MATA YANG LELAH

MATA YANG LELAH
Episode 5


__ADS_3

    Aku pulang ke rumah langsung berbaring di kasurku karena badan terasa sakit setelah menemani Rafa seharian. Aku sampai lupa aku masih harus menemui ayah dan memohon maaf padanya karena kejadian kemarin. Aku pun langsung membuatkan kopi untuknya. Sore hari minum kopi apakah itu tidak masalah? Tidak apalah ayahku kan sangat suka kopi. Aku pun mengantarkan kopi di ruamg kerja ayah di lantai 2.


“ Ayah ini Abirah, aku bawa kopi untuk ayah” sahutku sambil berjalan masuk ke ruangan kantornya. Ayah masih fokus di komputernya, begitu sibuknya dia. Aku pun menyimpan kopi di mejanya dan aku berjalan ke sampingnya. Lalu kuutarakan permintaan maafku.


“Ayah maaf yah kemarin Abirah buat ayah marah. Abirah hanya tidak bisa jauh dengan ayah dan ibu. Dan terima kasih juga karena ayah membatalkan aku pergi study di Singapore”


Ayahku pun menghentikan kerjanya dan melihatku lalu ia tersenyum dan berkata


“Anak ayah sekarang sudah besar. Semoga bisa sukses dan buat ayah bangga padamu”


“Oke ayah” balasku dengan gembira


“Besok ayah ada perjalanan bisnis. Ayah akan balik bulan depan. Jadi kamu jaga diri baik-baik. Dan jangan lupa untuk datang ke kampus minggu depan untuk kumpul berkas. Ayah sudah bicara dengan pihak kampus untuk mengurusmu nanti.”


“Terimakasih Ayah, tapi Abirah akan rindu dengan ayah” ekspresiku yang sedih membuat ayah juga ikut sedih


“Jangan sedih sayang, ayah akan bawakan hadiah untuk Abirah kalau pulang.”

__ADS_1


“Sungguh Ayah? Oke ayah hati-hati yah dan abirah akan menunggu ayah.” Aku merasa senang jika ayah ingin memberikanku hadiah.


“Oke sekarang kamu pergi belajar sana atau turun ke bawah bantu ibu dan oma memasak.”


“Oke ayah….Jafa mana yah Ayah?”


“Jafa ada di kamar opa”


Aku pun langsung turun menemui jafa dan opa


“Opa sedang tidur” balas Jafa


Oh tuhan dari tadi aku bercerita ternyata Opa tidak mendengarnya.


“Kacangnya mana kak? Jafa suka kacang.” Sahut Jafa yang mendekatiku.


“Eh itu,sudah habis” balasku

__ADS_1


“Bukannya kakak tidak suka kacang?”


“Bukan, bukan kakak yang makan. Kawan-kawan kakak yang makan kemarin” jelasku


“Yah sudah kakak pergi bantu ibu dulu” Aku pun berlari meninggalkan adikku di kamar Opa.


    Aku pun pergi membantu ibu dan oma yang sedang memasak untuk makan malam. Oh yah kami memang orang kaya, tetapi kami tidak memperkerjakan pembantu karena kami sendiri mampu melakukannya walaupun ibuku juga seorang pembisnis tetapi dia bisa mengatur waktu untuk keluarga. Ibu dan Ayah adalah panutanku untuk selalu bekerja keras, jika mereka jauh dariku bagaimana aku bisa berdiri. Jadi aku selalu ingin di dekat mereka untuk selamanya.


    Keesokan harinya aku bersama keluarga Rafa pergi mengantar Rafa untuk berangkat ke Bandara. Aku bisa merasakan ibu rafa yang terlihat sedih untuk melepas kepergian rafa. Tetapi ibunya tetap menunjukkan senyum agar rafa tidak bersedih. Sebelum jam penerbangan kita menyempatkan untuk makan pagi bersama. Setelah sarapan, kami pun mengantar rafa sampai di tempat check in. Rafa memeluk ibu dan ayahnya setelah itu dia menghampiriku dan memberikanku sebuah kado,


“Ini untukmu. Ini sebuah kalung, kamu harus selalu memakainya sampai aku kembali. Dan jangan lupa jaga dirimu untukku dan juga tunggu aku pulang dan aku akan memberikan kamu kabar jika aku sudah sampai” sahut rafa yang seakan-akan di dunia ini akulah yang sangat berarti baginya.


“Baiklah aku akan menunggumu” Balasku yang membuat aku menangis melepas kepergiannya. Dia pun pergi hingga tak terlihat lagi. Aku hanya berdiri membatu.


“Ayo nak kita pulang” ajak ibu rafa yang memelukku.


    Aku pun berjalan mengikuti mereka menaiki mobil. Di dalam mobil ibu rafa menjelaskan bahwa nanti kedepannya mereka akan selalu keluar Negara untuk urusan bisnis jadi aku akan sulit menemukan mereka di rumah. Mereka memberitahukan ini agar aku tidak terus mencari mereka jika aku datang ke rumah mereka. Mereka pun mengantarkan aku sampai di rumah. Dan mereka singgah ke dalam rumah dan mengobrol dengan kedua orangtuaku. Aku sangat lelah dan aku ingin tidur karena sebentar sore aku juga harus mengantarkan ayah ke bandara. Aku pun naik ke atas dan tertidur.

__ADS_1


__ADS_2