MAGIC STORY

MAGIC STORY
MAGIC STORY-6


__ADS_3

Hai semuanya..


Jangan lupa tinggalkan jejak ya..


Typo bertebaran...


Happy reading...


*·*·*·*·*·*·*


Hari ini adalah hari pertama thea dkk belajar di AA. Saat ini mereka sedang sarapan di kantin academy.


"Coy...kira-kira gimana ya reaksi guru pas liat kita nanti masuk kelas S?" Rea pun mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan dari dhea.


"Emang kita napa?" Dhea berdecak kesal karna rea malah kembali bertanya.


"Lo ingatkan kalo Rank tertinggi untuk murid baru itu adalah A, nah sedangkan kita adalah murid baru yang dapat Rank S..sooo pasti guru-guru bakalan bingung dan academy bakalan heboh" jelas dhea


"Iya juga sih kata lo" dhea pun hanya mengangguk pelan.


"Nanti kita liat aja gimana reaksi para guru"ucapan lea mendapat anggukan dari dhea dan rea sedangkan thea dan gea hanya menyimak.


Ting..Ting..Ting..


Bel masuk berbunyi yang menandakan jam pelajaran segera di mulai.


Thea dkk keluar dari cafe dan berjalan menuju kelas mereka yang berada di lantai 3.


Thea pov


Gue dan sahabat gue yang lain saat ini sedang berjalan menuju kelas kami.


Gue hanya memasang tampang datar dan di ikuti oleh sahabat sahabat gue.


Gue dan sahabat gue itu kalo sama orang baru kita bakalan masing tampang datar dan dingin jadi kita bisa liat orang yang beneran mau temenan atau cuma mau numpang eksis.


(SKIP)


Gue dan sahabat gue sampai di kelas gue yaitu S class


Dan sekarang kita lagi di depan pintu kelasnya.


Sebelum itu gue jelasin kalo misalnya S class itu bukan hanya satu tapi ada tiga yaitu S class silver, S class gold dan S class diamond, dan gue ada di S class diamond.


Ok lanjut...


Tok..Tok..Tok..


Lea mengetuk pintu kelas tersebut dan gue rasa di kelas tersebut sudah ada guru karna kelasnya hening gitu.


Ceklek


Pintu itu terbuka dan menampakan seorang pria paru baya yang terlihat seperti guru killer.


"Ada apa?"tanya guru tersebut dengan datar.


"Kami adalah murid baru dan kami di masukan ke kelas ini" gue dan yang lain langsung mendapat tatapan remeh dari seisi kelas termasuk guru tersebut.


Perlu di jelaskan kalo gue dan sahabat gue itu paling benci sama yang namanya di remehkan dan liat aja nanti gue buat mereka semua terkejut akan gue dan sahabat gue.

__ADS_1


"Jangan bercanda...kalo Kalian murid baru maka kelas tertinggi kalian adalah A class bukan S class apalagi ini adalah S class diamond" ucap bapak paru baya tersebut tetap dengan pandangan meremehkan.


"Kami tau..tapi Kami tetap masuk kelas ini karna kami di masukan ke kelas ini"ucal rea dengan datar plus dingin.


Gue dan gea hanya memandang datar mereka sedangkan ketiga sahabat gue yang lain yaitu rea,lea dan dhea mati-matian menahan emosi mereka agar tidak menghancurkan academy ini.


"Tapi mustahil untuk anak seperti kalian masuk kelas S apalagi S class diamond" ucapan pria itu membuat gue emosi.


"Kami tidak perduli dengan anda, yang terpenting adalah kami di suruh untuk masuk sini itu artinya kami masuk sini, tidak perduli dengan perkataan anda" ucap gue dengan datar dan dingin tak lupa gue menatap tajam pria tersebut.


"Lagian kamu juga punya bukti kalo kami itu adalah rank S"ucap dhea sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukan identitasnya dan di ikuti gue dan yang lain.


Pria paru baya itu tampak terkejut sesaat namun ia langsung menetralkan ekspresi nya dan malah marah-marah.


"SAYA TIDAK PERCAYA DENGAN KALIAN!!!JANGAN COBA-COBA MENIPU SAYA!!!"bentaknya dan membuat emosi gue pecah saat itu juga.


Sahabat gue langsung menatap gue dengan khawatir karna mereka tau kalo gue paling benci di bentak dan gue bisa aja menghancurkan sekolah ini kalo gue marah karna di bentak.


"Jangan pernah anda membentak saya" ucap gue dengan nada pelan mengintimidasi.


"SAYA TIDAK PERDULI!!!"bentaknya lagi dan gue udah benar-benar marah.


Thea pov end


Author pov


Saat ini emosi thea benar benar di ujung batas dan sahabatnya pun sudah tidak bisa menahannya.


Tiba-tiba kelas itu di penuhi oleh es-es runcing yang bisa menusuk kapan saja.


Mata biru thea yang awalnya biru langit menjadi warna biru tua yang berarti dia sangat marah.


"Zero apa-apaan kamu?" Ucap pria tersebut karna yang ia tau bahwa hanya murid bernama zero itulah yang mempunyai elementa es.


"Bukan saya" zero menatap datar pria tersebut dan pria tersebut langsung menatap thea dkk.


"Apa kalian yang membuat ini?"tanya pria tersebut dengan tatapan tajam.


"Iya...tapi lebih tepatnya adalah thea yang buat" ucap gea sambil menunjuk thea.


Thea tersenyum remeh ke pria itu dan menatapnya tajam.Pria itu terus berusaha untuk melelehkan es yang di buat oleh thea.


"Kenapa?" Tanya thea dengan pandangan remeh ke pria tersebut.


"Gak akan bisa di lelehin sampe anda mati juga gak akan meleleh" ucapan dhea langsung di sambut tatapan tanda tanya dari seisi kelas yang sedari tadi hanya menonton.


"Apa maksudnya?" Pria itu sudah mulai kehabisan energi sihir karna ingin melelehkan es thea meskipun mustahil.


"Es yang di buat thea gak akan bisa dilelehkan ataupun di hancurkan kecuali thea sendiri yang melakukan" seisi kelas semakin penasaran akan maksud dari perkataan lea.


"Jadi intinya thea itu adalah pengendali es inti" seisi kelas langsung heboh mendengar perkataan rea.


Tiba tiba es di kelas itu hancur menjadi butiran salju dan semua orang langsung menatap thea yang sudah lumayan tenang.


Thea yang sudah lumayan tenang pun kembali menatap pria itu dengan tatapan datar.


"Saya katakan sekali lagi kalo kami masuk ke kelas ini" ucap gea setelah memastikan thea benar-benar tenang.


"Baiklah kalo begitu..tapi meski begitu saya tetap akan mengetes kekuatan kalian apakah kalian benar benar pantas masuk ke S class diamond" thea dkk hanya mengendik bahu.

__ADS_1


Thea dkk meletakan tas mereka di atas meja secara acak dengan cara membantingnya dan orang yang mejanya terkena bantingan thea dkk langsung menunduk takut.


"Baiklah semuanya kita ke ruang pelatihan untuk mengetes kekuatan merek" seisi kelas yang tadinya tegang langsung berjalan keluar kelas menuju ruang pelatihan.


Author pov end


Zero pov


Saat di kelas saat pak meza yang merupakan seorang guru killer sedang membuka penjelasan tentang S class diamond tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kelas.


Pak meza pun membuka pintu itu dan menampakan 5 orang cewek dengan wajah datar dan gue tau mereka, mereka bilang ke pak meza bahwa mereka adalah murid baru yang masuk ke kelas ini, tentu saja pak meza dan yang lain tidak percaya.


Tapi mereka tetap terus meyakinkan sampai-sampai pak meza membentak salah satu dari mereka yang setau gue namanya adalah thea.


"Kalian percaya gak kalo mereka beneran masuk kelas ini?"tanya kenzo.


"Gue sih gak tau ya...tapi dari yang gue lihat aura mereka itu kuat banget apalagi yang paling.depan" ucap taro sambil menunjuk thea.


"Yang bener lo?"tanya kenzo dan mendapat anggukan dari taro.


Gue,vano dan andro hanya mendengarkan mereka berbicara sampai tiba-tiba kelas di penuhi oleh es-es runcing dan tubuh pak meza sudah di lakukan sebagian.


"Zero apa-apaan kamu?"tanya pak meza karna mungkin setau dia cuma gue yang punya kekuatan Es.


"Bukan saya"jawab gue dan menatapnya datar dan pak meza langsung menatap para perempuan itu.


Gue bingung karna gue liat pak meza terus berusaha untuk melelehkan es di tubuhnya tapi es itu tidak meleleh juga bahkan setetes air lelehan pun tidak ada yang jatuh.


Salah satu dari perempuan itu bilang kalo es itu tidak akan meleleh atau pun hancur kecuali thea sendiri yang melakukannya.


Gue semakin penasaran sampe salah satu temannya lagi mengatakan yang membuat seisi kelas termasuk gue pun terkejut.


"Jadi intinya thea itu pengendali es inti" itu yang perempuan itu katakan.


Biar gue jelasin es inti itu adalah di mana kekuatan es itu di keluarkan dari titik terdalam dan terkuat dari kekuatan Es tersebut dan es inti itu tidak bisa di hancurkan ataupun di lelehkan meski menggunakan element paling panas sekalipun.


Gue salut sih karna baru pertama kalinya gue liat ada seorang pengendali kekuatan inti apalagi itu adalah inti es.


Tiba tiba es di kelas dan di tubuh pak meza hancur dan menjadi butiran salju.


Gue rasa itu perempuan emosinya udah menurun soalnya dari yang gue liat matanya berubah warna jadi biru langit lagi.


Salah satu dari perempuan itu kembali mengingatkan bahwa mereka memang di tempatkan di kelas ini, dan pak meza pun hanya menuruti dan menyuruh mereka untuk melakukan tes kekuatan.


Akhirnya mereka setuju dan mereka meletakan tas mereka secara di banting lalu berjalan keluar menuju ruang pelatihan.


Kami pun di suruh untuk ikut dan pada akhirnya kami satu kelas ke ruang pelatihan untuk melihat kekuatan mereka.


Zero pov end


«««««SELESAI»»»»»


Nah udah selesai nih gaiss chapternya...


Maaf kalo banyak salah kata dan kurang menarik...


Jangan lupa vote dan comen ya...


Sekian...

__ADS_1


__ADS_2