
Setelah itu masuklah ibu dan juga 3 sahabatku yang juga ikut datang. Entah mereka tahu darimana. Kalau mereka juga terikut dalam rencana ini, pastinya akan kujitak kepala mereka satu persatu. Mereka terus menghiburku dan memberikan beberapa hadiah begitupun dengan ibu yang terus saja memelukku dan membacakan doa serta ibu memberikanku sebuah gantungan tempat tidur yang begitu indah yang Ia buat sendiri. Setelah beberapa menit, masuklah tante gendutku dan beberapa keluarganya dan juga ada yusuf…. What yusuf? Bagaimana dia berada di sini aku pun tidak tahu sama sekali. Setelah berbincang lama dengan tanteku, Aku pun menanyakan kepada ibuku, mengapa yusuf bisa berada di rumah ? dan apakah ibuku mengenalnya. Dan ternyata
ibu benar-benar tidak mengenal yusuf begitu pun dengan keluarga yang lain. Akan tetapi yusuf sudah bercerita banyak hal mengenai saya, banyak hal yang membuatnya tertarik dengan saya. Dia mencintai saya pada pandangan pertama.. waah bukankah ini sangat mengagumkan. Tetapi ibuku menyerahkan semuanya kepada
saya, apakah saya dapat menjadikan yusuf sebagai kekasih atau tidak. Dan menurut ibu bahwa yusuf adalah orang yang baik dan tahu sopan santun. Dan dia juga orang yang perhatian. Jujur sih, dari dalam hatiku aku menyukainya jika memandangnya tetapi apakah ini cinta ataukah hanya nafsu belaka. Aku terus menyadarkan diriku untuk berfikir baik-baik sebelum memutuskan sebuah keputusan.
__ADS_1
“Happy Birthday, apakah kamu suka ini?” kata yusuf yang memberikan aku sebuah topi yang cantik. Topi yang
memiliki tulisan namaku dengan namanya adalah hal yang mengejutkan bagiku. Apakah ini permulaan cinta kami. Apakah aku benar-benar sudah jatuh cinta kepadanya. Entah… aku tidak ingin memikirkan terlalu banyak hal karena kepala ini masih terasa sakit. Aku tidak tahu akan terjadi hal seperti ini. Mereka menjahili aku tanpa peduli apa resiko dari semua ini. Tetapi aku juga merasakan kesenangan yang luar biasa bahwa ayahku masih ada dan baik-baik saja. Memang aku perempuan yang egois. Aku ingin semuanya lengkap.. aku tidak ingin seorang pun meninggalkanku.
Setelah rumah mulai hening, semua orang sudah pulang dan orang rumah semua sudah tertidur. Awalnya oma ingin menemaniku untuk tidur tetapi aku menolaknya dengan alasan aku ini sudah besar, heheheheh. Aku pun mencoba untuk tertidur semaksimal mungkin tetapi sampai sekarang pun aku belum tertidur juga karena di
__ADS_1
Aku pun coba untuk menggapai handphoneku yang dari tadi aku tidak melihatnya sama sekali, entah sudah berapa banyak teman-teman media sosial yang mengucapkan hari ultah untukku. Setelah aku mengeceknya, aku melihat banyak panggilan tak terjawab dan itu semua dari rafa. Aku hampir melupakan rafa karena ketegangan
yang terjadi hari ini. Sungguh menyebalkan keluargaku ini membuat kejutan yang membuat semua aliran darahku berhenti bahkan ingatanku terbang melayang. Aku sungguh merasa bersalah tak mengangkat panggilan dari rafa. Setelah itu aku membaca pesan darinya,
“ Happy Birthday anak manja, sahabatku yang baik semoga menjadi perempuan yang dapat bertanggung jawab dan juga bisa tumbuh menjadi seorang perempuan yang mandiri. Terus perhatikan kesehatan kamu, sebenarnya hari ini aku ingin mengucapkannya secara langsung tetapi karena kamu mungkin sibuk dengan keluarga jadi aku hanya bisa mengucapkannnya lewat pesan. Maafkan aku yang karena tidak bisa hadir di acara kamu. Dan terlebih lagi aku tidak bisa memberikan kamu hadiah yang special untuk hari yang special ini. Tetapi anggaplah kalung yang kamu pakai di leher kamu yang cantik itu sebagai hadiah dariku. Dan juga jangan melupakan aku dan ingat
__ADS_1
untuk membalas pesanku karena ada sesuatu yang ingin aku ucapkan” inilah isi pesan dari rafa yang membuat aku sangat terharu saat membacanya. Aku sangat merindukannya yang selalu membuatku tertawa setiap hari dan mengisi waktu kosong kami bersama baik itu di sungai,di hutan maupun taman. Aku sungguh ingin menemuinya sangat cepat. Kerinduanku padanya bagaikan sebuah gunung yang ingin meletus, tetapi tentu ini hanya karena perasaan persahabatan yang utuh. Perasaan ini hanya sekedar ekspresi yang menunjukkan bahwa kami berdua sudah lama bersama dan ingin selalu bersama sehingga saat terpisah jauh kami akan merasakan kerinduan ini. Tetapi jelas ini bukanlah rasa cinta dan aku pikir cintaku sudah jatuh kepada seseorang.