MATA YANG LELAH

MATA YANG LELAH
Episode 14


__ADS_3

    Yusuf membawaku ke suatu taman yang indah, dia mengutarakan isi hatinya yang terdalam. Ternyata dia mengenalku jauh sebelum aku mengenalnya. Dia selalu memantauku, melihat segala aktivitasku dan juga mengenal bagaimana sifatku. Dia tidak akan mudah jatuh cinta kepada seorang perempuan tanpa menemui hal yang menarik untuknya. Dia sangat menyukai semua yang ada dalam diriku, baik sifatku, gayaku, fashionku, kecerdasanku dan lain sebagainya. Dia selalu mengunjungi instagramku dan segala media lainnya yang berkaitan denganku dan dari sana dia mengenalku dengan sangat jelas. Pertama kali dia berjumpa denganku yaitu saat aku masih duduk di bangku SMP, aku juga tidak pasti kapan kami bertemu karena aku benar-benar melupakannya. Dan dari penjelasannya bahwa dulu aku dan keluargaku sedang makan besar di sebuah kafe yang sangat terkenal begitupun dengannya. Dia dan keluarganya juga saat itu berada di kafe yang sama. Saat itu dia terus melihatku yang selalu membuat suasana keluargaku menjadi ceria. Dan dia sempat menanyakan nama keluargaku di recepsionis. Dan dia pun mencari tahu semua tentangku sejak saat itu. Wow ternyata aku benar-benar beruntung dalam hidupku bisa dicintai secara diam-diam oleh seseorang yang tidak aku kenali.


    Di bawah langit yang sangat bersahabat, tidak panas dan tidak hujan, kami berdua duduk bersama di bangku taman dan saling bertukar cerita. Kami memulai kisah cinta kami tanpa aku harus mengatakan bahwa aku juga mencintainya karena Dia tahu bahwa aku juga menyukainya. Saya benar-benar merasa sangat beruntung mendapatkan seseorang yang begitu berarti bagiku. Aku sungguh tidak akan melepaskannya. Yusuf sudah menjadi


bagian hatiku untuk saat ini. Aku terbawa perasaannya saat itu juga. Kami saling bertukar pendapat dan sesekali kami saling berpandangan. Tetapi dengan bertukar cerita seperti inilah aku merasakan kenyamanan dibanding harus duduk berdua dalam keadaan diam karena hal ini akan menjadikan ku semakin tegang dan tidak nyaman. Tetapi aku bisa merasakan bahwa hatiku benar-benar sudah terbiasa dengannya mungkin karena dia jauh mengenal diriku dibanding diriku sendiri.


    Setelah itu yusuf pun mengantarku kembali ke kampus untuk mengambil mobilku. Aku harus diam-diam sebelum ada mahasiswa yang sadar akan keberadaanku karena saat ini aku benar-benar tidak ingin mendapatkan masalah. Aku pun langsung lari ke lapangan parkir dan mengambil mobil. Aku lalu langsung masuk ke dalamnya dan aku melajukan mobilku. Sesampainya di gerbang yusuf masih menungguku di luar.

__ADS_1


“Aku pulang dulu yah” sahutku


“Oke” balasnya.


    Entah apa yang dia tunggu di kampus sehingga dia tidak pulang juga,padahal kami tidak ada mata kuliah lagi. Mungkin dia menunggu temannya Sesampainya di rumah seperti biasa aku langsung ke kamar dan turun makan. Mengunjungi Oma dan Opa untuk bermanja-manja dan juga aku tidak lupa pula untuk menemui ibu dan ayah untuk bermanja-manja juga, heheheh…aku tidak tahu mengapa aku sangat suka jika dimanja oleh anggota keluargaku mungkin karena sejak kecil aku memang selalu dimanja dan terbawa hingga besar. Tetapi tak ada satupun keluargaku yang berkomentar agar jangan terlalu manja hanya gangguan dari Jaka dan Jafa saja tetapi mereka juga tidak pernah untuk melarangku. Setelah ke kamar Oma saya langsung pergi ke kamarku dan aku masih saja terbayang-bayang bagaimana pertemuan aku dan yusuf dan juga bagaimana pertama kali kami bertemu serta penjelasannya yang mencintai dari awal sebelum aku mengetahuinya. Aku sungguh terharu selama ini aku memiliki penggemar rahasia. Dia mencintaiku selama itu secara tersembunyi. Pantas saja aku begitu mudah terpikat olehnya bukan hanya karena dia itu handsome tapi karena dia mengenalku dengan baik. Setelah beberapa menit aku benar-benar tertidur.


“kalau kamu ada waktu, kita bicara yah” inilah isi pesannya.

__ADS_1


“Oke, maaf yah akhir-akhir ini aku sedikit sibuk” balasku


    Setelah menunggu beberapa menit, rafa langsung menelfonku. Aku pun menjawabnya.


“Halo anak manja, bagaimana kabarmu? Makan teratur nggak? Kamu sibuk banget yah sampai melupakan sahabat sendiri” inilah yang terdengar di seberang sana. Suara yang menggambarkan bahwa dia sedang sangat gembira.


“Jangan panggil anak manja terus dong, saya disini baik-baik saja dan makanku sangat teratur, bagaimana denganmu?”

__ADS_1


    Dia pun menjawab bahwa  keadaannya baik-baik saja. Kami pun bercerita begitu lama. Dia menceritakan begitu banyak kehidupannya disana. Dan saya berniat memberitahukannya tentang yusuf.


__ADS_2