
KAMPUS
Cassandra berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Cassandra masih sedang mengumpulkan keberaniannya untuk menelepon suaminya dan meminta izin darinya.
"HUUFFT!!" Cassandra menghembuskan napasnya ke udara.
"Huh.. baiklah, hanya menelepon doang 'kan! It's okay, Cassie. Kamu tinggal bilang mau ke kampus. Bukankah itu pilihan yang mudah..! daripada aku telat masuk dan harus ketemu dosen killer," pikirnya.
Tak ingin membuang waktu lagi, akhirnya Cassandra menelepon suaminya. Berharap nomornya masih nomor yang sama saat mereka berpacaran dulu.
"Ternyata nomornya masih sama," gumam Cassandra lalu tiba-tiba suara bariton terdengar dari seberang telepon.
"Ya, ada apa!" jawab Satrio datar dan cenderung ketus.
"Ini aku, Cassie. Eh, maksudku Cassandra," ralatnya.
"Tahu.. buruan, ada perlu apa kamu telepon?!" tanya Satrio to the poin.
"Huft.. " kesal Cassandra dengan nada bicara Satrio yang tetap saja tak pernah lembut jika berbicara padanya.
"Aku mau minta izin. Aku mau ke kampus hari ini dan pulangnya mungkin agak sore-an," kata Cassandra dengan cepat dan langsung pada intinya.
"Pergilah dan lain kali nggak usah laporan lagi. Itu urusanmu dan aku tak mau tahu apapun yang kamu lakukan, aku sudah bilang bukan, jika aku tak akan mencampuri urusanmu!" jawab Satrio ketus.
Tanpa terasa matanya mengembun mendengar kata-kata mutiara Satrio padanya yang cenderung lugas dan tidak berfilter. Bahkan entah dia tahu atau tidak jika perkataannya sudah sangat melukai hati istrinya sendiri.
Cassandra yang sudah tak tahan dengan keketusan yang dilakukan Satrio padanya pun hanya bisa menyikapinya dengan berlapang dada. Walau bagaimanapun juga, kini posisinya sudah sebagai istri yang mau tak mau tentu harus tetap menghormati suaminya dan selalu menempatkan suaminya di posisi paling tinggi.
"Terserah apa katamu, yang penting aku sudah meminta izin dan memberitahumu. Terserah kamu mau dengar atau tidak, itu T-E-R-S-E-R-A-H," kata Cassandra menahan diri untuk tak menanggapi perkataan Satrio yang akan berbuntut panjang jika dia tak bisa menahan emosinya.
Cassandra menutup sambungan teleponnya sepihak. Hatinya dan telinganya sudah sangat panas mendengar ucapan "indah" suaminya.
"Sabar.. sabar.. Cassie!" rapal nya dalam hati dan berulang.
...-o0o-...
"Hei.. hei.. itu itu si Cassie!" tunjuk salah seorang mahasiswi ketika Cassandra masuk ke dalam kawasan fakultasnya.
Katanya dia sudah menikah loh!
__ADS_1
Dia nikahnya sama alumnus kampus kita.
Rupanya mereka pernah berpacaran.
Iya.. katanya hanya bertahan beberapa bulan saja.
Tapi dengar-dengar juga dia diputusin didepan semua orang loh!
Kasihan ya dia!
Iya, kasihan banget.
Itulah beberapa suara suara sumbang dari orang-orang yang tak mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Dan, apakah Cassandra peduli? Jawabannya tentu saja, tidak. Cassandra sudah kebal dengan asumsi orang-orang tentang dirinya.
Sejak kejadian memalukan itu, Cassandra seakan memiliki hati yang kebal dari segala suara-suara tajam yang mencoba menusuknya. Hingga lama kelamaan, tak ada lagi yang membicarakannya.
"CASSIE!!" pekik Amel , sahabat sekaligus teman sekamar Cassandra selama ini.
"Ya Tuhan.. Kemana aja kamu, Cassie?!" kata Amel menarik tangan Cassandra menuju taman belakang.
"Sumpah ya, kamu hutang banyak penjelasan sama gue!" imbuhnya lagi menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Amel yang kelasnya sudah selesai tak langsung balik ke kost-an nya karena dia sangat penasaran dengan cerita yang yang akan diceritakan Cassandra padanya nantinya.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Cassandra keluar dari kelasnya. Amel menghampiri Cassandra yang terlihat sibuk berbicara dengan seorang pria tampan.
"Biar aku kerjain ni anak…," gumam Amel . Dia mulai berjalan dengan pelan menuju ketempat Cassandra dan pria tampan itu berada.
"DOOR!!" teriak Amel dan berhasil mengagetkan Cassandra dan pria yang berada disampingnya.
"Oh ya, ampun Amell!! Kau mengagetkanku." Kata Cassandra memegang dadanya yang kaget.
Amel tertawa cengengesan melihat ekspresi terkejut Cassandra. Bahkan Cassandra sampai terperanjat karenanya.
"Sorry, gue sita Cassie dulu. Dia punya hutang yang besar padaku," kata Amel pada pria tampan itu.
Pria tampan itu hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya mendengar ucapan wanita cantik dan tampak slengean itu.
__ADS_1
"Baiklah, Nyonya Satrio Kuncoro.. sekarang ceritakan semuanya," kata Amel .
Cassandra membekap mulut Amel dengan cepat saat Amel mengatakannya dengan keras.
"Itu mulut bisa nggak sih lihat situasi dan kondisi..! Kau bisa membuat orang-orang tahu tentang hubunganku dan Satrio." kata Cassandra mendengus kesal.
"Hei, Nona.. tanpa aku bicara pun, mereka sudah tahu tentang pernikahan kalian, camkan itu!" Amel mencebikkan bibirnya menatap sang sahabat.
"Kau menikah dengan pria populer di kampus kita dan saat kalian menikah pun.. beberapa kating kita datang juga anak fakultas lainnya, Sayangkuuuu jadi kau tak usah takut jika mereka tahu tentangmu," tutur Amel membuat Cassandra termangu.
Cassandra menghela napasnya panjang ke udara saat menyadari ketenaran suaminya di kampus.
"Sekarang cepat ceritakan semuanya, kamu membuat jiwa kepo ku meronta-ronta," Amel mencebik saat mereka sudah berada di taman belakang fakultasnya.
"Haahh.. ceritanya sangat panjang tapi, baiklah.. akan aku ceritakan semuanya padamu, eksklusif hanya untuk SAHABAT yang kepo ini," canda Cassandra.
"Saat itu … kamu lihat sendiri 'kan kalau aku tak melihat siapa orang yang menarik ku … aku ditarik tentu saja refleks ikut … dan semuanya terasa begitu cepat hingga akhirnya aku resmi menikah, seperti yang kamu lihat kemarin." Kata Cassandra dengan jujur sembari mengedikkan bahunya keatas.
"Kau tahu, aku masih tak percaya tentang ini, Cassie. Ini seperti mimpi bagiku, bagaimana mungkin mantan yang dibencinya bisa menjadi istrinya sekarang," kata Amel dan langsung terdiam.
"Jangankan kamu, aku saja yang menikah dengannya sampai detik ini saja masih tak menyangka. Hidupku bagai roda yang berputar sangat sangat cepatttttttttt hingga membuatku pusing sampai saat ini," ujar Cassandra jujur dan membuat Amel tergelak.
"Ini kalau dibuat judul novel atau film, pasti judulnya MANTAN JADI MANTEN!" kata Amel tertawa dengan keras.
Cassandra hanya tersenyum menanggapi perkataan sahabatnya itu.
Cassandra dan Amel melanjutkan obrolannya di kost-an tempat dia tinggal dulu bersama sahabatnya, Amel .
Dan tanpa terasa mereka menghabiskan waktunya hingga menjelang malam.
Sementara ditempat lain..
"Sat, istri kamu kemana? Ini sudah masuk lewat sore dan dia belum pulang juga?!" tanya mama Nuri yang sejak tadi tak melihat keberadaan menantu barunya itu.
"Tadi dia bilang mau ke kampusnya, Mah. Bukannya dia sudah izin sama Mama!" seru Satrio.
"Iya sih, tapi dia bilangnya cuma sampai sore dan sekarang sudah masuk malam, Sat. Mama jadi khawatir jika terjadi sesuatu padanya diluar sana!" tampak raut kekhawatiran di wajah cantik ibu 3 anak itu.
"Tenanglah, Mah.. dia bukan anak kecil yang tak tahu jalan pulang. Mama enggak perlu khawatir, kalau dia mau pulang.. pasti akan pulang dengan sendirinya juga," balas Satrio dengan cuek dan datar.
__ADS_1
Seakan tak peduli dengan Cassandra yang pergi entah kemana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...