MAGIC STORY

MAGIC STORY
MAGIC STORY-7


__ADS_3

Hai semuanya..


Jangan lupa vote dan comen ya..


Typo bertebaran...


Happy reading...


*·*·*·*·*·*·*


Author pov


Saat sampai di ruang pelatihan ruang pelatihan thea dkk duduk di barisan paling depan sedangkan zero dkk duduk di belakang thea dkk.


"Psstt...Hai" thea dkk membalikkan badan mereka dan melihat orang di belakang mereka.


Thea dkk mengenal dua di antara mereka yaitu zero dan andro tapi tidak dengan yang lainnya.


"Kenapa ya?" Tanya dhea


"Nggak..cuma mau kenalan aja..Gue kenzo ergan thirton" ucapnya sambil menyodorkan tangannya.


"Ohh..Gue adhea ezca..panggil Ada dhea atau ezca" ucap dhea sambil membalas jabatan tangan dari kenzo.


"Gue vano zerion teermod"


"Kalo gue Taro azeal yousein"


"Kita udah kenalkan..andro adertin sevendra"yang di balas anggukan thea dkk.


"Zero nevian boulevard" ucapnya dengan singkat,padat dan datar.


"Gue Zhalea lexa panggil aja lea atau lexa"


"Gue Mourea flow panggil rea atau flow"


"Gue Sergea Vany panggil gea atau Vany"


"...."


Tak mendengar lanjutan perkenalan mereka semua menatap pada orang yang hanya diam dan memperhatikan.


"Thea" panggil sahabat thea dengan kompak, thea hanya menghembuskan nafasnya.


"Athea rein panggil thea atau Rein" setelah mengucapkan itu thea membalikkan badannya ke arah depan lagi.


"Kalian saudara ya?" Pertanyaan dari taro membuat mereka mengalihkan pandangannya dari thea.


"Kita bukan saudara cuma sahabat seperti saudara...emang Kenapa?" Tanya lea.


"Ohh gitu..enggak cuma bingung aja nama panggilan kalian sama" ucap taro.


"Iya juga ya nama panggilan kalian kan thea,dhea,rea,gea,dan lea semuanya hampir mirip" ucapan vano di angguki oleh yang lain.


"Emang sengaja di buat sama" zero dkk hanya menganggukan kepala.


Pak meza memasuki ruangan pelatihan dan menatap ke arah thea dkk.


"Saya beritahukan kepada kalian bahwa dalam tes ini saya menggunakan monster asli dengan level kesusahan cukup tinggi maka dari itu saya harap kalian bisa bertahan" jelas pak meza membuat anak-anak yang lain menatap thea dkk khawatir sedangkan thea dkk hanya memasang wajah datar.


"Sebelum itu perkenalkan nama saya mezarome panggil aja pak meza dan kalian silahkan perkenalkan nama kalian di depan sini" thea dkk pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke depan.


"Zhalea lexa panggil lea atau lexa"


"Mourea flow panggil rea atau flow"


"Adhea Ezca panggil dhea tau Ezca"


"Sergea Vany panggil gea tau Vany"


" Athea Rein panggil thea atau Rein"


"Baiklah silahkan untuk Rea yang pertama maju" thea dkk minus rea duduk kembali di tempatnya sedangkan rea berjalan ke tengah arena denga tampang datar.

__ADS_1


Rea pov


"Saya beritahu sekali lagi bahwa monster yang akan keluar adalah monster berbahaya karna itu berhati-hatilah" gue hanya menghela nafasnya.


Pak meza sedang meramalkan.sebuah mantra untuk membuka sebuah portal. Dan setelah portal itu terbuka keluarlah seekor seekor serigala buas yang sangat besar, serigala itu berukuran 1 ekor sapi dewasa.


Para murid memeking ketakutan karna melihat serigala itu beda denga thea dan zero dkk yang tetap santai.


Orang-orang menatap gue dengan tatapan iba sedangkan gue hanya berdecih melihat musuh di hadapannya.


"Apanya yang kuat" itulah yang ada di batin gue saat ini.


Saat serigala itu mulai bergerak kearah gue dan gue hanya menggerakkan jari telunjuk gue membentuk sebuah gambar di hadapan gue.


CTIK..


SLASS


Gue menjentikan jari gue dan seketika pada saat itu juga sebuah angin dengan cepat melesat ke arah serigala itu dan memotong serigala itu.


Semua orang kecuali thea dkk terkejut bukan main melihat hal itu termasuk pak meza yang langsung membulatkan matanya melihat hal tersebut.


"Bagaimana bisa?" Gue hanya menatap datar mayat musuh di depannya dan kemudian menatap pak meza.


"Saya hanya menyusun energi sihir saya menjadi sebuah garis di depan saya, dan ketika saya menjentikan jari saya maka energi yang tadi saya susun akan langsung berubah menjadi angin dan melesat kearah titik yang sudah di tentukan" pak meza hanya terbengong mendengar penjelasan dari gue.


"Ok kalo gitu lanjut dhea kamu silahkan maju" dhea pun maju dan gue berjalan ke arah sahabat gue yang lain.


Rea pov end


Dhea pov


Gue maju ketika nama gue di panggil dan sekarang gue berada di tengah arena tempat rea tadi.


Dari dalam portal yang di buat oleh pak meza keluar monster yang sama seperti monster yang di lawan oleh rea tadi.


"Gak ada yang lebih kuat apa ya?" Gerutu batin gue.


Saat serigala itu sudah lumayan dekat gue melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan eh rea saat menyeberang tadi.


CTIK..


BRUKK..


Gue menjentikan jari gue seperti yang di lakukan rea dan bola air yang di hadapan gue tadi langsung melesat ke arah serigala itu dan serigala itu pun langsung terpelanting ke dinding dan langsung hancur.


"Bagaimana itu?" Gue hanya menghela nafas gue.


"Saya hanya membuat bola air biasa tapi saya memusatkan aliran air pada tengah bola air itu dan membuat tekanan bola air itu lebih kuat bila menyentuh target" semua yang di sana kembali terkejut dengan yang di lakukan olah gue


Gue pun berjalan ke tempat gue tadi dan bersama sahabat gue, saat gue duduk ternyata lea di panggil untuk maju kedepan.


Lea pun maju dan berdiri di tengah arena.


Dhea pov end


Lea pov


Gue maju ke tengah arena dan melawan monster yang sama seperti sebelumnya.


Serigala itu bergerak sangat cepat ke arah gue tapi gue gak kalah cepat dengan serigala itu.


CTIK..


CUSS...


Gue menjentikan jari gue dan seketika sebuah tanaman rambat menusuk serigala itu dan serigala itu langsung mati di tempat.


"Cih..lemah banget" batin gue bersedih.


Sepertinya dugaan gue bener kali misalnya mereka bakalan heboh karna yang gue lakukan.


"Bisa kamu jelaskan?" Pak meza menatap gue dengan tatapan terkejut.

__ADS_1


"Saya hanya memadatkan bagian dari tanaman rambat tersebut dan menambah sedikit racun" pak meza dan yang lainnya kembali terkejut dengan yang mereka lihat.


Memang yang gue lakukan itu terlihat biasa saja tapi perlu di ketahui bahwa tanaman rambat itu tidak bisa di gunakan untuk menusuk...bukan-bukan, bukannya tidak bisa hanya saja tanaman rambat hanya bisa menusuk menggunakan duri dari tanaman tersebut dan itupun tidak dalam karna biasanya orang yang mati karna tanaman rambat adalah karna racunnya sedangkan gue, gue bisa memadatkan bagian sel dari tanaman rambat itu dan membuatnya bisa di gunakan untuk menusuk hingga tembus.


Setelah gue sekarang adalah gilirannya gea untu maju.


Lea pov end


Gea pov


Saat lea sudah selesai sekarang adalah giliran gue untuk maju, gue melawan monster yang sama dengan yang lain.


Gue hanya mengeluarkan sebuah api kecil dan gue arahkan ke serigala itu namun pada saat api itu berada di hadapan serigala itu api itu hilang.


Orang orang di sana dan pak meza menatap gue remeh sedangkan gue hanya menatap mereka datar. Mereka melupakan satu hal bahwa setiap gue dan sahabat gue nyerang pasti kami akan menjentikan jari dan gue belum menjentikan jari gue.


Serigala itu berlari ke arah gue,.orang-orang di sana sudah menatap gue dengan khawatir tapi gue biasa aja.


Saat serigala itu sudah dekat gue gue melakukan hal seperti sahabat gue lakuin.


CTIK..


WUUSS...


Seketika serigala itu terbakar dan hancur menjadi abu yang berterbangan.


Semua orang menatap gue dengan pandangan tidak percaya sama apa yang gue lakuin.


"Tolong jelaskan" ucap pak meza dengan mata membelalak.


Gue menghembuskan nafas gue terlebih dahulu karna gue paling males kalo di suruh ngomong panjang lebar.


"Saya hanya merubah api yang saya munculkan tadi kembali menjadi energi sihir dan dimasukan ke dalam monster itu kemudian saat monster itu sudah dekat dengan saya, maka saya kembali merubah energi sihir yang ada di dalam tubuh monster itu menjadi api dan membakar monster itu dari dalam" jelas gue panjang lebar.


Mereka tidak melihat ekspresi mereka yang sangat menggelikan di mana mulut mereka terbuka dan mereka malah terbengong...hahaha...sungguh menggelikan.


Gue langsung aja duduk di tempat gue tadi dan di sambut sama sahabat gue.


"Kek biasa lo mah ge" kami terkekeh mendengar perkataan lea.


Sergea Vany


Author pov


"Baiklah untuk thea kamu tidak perlu tes lagi karna saya sudah melihat kekuatan kamu tadi" thea tidak menggubris perkataan pak meza.


Pak meza yang merasa di acuhkan pun mencoba untuk menahan emosinya.


"Baiklah untu dhea,lea,rea dan gea kalian juga pantas untuk masuk ke S class diamond dan maafkan atas sikap saya tadi" mereka berempat hanya mengendikan bahu.


Pak meza benar benar marah karna di acuhkan untuk kedua kalinya.


"Jangan mengacuhkan saya!!!" Teriak pak meza membuat thea dkk menatapnya tajam.


"Dengan bapak bersikap seperti tadi, itu sama saja bapak membuat kematian bapak lebih cepat mendekati" ucapan nada rendah rea membuat semua orang di sana merinding termasuk zero dkk.


Pak meza menelan salivanya ia mulai merasa takut akan thea dkk.


"Baiklah...kalo begitu kalian boleh kembali ke kelas pelajaran saya sudah berakhir" setelah mengucapkan itu pak meza keluar dari ruang pelatihan.


Anak-anak lain pun turut menyusul keluar dari ruang pelatihan dan menuju kembali ke kelas begitupun dengan thea dkk dan zero dkk.


Author pov end


«««««SELESAI»»»»»


Nah udah selesai nih gaiss chapternya...


Maaf kalo banyak salah kata dan kurang menarik...


Jangan lupa vote dan comen ya...


Sekian...

__ADS_1


__ADS_2