MANTAN JADI MANTEN!!

MANTAN JADI MANTEN!!
Chapter 1


__ADS_3

"Kamu! Ngapain kamu disini? Dan.. dimana wanita itu?" tanya Satrio dengan pelan namun dengan penuh penekanan setiap katanya.


Kaget, satu kata yang tepat menggambarkan rasa keterkejutan Satrio pagi ini. Setelah dengan terpaksa menikahi wanita yang bukan kekasihnya, ia malah dibuat kaget saat menyadari wanita dihadapannya saat ini adalah mantan kekasihnya yang dulu, Cassandra.


"Wanita yang mana? Justru aku yang seharusnya bertanya padamu disini, karena seseorang menarik dan—"


Satrio menatap tajam Cassandra, "Jangan bilang wanita yang aku tarik tadi itu.. kamu!" seru Satrio menyadari rentetan peristiwa pagi tadi.


"Jadi.. pria asing yang menarik ku tadi itu.. kamu, dan yang menyuruh orang-orang itu merias ku dan menyuruhku mengisi data diri dan menandatangani dokumen itu juga kamu!" lagi-lagi keduanya terkesiap dengan penuturan mereka masing-masing.


Satrio tak menyangka setelah 2 tahun tak bertemu, mereka akhirnya dipertemukan di tempat dengan suasana seperti ini.


"Kalian ini apa-apaan sih, nggak malu tuh dilihat para tamu!" kata Mama Nuri sedikit berbisik, seraya melirik para tamu yang melihat ke arah mereka. "Kita bisa membahasnya setelah acara ini selesai, Mama minta kalian berdua diam, oke!" Imbuh Mama Nuri dengan tegas.


"Shut up and be a good boy and girl, okay!" sambung Mama Nuri mengingatkan dengan mata memicing disaat keduanya akan bersuara. Hingga membuat keduanya kesusahan menelan salivanya.


"Tante Nuri gak berubah ya dari dulu.. tetap galak!" ucap Cassandra pelan.


"Jadi diam lah kalau kau tak ingin mendapatkan omelan nya seperti dulu. Lihat! dia sedang menatap kita disebelah sana." ucap Satrio menunjuk dengan ekor matanya.


Cassandra tak lagi bersuara, kini keduanya menjadi anak yang baik seperti perintah mama Nuri. Mereka berdua tersenyum begitu bahagia menyalami satu persatu tamu yang hadir di acara pernikahan mereka. Dan tanpa mereka sadari, sepasang mata menatapnya dari depan pintu masuk ballroom hotel penuh dengan linangan air mata, pergi dengan membawa perasaan kecewa dan sakit hatinya.


...-o0o-...


Acara ijab qobul akhirnya selesai tepat setelah jam makan siang. Kini mereka sudah berada di dalam kamar pengantin, ya.. mereka, satrio, Cassandra, Mama Nuri dan Papa Radit, Bambang dan Dani serta istrinya, Sofia dan anaknya Soni yang masih berusia 2 tahun.

__ADS_1


Hingga sore menjelang, mereka masih saja belum mengucapkan sepatah kata pun. Mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa ada yang memulai obrolan.


"Sampai kapan kita harus saling menatap seperti, huh! Sudah 2 jam kita disini dan kalian masih tak ingin menjelaskan apapun pada kami!" seru mama Nuri memecah keheningan, ia sangat kesal dengan kelakuan anaknya. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, ia dengan tiba-tiba mengganti mempelai wanita begitu saja hingga membuat beberapa keluarga yang memang mengetahui nama mempelai wanita yang sebenarnya pun saling bertatapan penuh tanda tanya.


Satrio masih memandang isi pesan terakhir yang dikirimkan Luna, kekasihnya, ralat, calon istrinya dengan datar tanpa ada niat membalasnya. Rasa marah dan kesal berkecamuk menjadi satu.


Cassandra melirik Satrio yang masih fokus dengan ponsel di tangannya tanpa berniat menjelaskan apa yang terjadi.


"Dasar.. manusia salju!" umpat Cassandra dalam hati.


"Maaf, Tante sebelumnya. Mungkin, Satrio harus menjelaskan semuanya sama Tante karena dialah dalang dari semua peristiwa hari ini." ucap Cassandra mencebikkan bibirnya dan menatap tajam pria yang baru beberapa jam menjadi suaminya.


"Satrio.. jelaskan pada kami semua, sebenarnya ada apa ini? Kenapa tiba-tiba pengantin wanitanya berubah? Dan dimana Luna? Lalu.. kenapa Cassandra yang—"


"Maaf, Ma.. Satrio terpaksa melakukannya demi menyelamatkan reputasi dan nama baik keluarga kita," tutur Satrio dengan lugas.


"Setengah jam sebelum acara dimulai, Luna memberikan kabar padaku jika dia tak bisa datang, dia ragu dan meminta pernikahan kami ditunda," jelas Satrio pada semuanya.


"Kenapa bisa begitu, apa kalian bertengkar? Dan.. kenapa harus disaat detik-detik terakhir dia baru berubah pikiran, Sat! Apa dia sengaja membuat kita malu, huh!" tanya mama Nuri dengan geram.


Sejak awal ia memang tak suka dengan sikap Luna yang sangat dingin pada keluarganya, ia hanya akan berbicara saat ditanya, sifatnya hampir sama dengan anakya, Satrio.


"Karena sekarang semuanya sudah jelas, kalau begitu aku permisi pulang, temanku pasti sudah menungguku di kost-an," ucap Cassandra yang hendak pamit pada semuanya.


Ia tak tahu harus bagaimana, ia sungguh dibuat bingung dengan situasi saat ini. Rasa keterkejutan yang tadi saja belum hilang saat tiba-tiba seseorang menariknya dengan paksa lalu dibawa masuk ke sebuah ruangan yang terdapat beberapa wanita yang sudah menunggunya dan baru dia ketahui jika mereka adalah tim MUA profesional. Belum lagi saat dirinya harus mengisi beberapa data diri serta disuruh menandatangani beberapa dokumen sembari ia dirias. Bukannya Cassandra tak menolak, namun setiap kali dirinya berbicara, ia selalu diminta untuk menutup mulut, karena akan mengganggu tugas mereka dalam merias, ucapnya.

__ADS_1


Lalu sekarang setelah mendengar penjelasan dari mantan kekasihnya itu. Kini Cassandra mengerti dan akhirnya memutuskan untuk pulang karena semua masalahnya sudah terpecahkan.


"Pulang? Kamu mau pulang kemana, Sayang!" ucap mama Nuri menatap heran kearah menantu barunya. "Kamu akan pulang tapi bukan ke kost-an mu, tapi kerumah kita," imbuh mama Nuri membuat mulut Cassandra menganga.


"Ma-maksud, Tante! Pulang kerumah siapa?" pertanyaan polos Cassandra membuat semuanya tergelak kecuali Satrio, ia masih diam tanpa ekspresi.


"Ya.. pulang ke rumah kita! Kerumah suami kamu, Satrio, bukannya kamu pernah ke rumah waktu itu!" jawab mama Nuri tersenyum melihat tingkah polos menantunya.


"Ayo, kita pulang.. kalian bulan madunya di rumah saja!" seru mama Nuri seraya mengapit lengan Cassandra dan berjalan keluar menuju pintu. Satu persatu ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah kaki mama Nuri keluar dan menuju lift. Dan meninggalkan Satrio seorang diri di dalam kamar tersebut.


"Bang Sat.. ayo pulang, dipanggil mama tuh!" panggil Bambang seketika mendapat tatapan tajam dari Satrio.


"Sekali lagi aku mendengar mu memanggilku bangsat, kartu kredit mu akan ku bekukan saat itu juga," ancam Satrio, membuat Bambang seketika mendelik, ia langsung meminta maaf dengan membentuk huruf V pada jari tangannya.


"Maafkan adikmu yang tampan ini, Bang Rio." sahut Bambang dengan cepat seraya menampilkan wajah imutnya.


Satrio melenggang pergi meninggalkan adiknya Bambang dengan tingkah konyolnya dan menyusul keluarganya yang sudah menunggunya di depan lift.


Mereka pulang memakai 2 mobil. Satu mobil yang dikendarai Dani, dinaiki Sofia, Bambang, Soni dan kedua orang tuanya, sedang di mobilnya satunya dikendarai oleh Satrio dan Cassandra.


Mobil Satrio melenggang membelah jalan raya meninggalkan hotel tempat acara ijab qobul pernikahannya menuju kediaman papa Radit.


Ini bukan pertama kalinya Cassandra menginjakkan kakinya di rumah itu. Rumah yang beberapa kali ia kunjungi saat masih berpacaran dengan Satrio dulu.


Sepanjang perjalanan, Cassandra menatap ke arah kaca jendela pintu mobil dengan tatapan kosong, ia hanya menatap papan reklame yang terpampang jelas, lampu jalanan yang terbentang di sepanjang jalan. Gadis itu merenungkan nasibnya yang entah ia harus bahagia atau bersedih karena statusnya yang sudah berubah dalam sekejap, padahal niatnya datang hanya ingin menghadiri pernikahan mantan kekasihnya karena tak ingin diejek oleh teman kampusnya jika dirinya belum move on, namun jalan takdir membawanya menjadi mempelai pengantin wanita yang membuatnya kini menjadi nyonya Satrio.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2