
Peraturan Satrio
"Baiklah, baiklah.. lain kali aku akan memanggilmu dengan ejaan yang benar, sekarang cepat sebutkan apa peraturan yang harus dipatuhi selama aku tinggal di kamarmu!" seru Cassandra yang sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat!"
"Ini tak akan lama jika kamu tak banyak protes. Sekarang kamu duduk disana, aku akan print peraturan yang sudah aku buat," imbuh Satrio mengambil selembar kertas yang telah dipersiapkannya.
'Ini.. bacalah dan tanda tangani. Aku tak suka area pribadiku disentuh orang lain, setelah kamu baca dan tanda tangani.. aku harap kamu bisa konsekuen dengan apa yang sudah kita sepakati." pungkas Satrio.
"Baiklah, kemari kan cepat.. tapi setelah aku tandatangani, kamu harus berjanji membiarkan aku istirahat, bagaimana?!"
"Terserah padamu," jawab Satrio datar.
PERATURAN :
✓Mengetuk pintu sebelum masuk.
✓Saat akan tidur, harus dalam keadaan steril dan bersih bebas dari kotoran dan kuman.
✓Tidak boleh makan didalam kamar dan menjaga kebersihan kamar.
✓Setelah tidur harus segera merapikan tempat tidurnya.
✓Dilarang menyentuh barang milik pribadi pihak satu.
"Wah.. ini orang benar-benar detail. Aku ini mau masuk kamar atau ruang ICU sih, harus steril segala," Cassandra menghela dan bermonolog dalam hati.
"Baiklah, aku setuju.. tanda tangannya disini kan!" tunjuk Cassandra seraya membubuhkan tanda tangannya dengan cepat. "Ini.. sudah 'kan! Sekarang biarkan aku tidur sejenak," ucapnya seraya mendorong bahu Satrio pelan yang berada di hadapannya dan bersiap untuk berbaring.
"Eits.. kamu mau kemana, huh!" Satrio menarik gaun yang dikenakan Cassandra hingga membuat langkahnya terhenti seperti sedang jalan ditempat.
"Ish, apaan sih, SATRIOOO.. kamu sudah janji tadi bakalan biarin aku istirahat, apa kamu lupa, hah!" pekik Cassandra dengan kesal.
Satrio mensejajarkan tubuh Cassandra dengan tubuhnya seraya menyentil kening Cassandra dengan pelan.
"Makanya, jadi orang bodohnya jangan kebangetan. Kamu gak baca peraturan pertama poin kedua?! imbuhnya.
__ADS_1
"Poin kedua?" gumam Cassandra pelan.
"Iya poin kedua, saat akan tidur, harus dalam keadaan steril dan bersih bebas dari kotoran dan kuman. Dan lihatlah dirimu, kau masih mengenakan pakaian yang tadi pagi, jadi kamu harus mandi sebelum naik ke atas tempat tidur." Pungkas Satrio.
"Ahh.. yang itu rupanya," gumam Cassandra dalam hati.
Dengan terpaksa Cassandra berpindah haluan dan berjalan menjauh dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Sudah 1 jam lamanya Cassandra berada didalam kamar mandi, dan sudah 3 kali pula Satrio mengetuk pintu kamar mandinya namun Cassandra tak kunjung keluar.
"San, Cassandra.. buka pintunya, sampai hitungan ketiga kamu belum buka pintunya.. aku bakalan dobrak pintunya sekarang!" pekik Satrio dengan kesal.
"Satu.. dua.. tiiii.... " Seketika kepala Cassandra menyembul dari balik pintu kamar mandi dengan wajah tak berdosa dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
"Kamu lagi mandi apalagi tidur, huh? Atau jangan-jangan kamu ini manusia jelmaan ikan ya!" kata Satrio sarkas.
"Ck itu mulut apa ulekan sambal sih, bisa gak bicaranya yang lembutan dikit! Emang aku siluman apa, pakai acara menjelma segala!" ucap Cassandra mendecak dengan kesal.
"Dari tadi juga aku sudah ketuk pintu nyuruh kamu keluar, emang dasar telinga kamu aja yang budek!" Cassandra mengembuskan napas saat mendengar perkataan sarkas dari mulut pedas Satrio.
"Buruan, cepat keluar.. aku mau masuk!"
Karena kesal tak mendapat jawaban, akhirnya Satrio membuka pintu kamar mandinya dengan paksa. Karena keadaan yang memang tidak memungkinkannya keluar, akhirnya dengan sekuat tenaga Cassandra menahan pintu tersebut agar Satrio tidak bisa masuk. Ia membuka kenop pintunya dan pegangan pintu kamar mandi dan memaksa masuk kedalam, niatnya hanya ingin membuat Cassandra keluar dari kamar mandi, namun ternyata Cassandra menahannya dari dalam hingga membuat keduanya saling tarik menarik hingga membuat Satrio berhasil masuk kedalam kamar mandi namun sepersekian detik, Satrio keluar dengan wajah yang memerah.
"Hei, apa kau berniat menggodaku!" pekik Satrio membelakangi Cassandra. Saat ini Cassandra hanya memakai handuk mandi yang memperlihatkan sebagian kecil tubuhnya.
"Menggoda apa coba, aku lupa bawa pakaian ganti," ucap Cassandra pelan. Sungguh saat ini dia begitu malu pada Satrio.
Baru beberapa jam kamu disini, tapi sudah sangat merepotkan," gerutu Satrio yang berjalan menuju ruang wardrobe nya dan mengambilkan kemeja putih miliknya dan kembali ke kamar mandi.
"Ini.. pakailah cepat dan segera keluar. Nanti aku akan menyuruh orang membelikan pakaian!"
Setelah beberapa saat, akhirnya Cassandra keluar dari kamar mandi. Rasanya begitu risih saat melihat pantulan dirinya di cermin saat memakai kemeja kebesaran milik Satrio.
"Jangan sampai dia mengatakan kalau aku akan menggodanya lagi!" gumam Cassandra yang menyadari jika kini dirinya terlihat seksi.
__ADS_1
Satrio berbalik ke arah Cassandra saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Satrio buru-buru memalingkan wajahnya saat melihat penampilan Cassandra yang terlihat seksi.
"Hum.. duduk disana!" tunjuk Satrio sebuah sofa hijau yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Cassandra mengikuti apa yang diperintahkan padanya. Cassandra duduk seraya menutup sebagian pahanya dengan bantal sofa yang ada disana. Namun tetap saja posisi Cassandra saat ini begitu menggoda.
"Aku minta maaf.."
"Apa? Seorang Satrio meminta maaf?!" potong Cassandra.
Satrio menghela napasnya dengan kasar.
"Maka dari itu dengarkan apa yang akan aku katakan, sebab aku tak akan mengulang perkataan ku untuk kedua kalinya," tutur Satrio tegas.
"Baiklah, lanjutkan," sahut Cassandra dengan santainya.
"Sebelumnya, aku ingin meminta maaf padamu yang sebesar-besarnya karena tindakanku yang ceroboh hingga membuatmu masuk kedalam pusaran permasalahan ku. Aku tahu kalau kamu pasti sangat kaget, jujur.. aku pun kaget dan tak menyangka jika wanita yang aku tarik itu adalah kamu! Aku menariknya random tanpa melihat terlebih dahulu.
"Jadi berapa lama kita akan berpura-pura jadi suami istri?" potong Cassandra yang tahu kemana arah percakapan Satrio.
Satrio terkesiap melihat Cassandra yang berbicara blak-blakan.
"Kita tidak melakukan pernikahan ini secara pura-pura jika kau lupa, Cassandra. Pernikahan ini sah dimata agama dan resmi di mata hukum. Aku juga tak ingin mempermainkan pernikahan yang sakral ini, tapi karena aku tahu kita sama-sama tidak saling mencintai, Jadi aku ingin kita membuat kesepakatan pernikahan agar tidak saling merugikan," pungkas Satrio.
Cassandra menghembuskan napasnya ke udara. "Jadi maksudmu kita akan membuat surat kontrak, seperti itu!"
Satrio mengangguk pasti. "Benar, dan aku sudah siapkan, namun ini hanya sementara sembari menunggu sekertaris ku menyelesaikan dengan tim pengacaraku agar tidak terjadi masalah di kemudian hari," tandasnya.
"Baiklah, apa isi perjanjiannya!" seru Cassandra dengan wajah lebih serius.
"Poin pertama, dilarang ikut campur soal pribadi masing-masing. Poin kedua, berperilaku layaknya suami-istri jika saat diperlukan. Dan poin ketiga dan yang terakhir, tidak melakukan kontak fisik jika tidak mendesak," tutur Satrio menatap wajah Cassandra yang terlihat tetap cantik walau tanpa riasan di wajahnya.
Satrio akui jika Cassandra jauh lebih cantik bila dibandingkan dengan kekasihnya, Luna namun Satrio sangat tidak suka dengan kepribadian Cassandra yang berisik serta sangat jauh dari kesan anggun dan berkelas.
"oke, deal!" jawab Cassandra tanpa protes.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...