
Hai semuanya...
Jangan lupa vote,comen, dan follow ya...
Typo bertebaran!!
Happy reading....
*·*·*·*·*·*·*
Author pov
Kini istirahat telah berakhir dan pertandingan pun akan di lanjutkan kembali, para murid heboh dengan pertarungan terakhir ini, karna anak baru alias thea akan melawan seorang safera yang notabene anggota guardian team yang cukup kuat.
Thea dkk hanya menanggapi keadaan dengan sangat santai apalagi thea yang akan bertarung dia sangat sangat santai, tak ada ketakutan di dalam dirinya.
Zero dkk yang melihat itupun sedikit tercengang dengan keberanian thea dkk melawan safera dkk, apalagi setelah melihat empat di antara mereka menang telak melawan antek-antek dari safera.
"Kalian gak ada takutnya ya" ucapan mengalihkan perhatian thea dkk.
"Buat apa takut mereka hanya sekumpulan perempuan aneh yang menggunakan kekuasaan untuk di takuti" ucap rea, zero dkk hanya mangut-mangut.
"Mereka hebat dan berani" batin kenzo.
"Mereka gak bisa di remehkan" batin vano.
"Siapa mereka? Mereka sangat kuat" batin andro.
"Aura mereka sudah menjelaskan seberapa kuat mereka" batin taro.
"Menarik" batin zero.
Pak ed memasuki bagian dengan arena untuk melanjutkan pertandingan."Baiklah pertandingan selanjutnya adalah pertandingan dari Adhea Ezca melawan yumita syala zegian dari guardian team" para murid bertepuk tangan heboh.
Dhea pov
Sekarang giliran gue untuk bertanding, dan lawan gue adalah anggota guardian team, dan gue penasaran sekuat apa orang-orang di guardian team itu.
Lawan gue bernama yunita dan kalo di lihat dia itu cantik tapi gak secantik hatinya yang busuk, gue paling benci yang namanya di remehkan dan dia a.k.a yumita dan teman temannya baru aja meremehkan gue dan sahabat gue, dan gue benci itu.
Gue pastikan mereka bakalan menyesal karna pernah berurusan dengan gue dan sahabat gue.
"Gue kasih lo kesempatan buat menyerah sebelum menyesal" ucap yumita sambil memandang gue remeh.
"Lo yakin? Kayaknya itu seharusnya kata-kata gue deh" balas gue, dan wajah yumita memerah menahan marah.
"Gue akan buat lo narik kembali semua perkataan yang lo ucapan ke gue dan sahabat gue" sambung gue.
Gue pun mengeluarkan katana.kesayangan gue yang yang dimana di bagian penayangannya berwarna putih dengan garis-garis hitam di bagian pegangan katana.
Gue lihat si yumita melindungi kedua tangannya menggunakan sarung tangan besi berwarna merah.
Dia dengan cepat melesat untuk menyerah gue secara membabi buta menggunakan teknik bela dirinya, tapi gue nggak tinggal diam begitu aja, gue menangkis setiap serangan yang dia berikan.
Dhea pov end
Author pov
TING..
TING..
TING..
__ADS_1
Suara besi yang saling beradu memenuhi seluruh arena, dan para penonton pun di buah gemas dengan pertarungan yang terjadi.
Dhea sudah mulai bosan dengan pertarungan tersebut, ia pun menangkis serangan yumita lalu melakukan gerakan memutar dan mengayunkan katana nya.
Yumita terpelanting dengan baju sedikit robek di sertai dengan sebuah luka, tapi ia tak mau menyerah, ia pun berlari ke arah dhea dan menyerah dhea, saat dhea menangkis ia menggunakan kesempatan itu untuk menendang dhea dan membuat dhea mundur beberapa langkah.
Kemudia yumita memukul lantai di bawahnya dan membuat sebuah dinding batu mengelilingi dan mengurung dhea didalamnya.
Di dalam dinding tanah dhea tersenyum sinis dengan apa yang sedang terjadi, ia mengayunkan katana nya berkali kali dan membuat batu itu retak lalu kemudian hancur berkeping keping.
Yumita dan semua yang menonton itu di buat terkejut dengan apa yang terjadi, tapi ia dengan cepat menutupinya dengan cara kembali menyerang dhea.
Tak mau diam dhea pun juga berlari ke arah yumita dan mengayunkan katana nya yang sudah diselimuti oleh air.
Ketika sudah dekat dengan yumita, dhea mengayunkan katana nya yang membuat air di katana nya menjadi bola air dan melesat kearah yumita.
BOAM..
Karna terkena serangan dhea, yumita pun terpelanting cukup jauh dan membuatnya terluka cukup parah.
Para medis pun dengan cepat mendatangi yumita dan menyembuhkannya sedikit, lalu membawanya ke ruang kesehatan untuk disembuhkan lebih lanjut.
Pak ed mendatangi dhea di tengah arena"pemenangnya adalah Adhea Ezca!" Para penonton bersorak heboh.
Dhea pun hanya geleng-geleng kepala mendengarnya, ia berjalan menuju para sahabatnya.
"Woahh dhea!... lo keren abis!dah..." lea berkata dengan heboh membuat yang lainnya tertawa.
"Iya dong dhea gitu loh" kemudian mereka tertawa bersama.
"Nah thea saatnya lo lagi yang bertarung" mereka menatap thea dengan senyum penuh arti.
Thea yang di tatap seperti itu pun ikut tersenyum..ralat menyeringai.
"Nah semuanya saatnya pertarungan terakhir kita, yaitu pertarungan dari Athea Rein melawan safera loisa ender dari guardian team" pak ed berkata dengan suara lantang.
Suasana arena pun kembali heboh bahkan sangat heboh, jangan lupakan bahwa mereka dari awal sedang merekam seluruh pertarungan tadi.
Thea pov
Gue memasuki arena dengan langkah santai dan wajah datar gue, sedangkan safera gue lihat dia memasuki arena dengan dagu di angkat sedikit yang membuat dia terlihat angkuh dan sombong.
Saat kami sudah berhadapan safera menatap gue sinis sedangkan gue tetap seperti biasa yaitu datar.
"Liat aja apa yang bakal gue lakuin, gue akan buat lo bersujud meminta ampun ke gue" ucap safera denga nada remehnya.
"Ck, Kita liat nanti" ucap gue sambil menyeringai, gue lihat safera sedikit gemetar.
"Cih" safera berdecih.
Gue keluarin pedang gue yang berwarna putih di keseluruhannya, dan safera mengeluarkan double sword nya yang berwarna hijau.
Safera menyerang gue dengan brutal dan membabi buta, tapi gue bisa dengan santai menangkisnya dengan satu pedang, bahkan gue gak bergerak seinchi pun.
Thea pov end
Author pov
Semua orang di buat ternganga melihat bagaimana thea dengan santainya menangkis semua serangan sedari safera.
Para sahabat thea hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala.
Di sisi zero dkk, mereka sedang mengeluarkan ekspresi lucu masing masing, zero yang katanya dingin sedang berekspresi dengan mata melotot tapi tetap dengan wajah datarnya, sedangkan vano,taro,dan kenzo, mereka mengeluarkan ekspresi yang sama yaitu mata mereka melotot dan mulut mereka terbuka, dan andro sedari tadi ia sibuk mengucek matanya dan memastikan ia tidak salah lihat.
__ADS_1
Di sisi thea, dia sudah mulai bosan dan akhirnya ia menangkis serangan safera dengan kuat dan membuat safera termundur beberapa langkah.
Safera kesal, dan ia pun mengeluarkan elemennya yaitu petir, dan mengalirkannya di kedua pedangnya.
Dia berlari secepat kilat ke arah thea dan thea pun juga berlari kearah safera, dan saat pedang mereka beradu-
BOAM!
BRUK..
Lantai di sekitar mereka retak dan akibat safera tidak sanggup menahan pedang thea, ia pun terpelanting dan menabrak dinding pembatas.
Safera terbatuk-batuk dan jatuh ke tanah dengan posisi terduduk, thea pun berjalan dengan santai ke arah safera.
Saat sampai di posisi safera thea mengarahkan pedangnya ke leher safera dan menggoresnya sedikit.
"Awss.. sakit" rintih safera, tapi thea tetap diam dan melanjutkan kegiatannya.
"Pliss stop..." lirihnya dan membuat thea berhenti.
Kemudian thea menarik pedagangnya dan berjongkok sejajar dengan safera.
"Jangan menilai buruk orang terlalu cepat, karna penilaian mu itu dapat membuat orang menilai mu lebih buruk dari penilaian mu"
Setelah mengatakan itu thea berdiri dan berjalan ke sisi pinggir arena tempat para sahabatnya.
Pak ed ingin menghentikannya sebentar namun melihat wajah dingin thea membuat ia mengurungkan niatnya.
"Baiklah pemenangnya adalah Athea Rein, dan seluruh pertandingan ini di menangkan oleh Athea dkk!!" Seluruh orang di arena langsung bertepuk tangan dan mulai berbisik.
"Wah mereka hebat ya"
"Mereka sangat kuat"
"Anggota guardian team aja kalah, berarti mereka sekuat apa ya?"
"Gak bakal macam-macan gue sama mereka"
"Seremm"
Dan lain sebagainya..
"Baiklah anak-anak sekarang pertandingannya sudah selesai dan saatnya kembali ke asrama masing-masing.... Ayo bubar" seluruh murid pergi meninggalkan arena menuju asrama masing-masing.
Thea dkk pun langsung berteleportasi ke asrama mereka, saat sampai di asrama, mereka langsung duduk di sofa ruang tengah.
"Huff... capeknya" keluh rea.
"Iya capek banget gue" sambung dhea.
"Tapi tadi seru ya... kayaknya besok kita bakalan jadi artis deh, mendadak terkenal gitu..." ucap lea, yang lain pun mengangguk setuju.
"Ya udah sekarang istirahat yok capek nih.." mereka menyetujui perkataan gea dan pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat.
«««««SELESAI»»»»»
Hai....
Sayang kalian... <3
Salam...
__ADS_1