MAGIC STORY

MAGIC STORY
MAGIC STORI-25


__ADS_3

HAPPY READING


Hari telah berlalu dan perlombaan pertama yaitu lomba adu pintar pun akan segera di mulai, seluruh peserta sedang bersiap, sedangkan para penonton sudah memenuhi kursi tempat duduk.


Thea dkk sedang duduk bersama yang lainnya sambil memakan makanan ringan yang mereka bawa.


"Kira-kira bakan ada yang seru gak ya" ucap kenzo.


Yang lain pun melihat kearah kenzo yang malah menatap mereka tanpa dosa. "Apa?"


Tanpa memperdulikan ucapan kenzo mereka semua pun mengabaikan kenzo, yang saat ini sedang berfikir keras.


Apa salahnya?


Di bawah para peserta sudah di arahkan untuk berada di posisi masing-masing.


Di depan mereka terdapat sebuah lingkaran berwarna biru yang sudah di duga bahwa itu adalah sebuah portal.


"Seperti yang kalian lihat, di depan kalian ada sebuah portal yang akan membawa kalian ke lokasi tempat kalian bertanding" sebuah suara terdengar dan berasal dari tempat tertinggi di tribun penonton yang merupakan tempat para panitia.


"Kalian akan di kirim ke tempat yang berbeda. Tugas kalian adalah mencari sebuah menara dan menemukan portal kalian kembali di dalamnnya, dan untuk mencari menara dan portal itu kalian akan menghadapi puluhan teka-teki dan labirin"


"Hati-hati dengan jebakan dalam labirin dan hukuman saat salah menjawab teka-teki, meski itu tidak membahayakan tapi kalian akan di bekali 100 point dan akan terus berkurang bila kalian salah menjawab teka-teki. Semakin dekat kalian dengan menara, semakin sulit teka-teki dan labirin maka semakin banyak point yang di pertaruhkan. Dan bagi tim yang point nya habis makan akan langsung di tarik dari tempat pertandingan dan di anggap kalah"


"Kalian paham!!"


"Paham!!"


"Baik, Pertandingan di mulai!!"


Seluruh pesera termasuk Dhea,Devon dan Vano langsung memasuki portal di depan mereka.


Saat para peserta menghilang di tengah arena, muncullah sebuah layar transparan besar yang menunjukan masing-masing dari posisi peserta.


Dhea pov


Saat setelah memasiki portal kami pun melihat bahwa kami berada di tengah- tengah sebuah hutan.


"Jadi kita bakal ke arah mana?" Itu adalah Devon.


Gue pun melihat ke arah Devon dan Vano yang dimana mereka juga melihat ke arah gue.


" Gimana kalo kita ke arah barat aja" tanya gue.


Mereka berdua pun setuju dan kita pun pergi kearah barat sambil memahami daerah hutan ini.


Saat sedang berjalan tiba-tiba kami terperangkap di sebuah barrier dan munculah sebuah layar kecil di depan kami.


Kami pun saling menatap lalu tersenyum

__ADS_1


Baiklah, mari kita mulai


Dhea pov end


Sedangkan para tim sedang beraksi Thea dkk menonton mereka dari layar tranparan di depan mereka.


Entah kenapa gue ngerasa kalo ini gak bakal berakhir dengan seharusnya ya" celetuk Vian.


Mereka pun mengalihkan pandangannya pada Vian.


"Hooh gue juga berfikiran sama kek lo" sambar Sean.


Akhirnya mereka hanya saling diam dan kembali menatap dan berharap bahwa semua akan baik-baik saja.


Namun tidak seperti Thea, ia terus memperhatikan gerak-gerik mencurigakan dari panitia. Tadi ia sempat melihat bahwa ada seseorang yang membisikan sesuatu ke para panitia dan seketika wajah para panitia pun berubah, entah apa yang terjadi , tapi Thea mengingat kembali perkataan Vian.


Ada sesuatu yang terjadi...


"Lea,Rea,gea... gue rasa pasti ada sesuatu yang terjadi" Thea mentelepati para temannya.


"Lo bener, gue juga ngerasain hal yang sama , tapi gue tau Dhea gak bakal semudah itu buah kalah" balas Rea.


"Rea bener, kita semua tau gimana kelakuan Dhea" ucap Lea.


Thea dan Gea pun menyetujui perkataan Rea dan Lea sambil tetap fokus pada layar yang memperlihatkan tim dhea dkk.


.......


point yang mereka miliki saat ini masih penuh alias tidak berkurang sama sekali. Hey.. jangan salahkan mereka yang bisa dengan gampangnya menjawab teka-teki yang di berikan bahkan mereka bisa dengan gampangnya membunuh para musuh dan keluar dari labirin.


Mereka terus berjalan hingga mereka berhenti di sebuah bangunan tua dan tinggi. Itu adalah menara yang mereka cari.


Mereka bertiga pun bergegas masuk kedalam menara, namun saat sampai di depan pintu yang amat besar, mereka melihat seekor ular besar berwarna hitam sedang tertidur.


Seakan merasakan keberadaan Dhea dkk ular itu membuka matanya dan tampaknya mata berwarna emas itu dengan tatapan tajam yang mengarah ke mereka bertiga.


Ular besar dengan sisik berwarna hitam yang tampak sangat keras dan kokoh itu bangun dan mendesis kearah Dhea dkk.


Dhea dkk langsung berpisah untuk menyerang di posisi masing-masing.


Sshhsshsh


Melaju cepat kearah Dhea yang berada di tengah dengan mulut yang terbuka lebar, sangat siap untuk menelan hidup-hidup mereka.


Tak diam saja, Dhea berlari ke arah ular tersebut dengan katana miliknya, Devon dan Vano pun ikut menyerang, Dhea melompati ular tersebut dan kemudian menuju sasaran nya yaitu kepala sang ular.


Devon menyerang dengan pedang di tangannya dan menuju pada jantung ular di depannya, mempunyai sihir cahaya vano menggunakanya untuk membutakan pandangan sang ular untuk sementara dan kemudian mengelurkan pistol di pinggangnya dan menembak ke arah mata sang ular.


.......

__ADS_1


Meninggalkan Dhea dkk yang sedang bertarung para penonton yang melihat tiba-tiba diam membisu, karna baru tim Dhea dkk lah yang sampai di menara sedangkan tim lainnya masih sibuk menjawab teka-teki dan keluar dari labirin.


"Beginikan cara para panitia untuk memberikan sebuah penjaga pintu? Seekor ular level 10 tingkat S?" Suara itu memecah keheningan yang terjadi, dan sang pelaku tak lain dan tak bukan adalah Rea.


Sebagian orang yang tau tentang ular tersebut tetap diam dan menandang kearah panitia, sedangkan untuk yang  tidak tau, mereka mulai berbisil satu sama lain.


"Tingkat S??, wahh gila sih itu mah"


"Tingkat B dan A, aja udah termasuk  dalam golongan bahaya dan ini tingkat S!"


"Kira-kira mereka bisa gak ya lawan monster itu"


BRAKKK


Gebrakan itu menghentikan pembicaraan yang terjadi dan suasana pun kembali hening.


"Ini adalah kesalahan teknis dan kami sedang berusaha untuk menarik para peserta keluar dari dimensi".


Para panitia pun menatap tajam Rea yang memulai ini semua, sedangkan Rea hanya mengeluarkan Smirk nya kearah panita.


        《《《《《SELESAI》》》》》


Tingkat musuh :


•Tingkat D > lvl 1- 50


•Tingkat C > lvl 1- 50


•Tingkat B > lvl 1- 45


•Tingkat A > lvl 1- 45


•Tingkat S > lvl 1- 30


**HAIIIIII


Huufhhh


Akhirnya update jugaa...


Udah terlalu lama ya aku gak update...


Maaf banget ya guys aku bener-bener udah buat kalian nunggu lama banget untuk update kali ini...


Dan semoga kalian mau maafin aku yaa...


Terus doain aku supaya bisa update terus okeee 👍👍👌👌


Love you..:)

__ADS_1


Salam Rc**.


__ADS_2