
" Ibu,Aku pulang!!! ",
teriakku saat membuka pintu rumah yang megah ini. Rumah berlantai 3 ini
dibangun dengan hasil kerja keras orangtuaku. Aku satu-satunya anak perempuan
dari 3 bersaudara di istana ini. Aku sangat senang terlahir di dunia ini, dalam
keluarga yang selalu membuatku bahagia. Semoga selamanya selalu seperti ini.
" Abira sayang sudah pulang?
mengapa hari ini begitu awal pulang sekolahnya?", tanya Ibuku yang
tiba-tiba muncul di tangga sambil memegang piring yang berisikan buah segar.
Ibu menuju ke arahku yang sedang duduk di sofa sambil melepas sepatuku. Aku
langsung memeluk Ibuku yang duduk di sampingku " Ibu aku merindukanmu
" itulah hal yang selalu aku lakukan dan selalu kukatakan jika aku pulang
dari berpergian kemanapun baik itu sekolah,pasar, mau pun rumah kawan. Anehkan?
Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan jadi hal ini tidak terasa aneh untuk
keluargaku yang melihatnya.
" Manjanya!!, sama saya tidak
rindu? Aku ingin dipeluk juga dong!!!" Ganggu kakak lelakiku yang pulang
dari kampus. Nama dia Jaka, Jaka adalah kakak terusilku yang selalu
menggangguku tapi dia jugalah yang paling marah jika adik tersayangnya ini
__ADS_1
diganggu oleh lelaki lain.
"Menjengkelkan!" lirikku
dengan sinis sambil berlari ke kamarku di lantai ke-3, "Sayang!!! Buahnya
tidak mau makan yah?" Teriak Ibuku... " Bagi sama Jaka saja
bu....supaya segar dia .. hahahahaha" ...
Door. Dooor door dorr door. Itulah
yang terdengar saat Aku melewati kamar Adikku, Jafa. Jafa yang masih berumur 10
tahun itu sangat gemar bermain game. Sedangkan aku sendiri berumur 17 tahun
gemar membaca dan kakakku 21 tahun gemar bermain basket. Maka kami memiliki
kegemaran yang berbeda-beda.
Aku masuk ke dalam kamarku yang
sangat mencintai warna yang alami seperti hijau. Aku akan sangat fokus membaca
dengan nuansa berwarna hijau. Aku melihat nenekku yang duduk di kasurku sambil
melihat foto kecilku. " Oma sangat suka bermain denganmu saat kecil, Kamu
cucuku yang paling kuat dan tidak pernah menangis" jelas Oma padaku.
Nenekku ini sudah berumur 60 tahun tetapi dia masih kuat dalam menjalani
aktifitasnya begitupun dengan kakekku.
" Opa mana, Oma?",
__ADS_1
"Opa kamu di halaman belakang lagi siram bunga" ...
" Oma, hari ini abira akan baca
buku apa yah?”…. “ Bacalah buku pelajaran sekolahmu!”..
“ Omaaa,,,… di sekolah abira sudah belajar
banyak dan di rumah Abira ingin belajar yang lain Oma” Rewelku..
“ Senin depan kamu akan Ujian
Akhir.. Kamu harus focus untuk itu, jangan sampai karena terlalu banyak baca
buku yang berbeda kamu jadi lupa apa yang dipelajari di sekolah, Ingat kamu harus
dapat nilai yang tinggi jika mau melanjutkan studymu di Universitas. Kalau kamu
dapat nilai rendah Ayahmu akan kirim kamu di Hutan untuk diungsikan”
“ Betul Itu! Nanti Abira jadi Orang
Utan pakai baju dari daun.. yah..Abira suka warna Hijaukan Oma..jadi cocok
diungsikan saja..hahhahhahahhah….” Tawa jaka yang tiba-tiba muncul .. Dan
bantal akhirnya kulemparkan di depan wajahnya….eiiits meleset….. beruntung dia
boleh menghindar tapi…
“ Abiraaa……. “ Suara Ayah memekik di
seluruh sudut ruangan… Mati Aku,,.. Oma dan Jaka dah kabur lagi… Akhirnya Aku
harus menghadapi amukan Ayah untuk kesekian kalinya.. kami semua berkumpul di
__ADS_1
ruang keluarga.. “ Ayah..hehhehe… tadi jaka ganggu aku jadi aku melempar dia ..
Abira tak bermaksud melempar Ayah kok..Iya kan kak?” Lirikku pada Jaka….