
Akhirnya sampai juga di rumah. Setelah memarkirkan mobil. Kami berempat pun memasuki rumah.
“ Ibu Abirah pulang” sahutku
Mereka pun ikut masuk dan menikmati pemandangan rumah yang bagaikan istana di atasnya tetapi di bawahnya terhambur. Ini semua pasti kelakuan Jafa yang tidak berhenti berbuat hambur. Aku pun memeluk ibuku yang mungkin buat mereka sedikit ganjal tapi aku tidak peduli.
“ Silahkan duduk, anggap rumah sendiri. Maaf yah agak terhambur soalnya adikku memang suka buat hambur.” Jelasku. Mereka pun duduk di sofa dan berbincang dengan ibuku. Aku bergegas mengambilkan mereka minuman. Akhirnya semasa hidupku aku punya tamu juga. Hahahhah. Setelah memberikan mereka minuman aku pun ikut duduk. Ibuku berlalu meninggalkan kami.
“ Wah abirah ternyata rumah kamu keren juga.” Sahut nina
“ Biasa aja ah. Mungkin rumah kalian jauh lebih keren.”
“ kalau rumah aku juga 3 lantai tapi tidak ada taman.” Sahut salma yang mungkin terlihat lebih menonjol masalah
kekayaannya.
“ Oh yah kalian mau tinggal di sini gak. Kan rumah kalian jauh” sahutku memotong pembicaraan.
“ Kami harus meminta izin orang tua dulu untuk itu.” Balas mira
“ Kakak kamu mana.kok gak kelihatan” Tanya Nina yang melihat sekeliling.
“ Ketahuan. Loh suka kan sama kak Jaka?” Gangguku yang membuat mukanya sedikit memerah.
“ Tanya aja kok. Gak boleh” Rewelnya
__ADS_1
” Jaka lagi di kamarnya. Aku pun tidak tahu buat apa dia” balasku
“ abirah, Ayah kamu mana?”
“Ayahku lagi dalam perjalanan bisnis” jelasku
Setelah berbincang cukup lama. Dan berkeliling di taman menjumpai Opa dan Oma. Hingga menjelang sore pun tiba mereka pamit untuk pulang. Aku pun memberikan nomor Hpku kepada mereka. Kami berjanji untuk bertemu lagi besok. Mereka pun pulang dengan bahagia. Dan yang lebih bahagia adalah aku karena aku bisa mendapatkan kawan-kawan yang ceria dan baik hati. Aku pun langsung naik ke kamarku dan tertidur karena lelah. Inilah aku selalu tertidur di sore hari dan akhirnya malam aku selalu lambat untuk tidur.
Bangun tidur sudah malam. Aku turun ke bawah menjumpai mereka yang berada di meja makan, mereka sudah terbiasa makan tanpa aku. Kejam kan mereka ini. Aku pun bergabung makan. Aku duduk di dekat Opa.
“ Ibu malam ini aku tidur dengan ibu yah.” Sahutku
“ Jangan, Jafa mau tidur dengan ibu” Balas Jafa
“ Ihhh kakak sudah besar tidak boleh tidur dengan Ibu, aku kan masih kecil jadi boleh tidur dengan ibu” balasnya
“ Ehh siapa yang memberitahu kamu itu” Balasku lagi. Di meja makan akhirnya terjadi pertarungan mulut antara aku dan Jafa.
“ Sudah-sudah kalian ini mau makan atau tidak” Marah Opa yamg geram.
“ Kamu sudah tahu adik kamu ini seperti itu mau dilawan juga.” Lanjut Opa yang memarahiku
“ Maaf Opa” sahutku
“ Sebentar malam kalian berdua tidur dengan ibu” sahut ibuku sambil tersenyum. Kami pun ikut tersenyum. Ibu selalu memiliki solusi dibalik semua masalah yang kita alami itulah mengapa hubungan keluarga kami selalu rukun dan sejahtera. Aku ingat ayah, ingin berkumpul dengan ayah lagi. Tapi Jadwal ayah pulang pun masih lama.
__ADS_1
Sehabis makan aku pun membantu ibu mencuci alat makan seperti biasanya.
" Bagaimana tadi di kampus?"
" Oke, aku mau ke sana lagi besok bersama kawan-kawanku untuk mengenal kampus lebih jauh lagi"
" Teman-temanmu semuanya ramah dan ceria"
" Iya bu, mereka sangat baik hati dan dermawan. Abirah sangat senang berteman dengan mereka"
" Bagus kalau kamu punya sahabat seperti mereka yang perhatian dan baik hati. kamu juga harus lebih perhatian kepada mereka. Dan kamu ada hubungi Rafa di sana" Tanya ibuku.
" Waktu hari pertama dia di sana, dia ada telfon aku. Tapi akhir-akhir ini kurasa dia sibuk."
" Jika hari itu kamu terima tawaran ayah belajar di Singapore, mungkin kamu akan bersama Rafa di sana"
" Tidak apa-apa dia di sana, yang penting aku tidak mau jauh dari ibu. Ibuku adalah yang utama." Jawabku dengan bangga
Setelah aku dan ibu membersihkan dapur, Aku pun langsung pergi ke kamar Ibu untuk mengambil tempat tidur di samping ibu sebelum Jafa. Sampainya di atas aku melihat Jafa sudah di kamar ibu lebih dulu. Tapi dia masih bermain game di laptop di sofa kamar. Tanpa perduliin dia, aku langsung naik ke kasur dan tidur di pertengahan. Hahaha dengan begini aku bisa tidur di dekat ibu bukan. Ibu pun masuk ke kamar dan Jafa langsung mematikan laptopnya dan naik ke kasur. Dia mencoba mendorongku yang tengah pura-pura tidur.
" Abirah, dengar ibukan, biarkan adikmu tidur di tengah"
" Tidak mau, aku mau tidur dengan ibu" balasku yang menunjukkan diriku yang begitu manja.
" Oke kalau begitu biarkan ibu yang di tengah" balas ibu lagi. Aku pun bergeser ke samping dan ibu benar-benar tidur di tengah. Begitu nyamannya boleh tidur bersama ibu tercinta. Terasa beban yang menghilang dan ingin selamanya seperti ini. Semua pun tertidur dan aku ikut tertidur.
__ADS_1