MAGIC STORY

MAGIC STORY
MAGIC STORY-15


__ADS_3

                 Happy reading


Kini semua murid dari diamond S class sudah berkumpul di aula dan mendengarkan sekata dua kata dari kepala sekolah.


"Karna itu kalian harus berhati-hari ketika di dalam perjalanan ke pegunungan Elforst, tidak sedikit bahaya yang akan kalian hadapi dan buat perjalanan ini sebagai tempat untuk melatih kemampuan kalian dalam sihir maupun bertarung---------, baiklah sekian dari saya terima kasih"


Setelah mendengar pidato singkat yang padahal panjang dari pak ed para murid pun satu persatu pergi.


Sebenarnya jalan untuk ke pegunungan Elforst itu ada banyak dan para murid di pisah sesuai kelompok untuk pergi dari jalan yang berbeda.


Thea,zero dkk segera memulai perjalanan mereka, saat ini mood thea sedang baik dan hal itu juga di sebabkan oleh kue taro yang di berikan oleh zero pagi sebelum mereka berkumpul di aula.


Thea tak bisa menahan rasa senangnya dan terus saja tersenyum.


Para sahabatnya yang dimana sekarang zero dkk dan thea dkk sudah  menjadi sahabat pun, ikut senang karna setidaknya mereka tidak akan melakukan perjalanan dengan keadaan canggung karna sikap dengan thea dan zero di tambah gea dan vano yang kalem.


Mereka bisa melakukan perjalan dengan santai dan di isi dengan candaan taro, perdebatan antara vano dan rea, suara berisik kenzo dan lea yang bernyanyi tanpa arah, ataupun kegiatan mereka yang lainnya.


Meski begitu tak sedikit monster yang menyerang mereka saat di mereka sampai di tengah hutan, meski pun bukan monster kuat tetap saja itu mengganggu.


"Gila capek gue dari tadi lawan monster terus" ucap lea.


"Iya gue juga, walaupun monsternya lemah tetap aja banyaknya gak ketulungan" sambung kenzo.


Mereka pun kembali melakukan perjalanan ke pegunungan Elforst dengan sedikit gerutuan setiap ada monster yang menyerang.


(SKIP)


Tanpa mereka sadari mereka terus berjalan dan melawan monster tanpa menyadari bahwa matahari telah mulai tenggelam dan berganti dengan langit gelap dan angin malam yang sejuk.


"Wah ternyata udah malam aja" ucap andro.

__ADS_1


"Iya gue sampe gak sadar, kalo hari udah malam.. gimana kalo kita istirahat dan bermalam di sini aja" ucap vano.


"Iya kita bermalam di sini aja, lagian gue udah capek karna dari tadi lawan monster mulu" timpal rea.


Yang lain pun menyetujui perkataan mereka dan mulai menyiapkan keperluan mereka seperti tenda dan kayu untuk api unggun.


Setelah membangun tenda, para cowok pun pergi untuk mencari kayu dan yang cewek menyiapkan bahan makanan untuk di masak.


Sebenarnya bisa saja mereka menggunakan kekuatan mereka tapi mereka tak ingin menggunakannya karna mereka tidak ingin terlalu bergantung pada kekuatan mereka.


Saat para cowok sudah datang mereka langsung menyiapkan api unggun untuk menghangatkan mereka dan untuk memasak.


Makanan sudah siap dan mereka pun makan dalam dia karna memang itu sudah kebiasaan mereka.


Setelah makan mereka pun kecuali thea, masuk kedalam tenda dan mengistirahatkan diri mereka.


Thea duduk di dekat api unggun dan menatap api unggun itu sambil memikirkan masalah yang di kirannya akan di hadapinya kelak.


Kemudian ia menutup matanya menikmati angin malam yang membuat rambutnya bergerak.


"Thea"


Thea membuka matanya dan menatap kosong langit malam setelah sesosok bayangan hitam yang mengelus pipinya menghilang.


Ia menyentuh pipinya dengan pelan dan mengingat elusan yang tak asing baginya.


Ia tau dan ia sadar siapa yang melakukan hal itu padanya namun thea hanya melamun dan terus menyerukan satu nama di benaknya.


Namun lamunannya buyar karna ada yang memanggilnya dan itu adalah gea, tadinya gea keluar untuk mencari thea karna ia tak kunjung masuk ke tenda, namun yang ia dapat adalah thea yang sedang melamun di dekat api unggun tanpa memperdulikan angin malam yang semakin dingin.


"Thea....lo ngapain di sini? Dingin tau gak"

__ADS_1


Thea tersenyum pada gea dan membuat gea semakin terheran, sebelum gea bersuara thea lebih dulu mengeluarkan suaranya dan membuat gea diam dan mendengarkan ucapan thea dengan seksama.


"Dia datang ge, dia datang"


Gea terdiam... Ia tau betul akan siapa yang di maksud thea dengan "Dia"  dan menatap thea seolah ia benar-benar tak tau harus bagaimana.


"Kita gak tau apa yang akan di lakuin sama si dia yang perlu kita lakuin sekarang adalah mempersiapkan diri untuk sesuatu yang akan terjadi saat dia muncul" ucap gea.


Thea hanya tersenyum simpul dan mengangguk pelan.


Gea menepuk pelan pundak thea dan membuat thea mengalihkan pandangannya pada gea.


"Udah malam.. mending kita tidur"


Thea menyetujuinya dan bangkit dari duduknya dan berjalan ke tenda di susul oleh gea yang sudah geleng geleng kepala melihat sikap thea.


"Malah di tinggal guenya"


Gea pun masuk ke tenda dan tidur... thea yang belum sepenuhnya tertidur pun kembali membuka matanya sebelum menutupinya lagi.


"Gue hanya berharap semua akan baik-baik saja"


            «««««SELESAI»»»»»


Hai semuanya...


Maaf kalo kali ini ceritanya pendek... hal itu di karenakan ini adalah update mendadak..


Jadi mohon maaf ya...


Sekian Rc.

__ADS_1


__ADS_2