MANTAN JADI MANTEN!!

MANTAN JADI MANTEN!!
Chapter 4


__ADS_3

Salah Kamar


Tanpa Cassandra sadari, kini dirinya sudah berada tepat di depan rumah Satrio. Tak banyak yang berubah sejak terakhir kali dia berkunjung. Tetap terlihat mewah dan megah. Cassandra tak menyangka jika rumah yang memiliki desain klasik yang megah dan elegan ini akan menjadi rumahnya.


Walau sudah beberapa kali kesini, ia masih saja berdecak kagum melihat kemegahan rumah yang kini sudah menjadi mertuanya itu, terlebih saat dirinya menyusuri setiap ruangan didalam rumah itu. Mama Nuri mengajak Cassandra berkeliling rumah dan memperkenalkannya pada seluruh pekerja disana, beberapa pekerja sangat terkejut karena yang mereka tahu jika tuan muda ketiganya akan menikahi kekasihnya yang bernama, Luna. Namun entah mengapa, Nyonya besar mereka malah memperkenalkannya pada seorang gadis cantik yang mereka ketahui bernama Cassandra.


"Perkenalkan semuanya, ini Cassandra, dia istri Satrio, saya harap kalian bisa memperlakukannya sama seperti anggota keluarga lainnya, kalian mengerti!" Tandas Mama Nuri pada seluruh pekerja rumahnya.


Setelah memperkenalkan pada semua pekerja rumahnya, mereka kembali bekerja seperti biasanya. Terlebih sebentar lagi sudah waktunya makan malam. Mereka akan lebih sibuk karena seluruh keluarga Kuncoro akan berkumpul secara lengkap.


"Sayang, naiklah ke kamarmu, mandi dan istirahatlah, mama akan menyuruh pelayan memanggil kalian saat jam makan malam." titah Mama Nuri menyuruh Cassandra naik dan beristirahat di kamarnya.


"Iya, Tante. Terima kasih" jawabnya.


"Loh.. kok masih panggil Tante, panggil mama dong, kan kamu sekarang istrinya Satrio, jadi sudah sepantasnya kamu panggil mama, Hem!" tutur Mama Nuri. Cassandra mengangguk pasrah mendengar perkataan mama mertuanya itu.


Oh my God! Sekarang aku punya mertua! Sejak kapan Cassie kamu bermimpi akan menjadi menantu dari keluarga kaya raya seperti ini!


"I-iya, Ma," sahut Cassandra dengan cepat membetulkan panggilannya.


Mama Nuri tergelak melihat ekspresi gugup Cassandra saat memintanya memanggilnya dengan panggilan 'MAMA' hingga membuatnya menarik pipi anak menantu nya itu karena gemasnya.


...-o0o-...


Cassandra menghitung kamar agar tidak salah masuk ke dalam kamar yang sudah ditunjukkan oleh mertuanya.


"Kamar sebelah kanan nomor 2 dari kamar dekat tangga pintu yang berwarna putih!" gumam Cassandra seraya menghitung jumlah kamar seperti petunjuk mertuanya.

__ADS_1


"Apa ini ya? Tapi kok.. semua pintunya berwarna putih? Mama tadi bilang kalau kamar Satrio itu warna putih! Kenapa warna pintunya tiba-tiba jadi warna putih semua?" Cassandra menghela napas, dia semakin bingung untuk masuk ke kamar nomor berapa.


"Hum, sepertinya yang ini!" gumam Cassandra seraya membuka kenop pintu yang memang tidak terkunci.


Cassandra masuk dengan santai ke dalam kamar karena lelah, Cassandra memilih membaringkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum dirinya membersihkan tubuhnya.


Cassandra yang baru akan menutup mata, merasa terganggu oleh suara siulan seseorang. Dengan terpaksa akhirnya Cassandra membuka matanya. Matanya melebar seketika saat menangkap sosok pria yang belum pernah dilihatnya, tubuh sixpack, tinggi dan putih terlebih saat melihat tubuh polosnya yang hanya tertutup oleh handuk yang melilit pinggangnya.


"AAAHHH.." pekik keduanya bersamaan dengan kencang hingga membuat keluarga Kuncoro berdatangan satu persatu. Mulai dari Dani dan Sofia yang memang kamarnya bersebelahan dengan kamar yang dimasuki Cassandra saat ini, lalu menyusul mama Nuri dan Papa Radit lalu kemudian disusul oleh Satrio yang terpaksa keluar karena mendengar suara teriakan yang mengganggu istirahatnya.


"Ada apa ini!" seru mereka bersamaan. Menatap Cassandra dan Bambang bergantian.


Tatapan mata Cassandra dan Satrio saling bertemu membuat Cassandra mendelik.


"Kamu! Kenapa ada disana? Bukankah ini kamarmu! Dan.. dia siapa?" tanya Cassandra seraya menunjuk pria yang ada dihadapannya.


Mama Nuri masuk dan menghampiri sang menantu yang terlihat menunduk karena malu.


"Kenapa kamu masuk ke kamar Bams, Sayang?!"


"Ma-maaf, Ma. Aku kira.. aku kira ini kamar Satrio. Aku bingung soalnya mama bilang tadi pintunya berwarna putih, tapi sampai ke atas ternyata semua pintu berwarna putih!" seru Cassandra yang membuat semua yang berada disana tergelak, kecuali Satrio yang memandangnya dengan tatapan tajam.


"Baru beberapa jam disini, dia sudah berbuat ulah." Batin Satrio lalu meninggalkan kamar Bambang.


"Ma, Pa.. kami kembali ke kamar duluan, takut Soni bangun." kata Dani seraya meninggalkan kedua orang tuanya serta adik iparnya yang sungguh membuatnya dan Sofia tertawa.


"Sampai bertemu di meja makan, Cassandra," ucap Sofia tersenyum lebar pada istri adik iparnya.

__ADS_1


Cassandra tak bersuara, ia hanya bisa mengangguk dengan pelan seraya menunduk karena malu. Sungguh memalukan apa yang terjadi malam ini, mungkin kejadian ini takkan pernah terlupakan oleh anggota keluarga Kuncoro.


...-o0o-...


Kini Cassandra sudah berada di dalam kamar Satrio, ya akhirnya dia masuk setelah mama Nuri mengantarkannya langsung sampai kedepan pintu kamar Satrio.


"Ini kamar suamimu, kali ini ingat dengan betul, jangan sampai kamu salah masuk kamar lagi," ucap Mama Nuri menahan tawanya.


"Iya, ma.." jawab Cassandra dengan pelan lalu masuk kedalam kamar yang kini berstatus suaminya.


Satrio menoleh saat menyadari seseorang masuk kedalam kamarnya. Rasa tidak sukanya pada Cassandra semakin menguat saat melihatnya masuk kedalam kamarnya begitu saja.


"Aku tahu kau itu pintar tapi aku nggak nyangka setelah 2 tahun tak bertemu, kau menjadi wanita yang bodoh, bahkan mencari 1 kamar saja kamu pun sampai salah masuk kamar," cerca Satrio sarkas.


"Maksud kamu?" Cassandra tak suka dengan nada bicara Satrio yang seperti menghinanya.


"Selain bodoh, kamu pun lupa pelajaran PKN tentang etika, huh!" ucapan Satrio lagi-lagi membuat Cassandra panas, "Kamu tau gak sih kalau masuk kedalam kamar orang lain itu harus mengetuk pintu dulu! Itu adalah hal dasar yang harusnya kamu sudah tahu!" imbuhnya lagi.


"Kamu sudah menghabiskan berapa kilo cabe, huh? Kenapa setiap perkataan yang keluar dari mulutmu selalu terasa pedassss!" cibir Cassandra seraya keluar dari kamar Satrio lalu kembali mengetuk pintu dan setelah diijinkan masuk barulah Cassandra masuk ke dalam kamar yang mulai hari ini resmi menjadi kamarnya juga.


"Stop! Jangan berani-berani mendekati kasurku," ucap Satrio saat Cassandra hendak berbaring, membuat Cassandra memutar matanya dengan jengah.


Cassandra menghirup oksigen sebanyak yang dia mampu, pasalnya ia sangat membutuhkannya untuk bisa meredam emosinya dalam menghadapi sikap Satrio yang begitu kasar dan dingin padanya.


"Sekarang apa lagi, Yo.. aku capek! Sejak pagi sampai tadi pun aku belum sempat istirahat. Aku mohon.. berbuat baiklah padaku beberapa jam dan biarkan aku istirahat sebelum waktunya makan malam, please!" pinta Cassandra dengan sedikit memohon.


"Siapa yang melarang mu istirahat? Sebelum kamu tidur, aku harus memberitahumu peraturan yang harus kamu patuhi selama kamu berada di dalam kamarku, aku tak suka orang lain mengganggu kenyamanan ku!" seru Satrio, "dan satu lagi, jangan memanggilku dengan sebutan tadi, itu hanya berlaku pada orang-orang terdekatku." terang Satrio mengingatkan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2