MANTAN JADI MANTEN!!

MANTAN JADI MANTEN!!
Chapter 2


__ADS_3

POV Satrio


"Yo.. kemana, Luna? ini sudah jam berapa, acaranya sebentar lagi akan mulai!" seru Dodit, pemilik WO yang juga merupakan sahabat Satrio yang menghandle semua persiapan pernikahannya.


Satrio menghela napasnya panjang, ia tak tahu keberadaan Luna saat ini karena ponselnya tidak bisa dihubungi, dari chat terakhirnya ia mengatakan jika dirinya sedang bersiap menuju hotel B dengan menggunakan taksi, namun entah kenapa sampai detik ini ia tak kunjung datang.


"Entahlah, Dot. Nomornya gak aktif sejak sejam yang lalu," balas Satrio tanpa mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya. Ia terus mencoba menghubungi nomornya namun berapa kali pun mencoba, nomornya tetap saja tak bisa dihubungi, hingga saat detik-detik terakhir akhirnya ia mendapatkan sebuah ide gila.


"Dot, lanjutkan sesuai dengan rencana awal, aku akan membawa pengantin wanitanya segeranya. Cepatlah! Waktu kita tak banyak," seketika Dodit dibuat bingung dengan perkataan sahabatnya itu.


"Membawa pengantin wanita? Bukannya dia bilang dia gak tahu keberadaan Luna saat ini!" kata Dodit bergumam dan langsung tersadar saat mendengar teriakan seseorang dari HT yang dipegangnya.


Meninggalkan Dodit yang masih kebingungan dengan perkataan Satrio. Satrio dengan cepat keluar dan mencari seorang wanita yang akan menjadi pengganti mempelai pengantinnya hari ini. Ia mencari ke seluruh ruangan hingga ke sudut ballroom sampai pada akhirnya ia menarik salah satu wanita dari kumpulan para wanita di sudut ruangan tersebut tanpa melihat wajahnya terlebih dahulu.


Satrio langsung menggandeng tangan wanita dengan gaun putih itu dan langsung membawanya masuk ke dalam ruang ganti yang sudah disediakan khusus untuk mempelai pengantin wanita.


Wanita itu mengikut saja ketika tangannya ditarik oleh Satrio ke suatu ruangan yang entah ruangan apa itu pun dia sendiri tak tahu. Ia hanya mengikuti saat tangannya ditarik dan digiring masuk ke sebuah ruangan yang tampaknya seperti ruang wardrobe wanita.


"Cepat pakaikan pakaiannya dan rias dengan cepat, waktumu hanya 30 menit dari sekarang!" ucap Satrio saat akan menutup pintu ruang ganti itu pada seorang pria dengan perawakan seperti wanita yang biasa disebut shemale.


"Gila lu, Yo mana bisa gue—" ucapan Marvel terpotong seiring dengan tertutupnya pintu ruangan tersebut. "Sumpah Yo, kalau bukan karena kita sahabat, sudah gue banting lo dari kapan-kapan hari," gerutu Marvel, kesal dengan sikap Satrio yang semaunya.


"Cassie, Marvel…." ucap keduanya bersamaan.


...-o0o-...


Matanya terbelalak saat membaca kertas yang ada di hadapannya saat ini, Cassandra Atmaja? Apakah wanita yang tadi adalah orang yang sama yang aku kenal! Atau.. namanya saja yang sama? Tapi.. nama belakangnya kok bisa sama seperti itu!" seru Satrio dalam hati. Ia begitu kaget saat berlatih mengucapkan ijab qobul, menyebut nama Cassandra, membuatnya mengingat nama mantan kekasihnya yang dulu.

__ADS_1


Semoga benar hanya namanya saja yang sama.


Setelah membacanya beberapa kali, akhirnya Satrio mulai mengucapkan ijab qobul.


"Saya terima nikah dan kawinnya Cassandra Atmaja bin Almarhum Atmaja dengan seperangkat alat sholat dan set berlian serta uang tunai 10.000$ dibayar tunai." ucap Satrio dengan jelas dan lantang.


Suasana yang tadinya begitu khidmat dan sunyi, seketika kehebohan merebak begitu saja di udara setelah teriakan kata SAH dari bapak penghulu serta beberapa saksi serta tetamu yang hadir setelah Satrio selesai mengucapkan ijab qobul.


Beberapa ada yang bertepuk tangan, ada pula yang terharu hingga meneteskan air mata seperti mama Nuri serta beberapa pula yang tertawa saat melihat ekspresi wajah tegang pengantin prianya, siapa lagi tidak bukan kedua saudaranya, Dani dan Bambang serta para sahabat Satrio yang langsung memberikan sebuah jempol yang menandakan bahwa dia melakukannya dengan sukses.


Setelah prosesi ijab qobul, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Lalu setelah itu, pengantin wanita masuk ke tempat acara akad nikah setelah pengantin pria selesai mengucapkan ijab qobul dengan benar.


Setelah ijab kabul berjalan lancar, penghulu akan memimpin doa akad nikah. Selain penghulu, doa nikah dapat dibacakan oleh pemuka agama khusus. Acara selanjutnya adalah penyerahan mahar dan pemasangan cincin dilanjutkan dengan penyerahan buku nikah dari penghulu kepada kedua mempelai.


Bak seorang artis ternama, mereka memamerkan kedua buku berukuran kecil berwarna hijau untuk istri dan merah untuk suami. Sebelum acara sungkeman berlangsung selanjutnya adalah sesi foto bersama dan bersalaman dengan para tamu yang hadir dalam acara akad nikah tersebut yang menandai berakhirnya dari rangkaian prosesi acara akad nikahnya.


Beberapa menit sebelum ijab qobul..


"Dimana lo dapat pengganti, Luna secepat itu?" tanya Dodit heran saat belum 5 menit Satrio keluar dari ruang ganti mempelai pria namun ia sudah diberitahu Marvel untuk memulai acaranya.


"Noh.. didepan," jawab asal Satrio yang tengah di rias oleh tim dari Marvel.


"Beneran.. lo mau nikahin cewek itu!" tanya Dodit yang diangguki cepat oleh Satrio.


"Terpaksa, Dot, gak ada jalan lain."


"Tapi 'kan kamu belum lihat wajahnya, gimana kalau dia jelek atau.. orang yang lo sebelin!" lagi, pertanyaan Dodit membuat Satrio mengerutkan keningnya karena merasa ada yang aneh dari pertanyaan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kenapa memangnya?" tanya Satrio penasaran, karena sejak tadi para sahabatnya tak hentinya bertanya akan keseriusannya menikahi wanita yang akan menjadi pengganti Luna.


"Ya, enggak, tapi emang harus sampai segitunya! Gak ada cara lain apa? Menundanya mungkin.." pertanyaan mengambang Dodit membuat Satrio menghela napasnya panjang.


"Gak bisa, Dot. Mau ditaruh dimana muka keluarga gue, mikir dong!" balas Satrio kesal. Kepalanya sudah sangat dipusingkan oleh kelakuan calon istrinya yang tiba-tiba meminta waktu untuk berpikir ulang di detik-detik terakhir.


"Eits, santai bro.. sewot amat calon pengantin satu ini," kekeh Dodit saat melihat ekspresi sahabatnya yang mulai kesal. Ia berusaha menyakinkan yang bisa dia lakukan, dan semua itu dia lakukan semata-mata karena tak ingin sahabatnya itu menyesali keputusannya setelah melihat siapa wanita yang dinikahinya.


"Semoga kamu tak menyesali keputusanmu, Bro." batinnya meninggalkan Satrio yang tengah dirias lalu menuju tempat venue karena sebentar lagi prosesi akad nikah akan segera dimulai.


"Jangan lupa.. baca kertas di depan lo!" seru Dodit sedikit berteriak saat sudah berada di depan pintu.


"Kertas?" gumam Satrio seraya melirik selembar kertas di depannya.


Belum sempat Satrio meraih kertas tersebut, tim dari Dodit sudah memanggilnya dan menyuruhnya segera keluar karena acara ijab qobul akan segera dimulai.


Satrio keluar menuju ke tengah ruangan tempat akan dilangsungkannya prosesi ijab qobul yang sudah di dekor sedemikian rupa oleh pihak Dodit selaku wedding organizer (WO).


Sesuai permintaan calon istrinya, Luna. Ia menginginkan pernikahan dengan konsep pernikahan yang elegan dan mewah. Hingga pada akhirnya tim Dodit menggunakan warna putih, silver, dan gold untuk memberikan kesan yang elegan serta mewah.


Background yang dipilih adalah warna-warna tersebut yang dihiasi dengan rangkaian bunga pada bagian atasnya. Untuk lebih menambahkan kesan glamor Dodit juga menyuruh timnya mengkombinasikan warna putih dengan gold, sehingga dekorasi akad nikah tampil lebih elegan. Serta pada bagian kursi dan juga diatas meja ia tambahkan beberapa ornamen bunga dengan warna yang senada dengan background.


Saat ini posisi Satrio sudah duduk di tengah-tengah, diapit oleh 2 orang yang diyakininya adalah seorang saksi dari pihak wanita dan pria serta orang yang duduk di depannya adalah penghulu yang akan menikahkan nya nanti.


Melihat seluruh keluarga besarnya sudah berkumpul serta para tamu dan koleganya yang sudah berdatangan dan menatapnya, ada perasaan deg degan yang dirasakan Satrio saat ini, walau ini bukan pernikahan yang diinginkannya namun, dia berharap ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhirnya, walau sampai detik ini dirinya sama sekali belum melihat wajah calon pengantin wanitanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2