MATA YANG LELAH

MATA YANG LELAH
Episode 1


__ADS_3

" Ibu,Aku pulang!!! ",


teriakku saat membuka pintu rumah yang megah ini. Rumah berlantai 3 ini


dibangun dengan hasil kerja keras orangtuaku. Aku satu-satunya anak perempuan


dari 3 bersaudara di istana ini. Aku sangat senang terlahir di dunia ini, dalam


keluarga yang selalu membuatku bahagia. Semoga selamanya selalu seperti ini.


" Abira sayang sudah pulang?


mengapa hari ini begitu awal pulang sekolahnya?", tanya Ibuku yang


tiba-tiba muncul di tangga sambil memegang piring yang berisikan buah segar.


Ibu menuju ke arahku yang sedang duduk di sofa sambil melepas sepatuku. Aku


langsung memeluk Ibuku yang duduk di sampingku " Ibu aku merindukanmu


" itulah hal yang selalu aku lakukan dan selalu kukatakan jika aku pulang


dari berpergian kemanapun baik itu sekolah,pasar, mau pun rumah kawan. Anehkan?


Mungkin karena sudah menjadi kebiasaan jadi hal ini tidak terasa aneh untuk


keluargaku yang melihatnya.


" Manjanya!!, sama saya tidak


rindu? Aku ingin dipeluk juga dong!!!" Ganggu kakak lelakiku yang pulang


dari kampus. Nama dia Jaka, Jaka adalah kakak terusilku yang selalu


menggangguku tapi dia jugalah yang paling marah jika adik tersayangnya ini

__ADS_1


diganggu oleh lelaki lain.


"Menjengkelkan!" lirikku


dengan sinis sambil berlari ke kamarku di lantai ke-3, "Sayang!!! Buahnya


tidak mau makan yah?" Teriak Ibuku... " Bagi sama Jaka saja


bu....supaya segar dia .. hahahahaha" ...


Door. Dooor door dorr door. Itulah


yang terdengar saat Aku melewati kamar Adikku, Jafa. Jafa yang masih berumur 10


tahun itu sangat gemar bermain game. Sedangkan aku sendiri berumur 17 tahun


gemar membaca dan kakakku 21 tahun gemar bermain basket. Maka kami memiliki


kegemaran yang berbeda-beda.


Aku masuk ke dalam kamarku yang


sangat mencintai warna yang alami seperti hijau. Aku akan sangat fokus membaca


dengan nuansa berwarna hijau. Aku melihat nenekku yang duduk di kasurku sambil


melihat foto kecilku. " Oma sangat suka bermain denganmu saat kecil, Kamu


cucuku yang paling kuat dan tidak pernah menangis" jelas Oma padaku.


Nenekku ini sudah berumur 60 tahun tetapi dia masih kuat dalam menjalani


aktifitasnya begitupun dengan kakekku.


" Opa mana, Oma?",

__ADS_1


"Opa kamu di halaman belakang lagi siram bunga" ...


" Oma, hari ini abira akan baca


buku apa yah?”…. “ Bacalah buku pelajaran sekolahmu!”..


“ Omaaa,,,… di sekolah abira sudah belajar


banyak dan di rumah Abira ingin belajar yang lain Oma” Rewelku..


“ Senin depan kamu akan Ujian


Akhir.. Kamu harus focus untuk itu, jangan sampai karena terlalu banyak baca


buku yang berbeda kamu jadi lupa apa yang dipelajari di sekolah, Ingat kamu harus


dapat nilai yang tinggi jika mau melanjutkan studymu di Universitas. Kalau kamu


dapat nilai rendah Ayahmu akan kirim kamu di Hutan untuk diungsikan”


“ Betul Itu! Nanti Abira jadi Orang


Utan pakai baju dari daun.. yah..Abira suka warna Hijaukan Oma..jadi cocok


diungsikan saja..hahhahhahahhah….” Tawa jaka yang tiba-tiba muncul .. Dan


bantal akhirnya kulemparkan di depan wajahnya….eiiits meleset….. beruntung dia


boleh menghindar tapi…


“ Abiraaa……. “ Suara Ayah memekik di


seluruh sudut ruangan… Mati Aku,,.. Oma dan Jaka dah kabur lagi… Akhirnya Aku


harus menghadapi amukan Ayah untuk kesekian kalinya.. kami semua berkumpul di

__ADS_1


ruang keluarga.. “ Ayah..hehhehe… tadi jaka ganggu aku jadi aku melempar dia ..


Abira tak bermaksud melempar Ayah kok..Iya kan kak?” Lirikku pada Jaka….


__ADS_2