
Di Jalan yang ramai ini jika aku mempercepat mobilku mungkin dia tidak akan dapat menemuiku. Jadi aku
mempercepatnya dan hingga dia tidak terlihat. Aku tetap santai membawa mobil. Aku pun membuka gerbang rumah dengan remote control. Ku lihat rumahku dari luar terlihat sangat gelap. Seperti rumah kosong, kemana semua orang-orang ini pergi sampai tak ada yang menyalakan lampu depan. Apakah mereka semua habis mabuk
sehingga ketiduran? Aku sangat bingung dengan kejadian ini karena untuk pertama kalinya mereka tidur bersamaan dan lupa untuk menyalakan lampu bahkan telfon rumah tak ada yang angkat. Aku pun memakirkan mobilku di tempat parkir yang luas tapi ku lihat ada 2 mobil dan itu mobil Tante-tanteku yang gemuk-gemuk itu.. waah mereka datang aku pasti akan menjahili mereka. Apakah semuanya tertidur bersama ? aneh tapi nyata. Tanpa segan aku langsung berjalan masuk ke dalam rumah, ku buka pintu utama yang begitu besar itu dan ternyata di dalam sangat terang bahkan ku lihat keluargaku semua berkumpul di sini.
“Ada acara apa ini?” tanyaku pada mereka yang terdiam, ku tatap wajah ibuku yang seolah-olah tidak mau menatapku. Ku langsung berlari menuju ibuku dan memeluknya…
“Ibu ada apa? Mengapa ibu sedih ?” aku bertanya untuk kedua kalinya tetapi ibu masih terdiam jugak…Tiba-tiba kakakku turun ke bawah dan dia memberitahuku dengan tegas..
“Abirah, Ayah sudah pulang”
“Ayah sudah pulang ? Bukankah ini kabar yang baik lalu mengapa kalian semua bersedih ? mengapa kalian tak
__ADS_1
semangat?”
“Ayah sudah pulang tapi Ayah.. Ayah meninggal dunia dek” sahut kak jaka …semua orang pun langsung menangis. Aku? Aku tidak percaya hal ini. Aku terduduk lemas tak berdaya. Ayahku tidak mungkin meninggalkan aku bukan..dia selalu berjanji untuk selalu bersamaku .. dan bukankah dia ingin memberikan aku hadiah saat dia pulang?. Mengapa ayah menjadi kejam kepadaku meninggalkanku. Aku tidak bisa terima semua ini. Aku segera berlari mencari dimana ayahku berada. Sambil menangis sekuat-kuatnya aku terus berlari mencarinya di ruang kerja di kamar jugak tidak ada. Aku …apakah aku selama ini salah mengangggap bahwa semua orang tidak akan meninggalkanku…apakah aku tidak bisa sebentar lagi bersama ayahku..aku terus mencari ayah namun tidak
menemukannya…
“Kemana Ayah? Kemana Ayah ibu… Ibu jangan menangis ..beritahu aku dimana ayah?” Aku berteriak histeris…
marah,sedih,, aku menjadi stress seketika…
ayahku… ayahku tidak akan meninggalkanku …aku berlari memeluknya sekencang-kencangnya tanpa memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Namun tiba-tiba..
“ Happy birthday Abirah” semua orang berteriak .. aku sungguh lupa hari ini adalah hari kelahiranku. Apakah mereka tidak punya rencana lain selain ini….sungguh aku tidak bisa berhenti menangis.. antara bahagia,sedih dan juga marah bercampur aduk.. aku lemas..untuk melihat kejutan mereka, aku tak sanggup dan akhirnya aku benar-benar hilang ..semua gelap… apakah ini saatnya aku tidur? …
__ADS_1
Kudengar suara ribut sehingga membuat aku terbangun. Tetapi kurasakan kepalaku sangat sakit. Aku tidak bisa bangkit dari tempat tidur, kulihat sekelilingku ada Oma dan juga Ayah serta dokter?. Untuk apa dokter ini kemari. Omapun langsung menghampiriku dan mengelus rambutku..
“ Happy Birthday yah sayang, semoga sehat selalu dan panjang umur.. Oma ada berikan hadiah special buat
kamu… ” Oma pun memberikan aku sebuah gaun yang sangat indah. Gaun yang begitu elegan.
“Abirah menyukainya Oma, Tapi abirah sangat marah, mengapa harus berbohong bahwa ayah meninggal untuk memberikan aku kejutan..kenapa tidak guna cara lain saja sih”
“Sayang, ini semua rencana ayah. Ayahkan sangat sayang abirah jadi tidak mungkin ayah meninggalkanmu sendiri..ini janji ayah” ayahku memelukku dan berbisisk
“Ayah membelikanmu sesuatu “ ayah pun menunjukkan aku sebuah permata yang sangat cantik. Anting permata yang begitu indah dan jarang di temui.ayah pun langsung memasangnya di telingaku.
“Sangat cantik anak ayah” Ucap ayah yang langsung memelukku dan menciumku.
__ADS_1
“Terima kasih ayah” balasku dan juga memeluk ayah.