MANTAN JADI MANTEN!!

MANTAN JADI MANTEN!!
Chapter 3


__ADS_3

POV Cassandra


Merasakan tangannya ditarik seseorang membuatnya malah terdiam dan terpaku menatap punggung pria asing yang menariknya menjauh dari teman-temannya menuju kesebuah ruangan yang entah itu ruangan apa, ia pun tak tahu.


Entah mengapa ada getaran aneh saat Cassandra merasakan sentuhan pria tersebut.


"Aku mau dibawa kemana ini?" gumam Cassandra dalam hati, seakan tak mampu mengeluarkan suara hanya untuk sekedar bertanya.


"Persiapkan wanita ini cepat!" ucap Satrio pada ketiga orang itu.


Bhuumm..


Cassandra tersadar saat dirinya mendengar suara dentuman pintu tertutup. Kesadarannya kembali seketika dan menyadari keberadaannya sudah berada di dalam sebuah ruang ganti.


"Ngg' aku dimana ini?" gumam Cassandra, seketika berubah air mukanya saat melihat 3 orang wanita, ralat, 2 wanita asli dan 1 shimale tengah berjalan kearah dengan membawa sebuah gaun putih panjang yang bisa di tebaknya adalah sebuah gaun pernikahan.


"Hei, kalian mau!" pekik Cassandra saat dirinya didudukkan paksa oleh 2 wanita sedang wanita jadi jadian itu sibuk mengotak atik wajahnya dengan mengoleskan krim beberapa dikali di mukanya.


"Kalian itu siapa? Dan.. mau apa kalian?" tanya Cassandra untuk kedua kalinya saat ia menolak dirias namun, tetap saja tak ada yang menjawabnya. Mereka seakan dikejar hingga tak memiliki waktu walau sekedar menjawab pertanyaannya.


"Aduh nek, kooperatif napa sih, diem.. entar riasannya mencong sana mencong sini.. eike bisa ditebas sama Pak Marvel kalau hasilnya jelek,"


Tiba-tiba suara tawa Cassandra pecah ketika shimale itu mengoceh karena kesulitan merias wajahnya.


Marvel yang berjalan ke arah timnya yang sedang merias calon pengantin pun tergelak saat mendengar ocehan satu timnya.


"Cassie.. Marvel…." gumam keduanya bersamaan saat melihat satu sama lain.


2 wanita dan seorang shimale itu menatap Cassandra dan Marvel bergantian.

__ADS_1


"Lah.. kamu, kamu ngapain disini, Cassie?" tanya Marvel saat melihat orang yang sangat dikenalnya.


"Aku.. Kamu sendiri kenapa disini!" bukannya menjawab pertanyaan Marvel, Cassandra justru bertanya ulang padanya.


"Wait, wait, wait.. Kalian bertiga, kenapa wanita ini ada disini! Dan.. kenapa kalian mendandaninya?" tanya Marvel karena tak mendapat jawaban langsung dari Cassandra, jadilah Marvel bertanya langsung pada rekan satu timnya.


'Itu.. Pak Satrio tadi datang dan membawa langsung calon pengantinnya kemari!" sahut shimale itu dengan suara manjanya, menjauh dari Cassandra.


Seketika membuat Marvel mendelik menatap asistennya, "Satrio? Serius kamu!" tanya Marvel tak percaya.


Cassandra semakin bingung dengan tatapan Marvel padanya, terlebih saat ia menelfon seseorang seraya meliriknya. Setelah itu, hanya suara helaan napas yang didengar Cassandra.


"Baiklah team, cepat persiapkan Cassie sekarang, waktu kita tak banyak, acaranya akan segera dimulai," kata Marvel sembari menengok jam dipergelangan tangannya.


"Marvel, sebenarnya ada apa ini? Sejak tadi mereka terus memaksaku mengganti pakaianku dan merias wajahku," keluh Cassandra, mengadu pada Marvel.


Marvel yang ditanya hanya bisa cengengesan tanpa menjelaskan apa yang terjadi. Ia tak tahu apa yang harus dia katakan pada Cassandra karena sampai detik ini pun dirinya juga masih belum mendapatkan penjelasan langsung dari Satrio, sahabatnya.


"Nanti aku jelaskan, sekarang isi semua ini dan tanda tangani juga sekalian disini!" Seraya menunjuk tempat yang harus ditanda tanganinya.


"Ya, Tuhan.. sebenarnya ada apa ini? Kenapa jadi begini? Dan.. mereka sebenarnya mau apakan aku!" Cassandra terus bermonolog dalam hatinya. Bertanya pun tak akan ada yang mau menjelaskan apapun yang terjadi disini.


Pertanyaan demi pertanyaan terus mengganggu pikirannya, sebenarnya siapa pria itu? Dan kenapa dia malah membawaku dan menyuruh mereka mempersiapkan ku seperti ini!" itulah beberapa pertanyaan yang ada di benaknya saat ini.


Setelah dirias, lagi-lagi Cassandra dibuat tercengang saat dirinya mengganti gaun yang dia kenakan. Walau warna bajunya sama berwarna putih, namun dari penglihatannya baju ini adalah baju yang biasa digunakan oleh seorang pengantin. Ia bertambah bingung saat dirinya disuruh keluar dan dijemput oleh 2 orang wanita paruh baya yang mengapitnya menuju ruangan acara berlangsung.


Cassandra terlihat sangat anggun dengan gaun panjang warna putih dipadukan dengan rok span batik. "Kamu pengantin tercantik yang aku lihat tahun ini," puji salah seorang wanita yang cukup berumur pada Cassandra.


"Iya yah.. beruntung banget, mbak Nuri bisa dapat menantu cantik seperti dia!" seru wanita di sebelahnya.

__ADS_1


Pengantin?


Menantu?


"Mereka sebenarnya sedang membicarakan apa! Mengapa mereka bilang begitu!" seru Cassandra namun hanya bisa diucapkan dalam hati. Entah mengapa mulutnya seakan membeku.


Cassandra semakin menajamkan penglihatannya saat melihat kerumunan orang yang tengah melihatnya dengan tatapan mata yang berbeda-beda. Cassandra berjalan dengan sangat lambat karena memakai rok span panjang yang membuat langkahnya pelan.


Kini Cassandra sudah sampai di tengah pelaminan, ia didudukkan tepat di samping pria yang juga memakai pakaian yang senada dengan pakaian yang dikenakannya. Cassandra masih tak berani menatap pria disampingnya, ia takut apa yang dia pikirkan saat ini adalah benar.


"Kenapa malah aku yang menjadi pengantinnya," batin Cassandra.


Ia termenung menatap kerumunan orang yang berada di hadapannya, "Bukankah hari ini acara pernikahan Satrio dengan kekasihnya? Tapi kenapa malah aku yang duduk disini! Apakah aku salah masuk ballroom?"


Namun seketika Cassandra membeku saat melihat Tante Nuri yang tak bukan adalah mama dari mantan kekasihnya itu berada tidak jauh dari pelaminan, dan jangan lupakan sahabat Cassandra yang terlihat heboh melihat sahabatnya duduk sebagai pengantin wanita.


"Lah, itu Sandra!" seru sahabat Cassandra saat melihat sahabatnya berada di depan pelaminan.


Acara kembali dilanjutkan setelah kedatangan mempelai wanita yang tidak lain adalah Cassandra. Khutbah nikah dibacakan oleh penghulu, memberikan pengantin pria dan wanita sebuah nasehat-nasehat pernikahan yang akan sangat berguna untuk kehidupan pernikahan mereka. Setelah itu, mereka diminta untuk bertukar cincin dengan cara memasangkan masing-masing cincin yang sudah disediakan oleh pihak wedding organizer (WO), satu akan dipasangkan oleh pengantin wanita ke jari manis pengantin pria dan begitupun sebaliknya, pengantin pria memasangkan cincin di jari manis pengantin wanita dan setelahnya mencium tangan pengantin pria sedang pengantin pria mencium kening pengantin wanita.


Cassandra masih tak berani menatap wajah pria yang ada didepannya saat ini, atau lebih tepatnya adalah suaminya.


"Apa yang kau lihat dibawah? Cepat pasangkan cincinnya, orang-orang sedang menunggumu!" seru satrio saat Cassandra bergeming.


"I-iya," dengan cepat Cassandra memasangkan cincin tersebut di jari manis Satrio dengan tangan bergetar.


"Ya, Tuhan.. apakah aku sedang bermimpi saat ini? Jika iya.. aku mohon, bangunkan aku sekarang juga!!" pekik Cassandra namun hanya berani diucapkan dalam hati.


Setelah Satrio memasangkan cincin di jari manis Cassandra, Satrio langsung mengulurkan tangan kanannya pada Cassandra. "Cium lah, apa kau tak pernah melihat adegan ijab qobul? Lakukanlah seperti yang biasa kamu tonton!" seru Satrio dengan kesal. Pasalnya Cassandra begitu kikuk melakukan serangkaian prosesi dari ijab qobul tersebut.

__ADS_1


Tatapan menusuk Satrio membuat jantung Cassandra berdetak tak karuan. Bibir mungilnya terus saja dirapatkan. Belum lagi, helaan napas yang terdengar begitu berat. Cassandra merasa tak sanggup berkata satu kata pun. Entah hilang kemana semua keberanian dan kesombongannya tadi saat dengan lantang ia berkata jika dirinya sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada Satrio, mantan kekasihnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2