
Hai semuanya....
Jangan lupa vomen ya...
Typo bertebaran..
Happy reading
Author pov
Saat ini langit biru sudah berganti dengan langit orange yang yang cantik memanjakan mata.
Thea bangun dari tidurnya dan menghilangkan zeen."besok kau akan ku panggil lagi zeen" ucapnya sesaat sebelum zeen menghilang.
Setelah menghilangkan zeen thea bangkit dari duduknya dan merenggangkan tubuhnya yang lumayan pegal.
Thea berjalan memasuki gedung alteron academy, dan thea baru ingat jika ia pergi pada saat jam istirahat yang berarti dia bolos jam pelajaran selanjutnya.
Namun thea menghapus pikiran itu yang di anggapnya tidak penting.
Thea langsung memasuki asramannya dan berjalan memasuki kamar tapi sebelum masuk ke kamar ia disuguhi dengan sederet manusia berbeda jenis kelamin yang menatapnya dengan sebuah kue berwarna ungu di tangan salah satu dari mereka.
Melihat kue itu mata thea langsung berbinar terang dan berjalan ke arah sederet manusia tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah para sahabatnya serta zero dkk.
Thea seolah lupa dengan sifat dingin yang ia miliki matanya hanya berbinar lucu menatap kue berwarna ungu tersebut.
Saat ia sudah berada di depan kue tersebut, thea dapat dengan mudah mencium aroma dari kue tersebut yang menambah binar menggemaskan di matanya.
Zero dkk yang melihatnya melongo tak percaya dengan apa yang di lihat olah mereka, mereka terus menatap thea dengan tatapan tak percaya hingga suara thea yang terdengar sangat menggemaskan menghentikan mereka.
"Ini untuk gue kan?" Thea berucap dengan nada menggemaskan dan kepala yang di miringkan sedikit.
Kenzo mengangguk mendengar perkataan thea."Kue itu untuk lo, ini gue buat sebagai tanda minta maaf karna udah buat lo bad mood tadi siang dan sekarang lo boleh memakan kuenya".
"Wahhh... Terima kasih kenzooo" thea langsung memeluk kenzo, dan membuat kenzo hampir terjungkal bila ia tak menahannya.
"Hahaha...sama-sama" lalu thea mengambil kue tersebut dari tangan kenzo.
"Wah gue gak nyangka kalo seorang thea yang terkenal dingin dan sadis bisa berubah menjadi seorang perempuan yang menggemaskan seperti ini" ucap andro.
"Lo itu belum kenal thea sih... kalo lo udah kenal sama thea dan tau segala sifatnya, gue jamin lo bakalan tepuk kening" jawab rea.
"Nah jadi seorang thea yang dingin akan menjadi seorang yang menggemaskan seperti ini hanya karna sebuah kue yang rasanya sama kayak nama orang di samping gue" kenzo berucap.
Orang yang di samping kenzo adalah taro dan itu berarti kue berwarna ungu tadi adalah kue berasa taro.
"Iya ya.. thea kan suka sama rasa taro tapi kok lo gak suka yang gue sih kan gue taro juga" taro berucap denga sebelah tangan yang mengucap dagu layaknya sedang berfikir.
__ADS_1
Plak..
Kepala taro di geplak oleh dhea yang berada di depannya."Jadi kalo ada ratusan orang punya nama taro, thea harus suka sama semuanya gitu" ucap dhea sambil berkacak pinggang.
"Iya lo kira thea apaan semua yang nama taro harus di sukai" ucap lea.
"Ck.. ck.. kalian berisik tau gak" ucap gea sambil memijat pelipisnya, begitupun vano yang hanya menonton perdebatan mereka seolah olah sedang menonton sebuah drama.
Mereka terus berdebat tentang thea yang berubah menjadi menggemaskan sampai tidak sadar bahwa yang di bicarakan sudah duduk di sofa dan memakan kue nya dengan lahap langsung dengan sendok tanpa memotongnya beberapa bagian terlebih dahulu.
Zero yang juga berada di dekat thea hanya duduk sambil menatap thea yang sedang memakan kue ya sesekali dia menahan dirinya untuk tidak tersenyum karna melihat thea yang makan kue dengan belepotan.
Thea yang merasa di perhatikan pun langsung menoleh ke arah zero yang sedang menatapnya.
"Kalo lo mau kue nya maka jawabannya adalah tidak" thea berucap sambil menjauhkan kue tersebut dari atas meja dan memindahkannya ke pangkuannya.
Zero pov
"Kalo lo mau kue nya maka jawabannya adalah tidak" ucapnya sambil menjauhkan kue tersebut dari meja ke pangkuannya.
Gue langsung terkekeh pelan karna mendengar itu." Lo tenang aja gue gak akan minta kue lo kok, lo makan aja sampe puas"
Thea hanya menanggapinya dengan anggukan karna ia sibuk dengan gue di mulutnya.
Gue terus memandangi wajah thea yang hanya fokus ke kue nya dan kemudian gue beranjak dari tempat duduk gue dan duduk di sebelah thea.
Gue gak menjawab tapi gue mengusap lembut bibir thea yang dimana terdapat krim di sana.
"Gue celemotan ya?" Tanya thea, gue hanya mengangguk.
Kemudian gue lihat thea menyendokan kue nya dan mengarahkannya ke gue.
"Kenapa?"
"Ini buat lo karna udah bersihin bibir gue tadi"
Setelah itu gue menerima usapan tersebut dan memakannya, kemudian gue kembali menatap thea yang melanjutkan kembali makannya.
"Ini kenzo bikin sendiri ya?" Thea kembali bertanya.
"Enggak, tapi di bangunin sama lea sama dhea" thea kembali mengangguk.
"Ternyata lo itu bisa imut juga" thea menatap gue sebentar kemudian lanjut makan.
"Bisalah... gimana gue imutkan" ucap thea.
Gue terkekeh pelan kemudian mengangguk." Iya lo imut" ucap gue.
Thea tersenyum dan menganggukan kepalanya."pasti dong"
__ADS_1
Gue kembali terkekeh karna jawaban tersebut dan setelah tawa gue mereda gue menatap thea sambil mengelus kepalanya pelan.
"Nanti gue bikini kue lagi supaya gue bisa liat muka imut lo" ucapan gue membuat mata thea berbinar.
"Seriusan? Gak bercanda kan?" Ucapnya dengan sangat menggemaskan di mata gue.
Gue mengangguk."serius, tapi dengan satu syarat"
"Apa?"
Gue menunjuk pipi kiri kanan gue."cium gue"
Cup
Cup
"Sudahkan"
Gue terpaku sejenak lalu kemudian tersenyum ke arah thea."Iya sudah, besok lo gue bawain kue rasa taro"
"Janji"
"Janji"
Zero pov end
Author pov
Zero dan thea tidak sadar bahwa perdebatan di depan mereka sudah selesai sejak tadi dan orang-orang dalam perdebatan itu hanya dia sambil menonton adegan yang di disuguhi di depan mereka.
Mereka menatap thea dan zero tidak percaya.
"Dimana sikap dingin mereka!"
Itulah yang ada di dalam benak mereka saat ini, sampai thea mengintruksi mereka.
"Kalian kenapa coba?"
Setelah itu mereka semua menepuk kening mereka bersamaan kecuali vano,ghea,dan yang pastinya thea dan zero.
Thea dan zero hanya berhadapan dengan alis yang terangkat sebelah seolah olah sedang berkata."Mereka kenapa?"
Mereka berkumpul bersama dan menghabiskan waktu bersama dengan candaan yang banyak di keluarkan oleh kenzo dan juga ada kala perdebatan dari taro dan lea.
Kemudian ketika jam sudah menunjukan pukul 10.00 zero dkk pun pergi dari asrama thea dkk dan pergi menuju kamar masing masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka agar dapat menjalankan petualangan besok mereka dengan baik.
«««««SELESAI»»»»»
Sekian Rc.
__ADS_1