MATA YANG LELAH

MATA YANG LELAH
Episode 10


__ADS_3

    Kami pun memasuki ruangan kelas berikutnya tepat pukul 5.00. Pada saat itu dosen kami sedikit terlambat. Setelah dia masuk, dia membawa seseorang bersamanya dan yang paling penting orang itu sangat tampan. Oh Tuhan ini orang tertampan se-Asia mungkin. Tapi aku tidak boleh kehilangan jati diriku, walaupun Ia sangat tampan tapi setidaknya saya memiliki orang yang tampan juga di dalam rumah. Dan sahabatku Rafa saya pikir sama saja tampan mereka. Aku harus tenangkan diri. Ku lirik salma di sampingku yang tidak berkedip sama sekali. Air liur itu semacam mau jatuh. Aku pun langsung mencubitnya. “ Awww” itulah teriakannya yang terdengar satu ruangan diantara keheningan yang melanda.


“ Ada apa Salma? Apakah sampai sehisteris itu melihat mahasiswa baru?” Tanya pak dosen kepada Salma yang


mungkin pak dosen berpikir bahwa salma teriak karena histeris melihat gantengnya cowok di depan. Hahahah rasain.


“ Tidak pak..tidak” balas salma.


“ Baiklah perkenalkan dia adalah mahasiswa baru yang akan bergabunng dengan kita hari ini.” Jelas bapak dosen.


“ Perkenalkan nama saya Yusuf Mahendra. Kalian boleh memanggilku Yusuf. Semoga aku boleh bergabung dan


menyesuaikan diri bersama teman-teman sekalian” Sahut yusuf.


    Sesekali matanya melirik ke sekitarku atau apakah perasaanku saja. Setelah itu yusuf pun duduk di bangku kosong paling belakang. Dan kami memulai pelajaran, di kelas banyak yang tidak fokus akibat mata mereka selalu mengarah ke belakang. Akhirnya kelas berakhir dan kami semua keluar dari kelas. Eh aku sendiri yang keluar, mereka semua berkumpul di tempat yusuf untuk berkenalan dan tentunya 3 kelinci itu juga ikut-ikutan


dempet-dempetan hanya untuk berkenalan dengan orang yang bagaikan artis. Aku pun menghampiri mereka.


“ Kalian mau pulang nggak atau aku duluan yah aku sudah gak tahan mau tidur” bisikku pada Salma

__ADS_1


“Oke kamu pulang duluan aja. Nanti malam jangan lupa aktif di forum” balasnya


Aku pun langsung pergi. Kebetulan hari ini aku menyetir mobil sendiri sehingga tak perlu memesan grab lagi. Dan Jaka pun selalu sibuk karena dia sudah berada di tahap akhir kuliah. Aku dengar-dengar sih dia akan mengikuti ayah untuk meneruskan bisnis ayahku. Apakah aku akan meneruskan bisnis ibu. Ini kedengarannya lucu. Aku terus melajukan mobilku dan tiba-tiba mobil ini tak mau jalan lagi. Oh tidak bensinnya habis di tengah jalan seperti ini. Tidak mungkin kan aku mau mendorongnya hingga ke pangkalan bensin. Aku harus hubungi siapa


untuk mengambilku. Oh telfon rumah saja. Aku pun menelfon rumah tapi tidak ada yang mengangkatnya mungkin orang rumah lagi sibuk. Jadi bagaimana ini?  Aku pun terpaksa duduk di halte bus sambil terus menerus menghubungi telfon rumah. Tiba-tiba mobil merah yang mewah berhenti tepat di hadapanku. Apakah dia ini pencuri yang mau mencuriku? Ah tidak mungkin. Tiba-tiba pemilik mobil itu keluar dan yang terlihat adalah…. Yusuf.


Mengapa dia.. apakah dia kehabisan bensin juga. Dia pun menghampiriku dan bertanya.


“ Mengapa kamu ada di sini dan itu mobil kamu kan ? ada apa?”


“ Bukan urusanmu”sahutku tanpa melihatnya, padahal mata ingin sekali memandangnya dengan lama.


    Tapi aku masih saja mencuekinya. Dia pun pergi tanpa bilang apa pun. Ihhh nyebelin amat, bukannya bantuin malah ditinggalin guenya. Atau mungkin dia marah karena aku cuekin dia yah. Tapi kan dia sudah tau aku kehabisan bensin masih nanya lagi.. uhhh sebel ketemu orang gak peka. Aku pun terus menghubungi orang rumah tapi belum ada yang menjawab padahal ini sudah malam lagi. Apa tidak ada yang khawatir sama aku. Rasanya


ingin nangis.. tiba-tiba mobil yang tadi kembali lagi, dan yusuf membawa botol bensin dan memberikannya padaku. Akupun menatapnya begitu pun dengannya menatapku. Kami saling bertatapan sangat lama, dan jantungku berdegup kencang.. oh tuhan apakah ini namanya cinta?


“ Ehemmm… ini isi bensin ke mobil kamu” sahutnya sambil memalingkan tatapan. Aku ambil saja bensin itu dan


mengisinya daripada aku tidak pulang ke rumah. Dan orang rumah kemana sih.. menyebalkan amat. Lihat saja kalau aku pulang aku akan beri pelajaran pada mereka. Ku kembalikan botol bensin kepadanya.

__ADS_1


“ Berapa harga bensinya?”


“Tidak usah, tak seberapa..kamu pulanglah sekarang sudah sangat malam”


“Ok terimakasih yah, lain kali saya akan traktir kamu untuk balas kebaikanmu”


“ok juga… kamu pulang saya akan mengikuti kamu dari belakang”


“Whaat??? Loe jangan mendadak bikin aku heran yah,kamu ini bantu saya karena ada maunya kan”


“memang iya ada mau” jawabnya dengan nada tertawa


“beritahu aku kamu mau apa? Uang berapa? Atau apa sebut saja?” Balasku dengan nada kesal, walaupun dia tampan kalau sudah terungkap kejelekannya otomatis ketampanan bukan apa-apa lagi.


“Aku mau kamu… Kamu mau nggak jadi kekasihku?” dia menembakku.. dia ingin aku jadi kekasihnya.. apakah ini mimpiku…aku mencoba untuk rileks dan memejamkan mata lalu kubuka mataku dan berharap ini adalah mimpi. Dan ternyata memang mimpi. Mimpi yang jadi kenyataan maksudnya. Aku harus bagaimana? Apakah aku bilang tidak atau aku langsung lari…Tuhan bantu aku keluar dari kebingungan ini.


    Dan lagi jika aku menerimanya bukankah aku sangat rendahan, masa sih aku ditembak dengan sebotol bensin


langsung luluh begitu saja. Aku pun bergegas masuk ke dalam mobil dan meninggalkannya yang kebingungan. Hahahahah rasain.

__ADS_1


    Aku pun terus melaju di jalan yang cukup padat dan tiba-tiba aku melihat ke belakang. Mobil yusuf mengikutiku..apakah dia ingin membunuhku karena tidak menerimanya.. jangan aku tidak boleh berfikir seperti ini dan aku harus cepat-cepat pulang ke rumah..


__ADS_2