MATA YANG LELAH

MATA YANG LELAH
Episode 17


__ADS_3

    Dengan sekuat tenaga aku menendang orang yang mencoba menahanku. Tanpa kusadari apa yang sudah aku perbuat, aku hanya ingin membangunkan ayahku. Dia pasti hanya bermain-main.


“Ayah ini tidak lucu. Abirah tidak akan pernah memaafkan ayah kalau ayah tidak mau bangun sekarang juga. Aku mohon ayah bangun.”


“Ayah janji mau pergi wisata kan kalau pulang. Tetapi janji ayah dulu. Cepat ayo ayah mari kita bersiap-siap” Aku langsung bangun tanpa perduli bahwa kepalaku terasa sakit karena tangisan. Aku pergi ke kamarku dan aku pun mandi. Aku tidak ingin kelewatan sedikitpun pergi liburan bersama ayah tercinta. Aku terus menerus mandi dan setelah itu aku memakai baju pemberian ayahku waktu aku masih SMA dulu. Aku menyiapkan tas dan mengisinya dengan barang-barang yang aku perlukan.

__ADS_1


    Aku pun turun dan melihat masih banyak orang yang berkumpul. Apakah mereka tidak siap-siap. Aku melihat ayahku yang masih saja tertidur.


“kalian kenapa tidak mandi. Ibu pergi mandi sebentar lagi kita akan pergi. Ayah bangun, aku ingin pergi malam


ini juga” sambil menarik tangan ayahk.aku terus berteriak membangunkannya. Ini sudah sangat malam mungkin ayah mengantuk tetapi ayah sudah berjanji bukan. Aku tidak mau ayah mengingkari janjinya. Áku pun terduduk lemas sangat kacau. Pikiranku sangat kacau. Aku mencoba memeluk ayahku dan membisikkannya

__ADS_1


“ayah, abirah tunggu ayah sangat lama. Ingin habiskan waktu bersama ayah sangat lama. Ayah banyak janjimu yang kau ingkari jika kau tertidur sekarang. Kau berjanji tidak akan meninggalkanku bukan. Ayah dimana semua janji itu. Lihatlah ibu ayah. Ibu terus saja menangis dan ibu juga sedikit tak sadarkan diri semua ini karena apa. Apakah dengan bercanda seperti ini. Dan berpura-pura mati seperti ini adalah menyenangkan untuk ayah. Mengapa ayah tidak mati betulan saja. Hahahhahha” hatiku yang kacau menggerakkan diriku pergi menuju dapur. Semua orang terlihat tidak perduli dengan pergerakanku. Aku datang dengan sebuah pisau di tanganku. Saat itu juga


semua orang terkejut. Betul saja, aku ingin membunuh ayahku agar dia berhenti berpura-pura seperti itu. Paman-pamanku mencoba menahanku, merekamenahanku sebisa mereka. Aku melihat ibuku yang semakin menjadi tangisanku saat melihatku. Bahkan ibuku kembali tidak sadarkan diri lagi.dengan hati yang kacau, pikiran yang kosong dan raga yang lelah akhirnya aku benar-benar kehilangan penglihatanku. Aku merasa semua kosong. Hampa. Gelap. Aku terbawa ke lorong-lorong yang gelap sesekali kudengar suara candaan tawa dan kembali aku


mendengar tangisan. Ada sesosok orang asing yang datang menemuiku di lorong gelap ini. Dia tidak jelas tetapi suaranya terdengar jelas dalam lorong tersebut. Tiba-tiba sesosok wanita berdiri tepat di depanku. Dan dia begitu

__ADS_1


mirip denganku. Dia tertawa begitu bahagia, seakan-akan dia adalah musuhku yang sangat senang melihatku jika bersedih, dimana aku! Siapa dia! Itulah yang aku pikirkan. Ada rasa takut meliputi hatiku yang sudah hancur. Wanita itu tiba-tiba menangis dan berkata “Kau menghancurkan hidupku, dan aku akan menghancurkan hidupmu” dia mencekik leherku. Sebenarnya aku ingin melawan tapi entah mengapa tanganku tidak dapat digerakkan begitupun dengan seluruh tubuhku. Sakit… tolong.. tiba-tiba rasa itu hilang dan aku membuka mata. Ternyata aku  sedang berada di ruangan yang pernah dihias oleh tangan ayah.. aku melihat sekeliling tidak ada orang. Akupun mencoba untuk duduk namun kepalaku masih terasa sangat sakit. Kamar ini dulu adalah kamar ternyaman untukku tetapi hari terasa sangat penuh kesedihan jika aku berada di kamar ini.


__ADS_2