHA" rea,lea dan dhea tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut mereka sedangkan thea dan gea hanya tersenyum tipis.
"Eh lo!! Kenapa lo ketawa ha!! Lo mau mati di gue!! Lo gak tau kan siapa gue!! Gue safera lousia ender dan gue adalah putri dari kerajaan jadi lo sebaiknya turuti semua perintah gue atau lo tau sendiri akibatnya!!" Fera berucap sambil menunjuk thea dkk.
"Oh ya? Lo putri? Kok lebih mirip sama tante-tante sih?" Ucap lea dengan nada meremehkan.
"Lo!!asal lo tau ya gue ini adalah anggota guardian team dan lo itu bukannya tandingan gue!!" Ucap safera sambil menunjuk thea dkk.
"Kalo lo emang anggota guardian team berarti lo kuat dong?" Safera membalas ucapan thea dengan tatapan remeh.
"Kalo iya kenapa...Lo takut ha!" Thea tersenyum smirk yang membuat orang berdidik ngeri kecuali para sahabat thea.
"Gue takut...jangan harap" thea berbicara dengan suara rendah yang menyeramkan."gimana kalo pulang sekolah kita tanding aja" lanjutnya.
"Lo yakin mau ngelawan gue..Lo itu cuma anak baru...entar mati lagi" ucap safera sambil tertawa remeh.
"Oh ya...Kita liat aja nanti siapa yang mati" setelah mengucapkan itu thea pergi keluar kantin di susuk oleh sahabat thea yang lain.
Setelah thea keluar zero dkk yang dari tadi hanya menonton, berdiri dari duduk mereka dan berjalan ke luar kantin tapi sebelum keluar kantin taro mengucapkan kalimat yang membuat safera dkk menegang dan seisi kantin berdidik ngeri.
"Lo salah karna menantang thea dkk.. perlu gue kasih tau kalo thea dkk baru saja membunuh monster level 35 dalam satu jentikan jari" setelah itu taro langsung menyusul teman-temannya.
Ting...Ting...Ting...
Mereka yang tadinya melamun dengan pikiran masing-masing tersentak kaget karna bunyi bel tanda istirahat habis dan harus kembali ke kelas.
(Di kelas thea dkk)
Setelah keluar dari kantin thea dkk langsung kembali ke kelas dan duduk di tempat masing-masing.
Thea meletakan kepalanya di lipatan tangan di atas meja, gea,rea,lea dan dhea hanya mengendikan bahu melihat tingkah thea.
__ADS_1
Ting...Ting...Ting...
Bel berbunyi tapi thea tetap setia dengan posisinya, karna ia sudah berada alam mimpi sampai guru pengajar tiba.
"Te..thea..bangun udah ada guru" thea langsung bangun dan menetralkan rasa kantuknya.
Setelah menghilangkan rasa ngantuknya thea memfokuskan dirinya terhadap mata pelajaran di kelasnya yaitu mata pelajaran power basic dimana pelajaran untuk melatih basic power yang di miliki oleh para murid.
Gurunya pun seorang wanita paru baya yang cantik dan baik bernama bu viviani risany dreas atau di panggil bu vivi.
"Nah anak-anak sebelum ibu mengajar tentang basic power kalian ibu ingin tau terlebih dahulu basic power yang kalian miliki dan berhubung kita juga baru masuk setelah tes bulan lalu ibu juga ingin mengetahui nama kalian" jelas bu vivi panjang lebar.
Author pov end
Thea pov
Sekarang gue lagi belajar mata pelajaran basic power dan gurunya adalah bu vivi. Sebelum belajar bu vivi menyuruh kami untuk memperkenalkan diri dan memberi tahu apa itu basic power kami.
Basic power adalah kekuatan atau kemampuan kedua yang kita miliki. kekuatan pertama adalah kekuatan element atau bisa di bilang kekuatan alam sedangkan basic power adalah kekuatan yang berasal dari tubuh kita sendiri, contohnya adalah kemampuan healing,Teleportasi, membaca pikiran dan lain lain.(back to story).
Perkenalan pun di mulai dari ujung paling depan sebelah kiri, mereka semua memperkenalkan diri mereka dan memberi tahukan basic power mereka hampir rata rata murid memiliki 2 basic power tapi tidak sedikit juga yang memiliki 3 basic power.
Perkenalan terus berjalan sampai pada barisan gue dkk.
Gea berdiri dari duduknya" saya Sergea Vany dan basic power saya adalah telepati,Teleportasi,invisible,Gravitasi,telekinesis,dan indigo" gue melihat seisi kelas bahkan bu vivi membelalak matanya mendengar basic power yang di miliki oleh gea.
"Bagaimana bisa kamu memiliki 6 basic power sekaligus saya bahkan hanya memiliki 4 basic power sedangkan kamu ada 6" bu vivi berbicara dengan nada tidak percaya.
"Saya tidak tahu bu" setelah itu gea kembali duduk dan di lanjutkan oleh rea yang ada di sebelahnya.
"Saya Mourea flow dan basic power saya adalah Teleportasi,Pembaca pikiran,invisible,alchemis,Gravitasi,dan telepati" setelah itu rea langsung duduk sedangkan seisi kelas kembali membelalakan matanya.
Setelah rea perkenalan di lanjutkan oleh lea" saya Zhalea lexa dan basic power saya adalah Teleportasi,telepati,Gravitasi,healing,invisible,dan timer" lea duduk dan di lanjut oleh gue, sedangkan kelas masih di kondisi yang sama yaitu terkejut.
"Saya Athea rein dan basic power saya adalah Teleportasi,Pembaca pikiran, invisible,Pembaca aura,Gravitasi,telepati dan blood control" gue mau duduk tapi harus terhenti karna suara bu vivi.
"Kamu seorang blood control!!... jangan bercanda...Bagaimana bisa?" Bu vivi melihat gue dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Dia seorang blood control? Tapi itu kekuatan yang langkah" itulah yang gue baca dari pikiran bu vivi.
"Saya tidak bercanda bu..Kalo di tanya bagaimana bisa..Saya juga tidak tau" setelah mengucapkan itu gue duduk kembali di kursi gue dan di lanjut oleh dhea.
"Saya dhea dan basic power saya adalah Teleportasi,Pembaca masa depan dan masa lalu, invisible,Gravitasi dan ilusi"dhea duduk lagi di kursinya.
Perkenalan terus berlanjut hingga selesai dan yang gu ketahui adalah zero dkk itu, lebih tepatnya zero dan vano mereka mempunyai 4 kekuatan basic power.
Thea pov end
«««««SELESAI»»»»»
Nah chapternya udah selesai nih...
Jangan lupa vote dan comen ya...
Maaf kalo banyak salah kata dan kurang menarik..
__ADS_1
Sekian...