MATA YANG LELAH

MATA YANG LELAH
Episode 7


__ADS_3

    Keesokan harinya aku pun pergi ke kampus untuk melihat informasi. Sekalian mengenal Universitas itu dengan baik. Kebetulan hari ini Jaka ada keperluan di kampus jadi aku berangkat bersamanya. Mobil kami pun terpakir dengan rapi, Aku bisa melihat banyak orang yang memandang ke kami, atau hanya perasaanku saja. Setelah turun dari mobil, aku mendapatkan banyaknya perempuan yang mengelilingi kami..eh tepatnya mengelilingi kakakku. Wah tak pernah kusadari ternyata kakakku adalah artis kampus. Hahahah bukankah ini akan lebih mudah bagiku beradaptasi. Aku pun meninggalkan kakakku, biarkan dia mengurus dirinya sendiri.


“Apakah kamu pacarnya jaka? Kejam sekali meninggalkan pacar kesusahan menghadapi banyak gadis.. Apakah kamu tidak cemburu?” sahut salah satu perempuan, wanita dengan pakaian yang menurutku sangat tidak bermoral ini menatapku dan melihatku seakan aku ini musuh bebuyutannya.


“ Tapi aku tidak pernah melihat kamu sebelumnya, Apakah kamu ini mahasiswa baru yang numpang tenar dengan mengincar Jaka” Tanya 1 wanita lagi yang tidak tahu dari mana asalnya,wanita ini ada 4 orang , saya rasa mereka salah satu geng yang tidak tahu malu di kampus ini.


“ Eh malah melamun. Apakah kamu tidak mendengarku ? atau apakah kamu ini tuli?” sahut seorang lagi.


Akulah orang yang paling tidak suka orang yang seperti ini. Jangan harap kalian ingin menjadi kekasih kakaku dengan tampang dan mulut seperti hantu kesurupan. Aku pun berlalu meninggalkan mereka. Tidak peduli mereka marah dan berikan aku tatapan yang tidak bermakna itu. Rasanya hari ini begitu panas. Dan sungguh aku tidak tahu dimana akan kucari informasi. Kampus ini begitu besar dan sialnya aku kehilangan Jaka lagi. Apakah aku harus menelfonnya ? tetapi aku takut dia sedang sibuk saat ini. Biarlah nanti saja aku hubungi, sekarang aku hanya bisa mengelilingi taman kampus dan menikmati gedung-gedung yang indah. Ada 3 orang perempaun mendekatiku,


“ kamu datang melihat informasi juga?” Tanya salah seorang dari mereka yang penampilannya lumayan sopan.


“ Iya betul, tetapi aku tidak tahu dimana untuk mendapatkan informasi”

__ADS_1


“ Oh tadi aku sudah bertemu dekan kampus, katanya pengumuman untuk seluruh mahasiwa baru boleh dilihat secara online. Ini aku memiliki halaman webnya” Sahut seorang wanita yang comel,


“ Oh yah perkenalkan nama aku Nita” sahut seorang lagi


“ Aku abirah” sambutku


“ Aku salma”


“ senang berkenalan dengan kalian, apakah kalian dari sekolah yang sama?” Tanyaku


“ Tidak, kami pun baru ketemu hari ini” jawab salma


“ Oh yah kalian ambil jurusan apa?” Tanyaku

__ADS_1


“ Kami bertiga ambil IT” jawab Mira


“ Wah kebetulan aku juga ambil IT”


“ Wah berarti kita boleh bersama-sama dong, kita akan menjadi sahabat. Bagaimana?” Tanya Nita


“ Oke” sahutku agak linglung karena ini pertama kali aku mau bersahabat dengan perempuan. Di sekolah aku ada Rafa untuk menjadi sahabatku, sehingga aku tidak pernah mau untuk mencari sahabat lain.


“ Kita cari kantin yuk, lalu makan” ajak salma, si comel.


Kami pun pergi ke kantin dan kami menghabiskan waktu bersama untuk saling mengenal. Akhirnya aku memiliki teman di kampus ini. Apakah ini kedengaran terlalu awal. Tetapi tidak masalah dengan adanya kawan semua menjadi lebih mudah. Ternyata mereka bertiga juga dari golongan orang yang kaya. Tetapi mereka tidak memamerkan harta mereka. Salma mengajakku untuk ke rumahnya. Tetapi rumahnya kedengaran cukup jauh. Dan nanti aku juga harus meminta izin dari Jaka dan dia pasti banyak trik untuk melarangku pergi. Akhirnya aku memutuskan untuk membawa mereka ke rumahku. Dan mereka semua setuju. Semua sudah siap. Salma membawa sebuah mobil ke kampus tetapi aku ada Jaka. Bagaimana ini, terpaksa aku menelfon Jaka untuk tidak menungguku karena aku akan pulang bersama kawan-kawanku. Tetapi dia menolaknya. Dan dia menyuruhku menunggunya di pintu gerbang.


    Selang beberapa lama aku menunggu akhirnya Jaka datang juga. Aku pun memperkenalkan mereka kepada Jaka yang membuat mereka tak berkedip melihat kegantengan Jaka. Hahahah akhirnya kakakku ini ada untungnya juga untuk kubawa kemana-mana. Boleh menjadi pusat perhatian. Kami pun memutuskan mereka harus mengikuti mobil Jaka di depan. Aku dan Jaka tetap satu mobil karena Jaka tidak mau orang lain menumpangi mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2