
Sebenarnya sangat gampang menemui Mawar, hanya berkunjung ke kampusnya dan menemuinya. tapi di tiap suratnya seolah Mawar mengisyaratkan dia tidak ingin orang tuanya dan masyarakat tau alamatnya dan melihat keadaannya, bu Wiwi menghormati keputusan mawar dalam hal ini.
...****************...
Di kampus…
Mawar telah mempresentasikan tugas makalahnya, teman – teman Mawar bertepuk tangan meriah, artinya hasil Presentasi Mawar memuaskan dan banyak yang memujinya sedangkan Mawar yang mendapatkan apresiasi hanya senyum dan menatap semuanya biasa saja.
Berbeda sewaktu Mawar sekolah ketika menerima sorakan dia akan tertawa dengan sedikit gurauan, tapi saat ini berbeda, Mawar berbicara seadaanya, senyum seadanya, dengan dirinya yang baru.
Jurusan administrasi yang sangat terkenal adalah geng Trio Princess karena gaya mereka yang serba berlebihan dan memakai barang brended dari kepala sampai kaki, kadang menngunakan kendaraan pribadi atau dijemput oleh sopir mereka, mereka adalah Vanya, Gladis dan Vely.
Geng Trio Princess, Vanya yang paling berkuasa.
Vanya menyukai Ryo, lelaki yang terkenal dari jurusan administrasi juga, Ryo adalah senior Mawar.
Ryo selain tampan, dia juga tajir karena ayahnya salah satu CEO di perusahaan ternama, Ryo dan Vanya teman semasa kecil karena orang tua mereka sahabat. Vanya sudah menganggap Ryo itu calon suaminya walaupun orang tua mereka tidak pernah ada pembahasan tentang itu.
Ryo sangat ramah ke semua orang dan Vanya adalah orang yang paling risih dengan itu, walau hanya modal menyapa, ia sudah menindas rekan junior bahkan senior yang ia tau dekat dengan Ryo.
Ryo sudah tahu tabiat Vanya, Ryo sudah lelah menasehatinya, bahkan Ryo selalu menghindari Vanya karena Ryo pikir Vanya sudah gila.
Satu semester berlalu dan Ryo sebulan terakhir memperhatikan Mawar, mencari waktu yang tepat untuk mendekatinya, Mawar sangat susah untuk d dekati, dia seakan - akan membuat tembok dinding cina di dekatnya, setiap Ryo mendekat Mawar sibuk mengerjakan tugas, membaca di perpustakan dan itupun tidak sendiri, pasti mengajak teman lainnya, belum lagi Vanya yang selalu mengekor dimana pun Ryo berada.
...****************...
FLASHBACK##
Sebulan yang lalu Ryo tidak sengaja lewat depan ruangan Mawar dan memperhatikan Mawar dari kaca depan ruang kelasnya sedang mempresentasikan tugas, yang hari itu Ryo punya keperluan ke dosen yang sedang mengisi jam dikelas Mawar.
Melihat Mawar yang soraki dengan meriah karena presentasi Mawar yang memukau, penjelasan yang tepat dan mudah dipahami hanya berekspresi yang biasa saja dan menurut Ryo itu sangat menarik, untuk kali pertama Ryo menemukan wanita yang tidak butuh sanjungan.
Harus Ryo akui, Mawar selain cantik, cerdas, ada daya tarik dalam dirinya yang sulit Ryo jelaskan, semuanya terlihat alami, wajahnya terlihat tanpa polesan make up pun masih terlihat menarik. Ryo tidak melihat seperti itu lagi di Zaman sekarang, anak SMP saja sudah memoles wajahnya apa lagi wanita yang sudah berada di jenjang perkuliahan, apa lagi dengan mengenakan Hijab, sangat jarang Ryo menemui wanita berhijab saat ini.
“Belum moles wajah saja udah cantik, nggak kebayang kalau udah kepoles”batin Ryo
“Apakah dia bidadari ?” gumam Ryo.
Ryo sadar setelah gumamannya, dia melihat kelas akan bubar, dia tiba - tiba masuk.
“tok..
__ADS_1
Tok...
Tok...
“Permisi Pak, saya mau menyerahkan surat ini dari dekan ke Bapak” ucap Ryo sambil berjalan melewati Mawar sedangkan Mawar tidak memperhatikannya, hanya melirik sedikit dan membaca kembali buku yang dipegangnya.
“Ya Tuhan dia terlihat sangat cantik dengan memperhatikan nya lebih dekat lagi” batin Ryo
Sedangkan mahasiswi didalam ruangan sudah heboh dengan suara teriakan,
“Kak Ryo”
“Hai Kak Ryo tampann”
“Kak Ryoo jadian yukk”
Mereka semua mabuk kepayang, kecuali Mawar yang terlihat biasa saja.
Ryo berlalu keluar ruangan, sambil memperhatikan ruangan tersebut “Mawar aku akan membuatmu jatuh hati kepadaku, kamu harus tanggung jawab untuk jantungku yang berdebar karenamu” batin Ryo sambil tersenyum yang sangat mekar.
FLASHBACK OFF###
...****************...
Serasa jantung Ryo loncat dari tempatnya, doa Ryo akhirnya terkabul, dia akan menemui Mawar yang selama ini dia kagumi dari jauh, dengan kesempatan itu dia bisa melihatnya dengan dekat, bahkan mendengar suaranya.
Dengan penuh semangat Ryo keluar dari ruangan Dosen tersebut dan lansung mencari Mawar, akhirnya di sudut kelas ia melihat Mawar tengah duduk sambil memegang pulpen dan sedang berpikir, tiba – tiba pikirannya di buyarkan dengan panggilan seseorang.
“Mawar, maaf mengganggu” kata Ryo
“Iya, anda siapa?” Mawar sambil mendongakan kepalanya karena pria didepannya berdiri dan dia lumayan tinggi.
Ryo bebrapa detik, tatkala melihat Mawar mendongak, membuat jantungnya tak karuan karena kecantikan Mawar tampak sangat jelas.
Akhirnya dia menarik satu kursi di samping Mwar dan memulai perbincangan
“Yakin kamu tidak mengenalku?” tanya Ryo dengan PD nya
“Mawar menatapnya dengan serius,” Yakin” balas Mawar
Ryo menepok jidatnya, dia berpikir jika dia sangat tenar di kalangan mahasiswi, akhirnya ada yang tidak mengenalnya sama skli.
__ADS_1
“hmm Kenalin namaku Ryo, aku Fakultas administrasi juga hanya saja tidak seangkatan, aku sudah berada di tingkat semester akhir, dalam artian aku senior kamu” jelas Ryo
“Oh iya, ada yang bisa saya bantu?” tanya Mawar
tanpa basa basi
“Mawar, ada buku titipan dari Dosen kita” sambil menyerahkan buku yang di pegangnya.
“Makasih” balasan singkat dan padat sambil melanjutkan catatannya.
Ryo tidak habis pikir dengan yang dilihatnya, rasanya Ryo akan meledak karena untuk pertama kalinya tidak ada yang tidak menganggap keberadaannya.
Tiba - tiba ada suara yang terdengar..
Brakkkk..
Pintu di pukul oleh seorang wanita, dan wanita itu tanpa basa - basi lansung melangkah menuju dua orang yang sudah sedari tadi dia perhatikan, siapa lagi kalau bukan Mawar dan Ryo dan wanita yang sedang di landa cemburu saat ini adalah VANYA.
Dia masuk dengan kepalan tanga nya.
Vanya menghentakkan pintu dengan cuku keras bahkan yang berada luar ruangan semuanya berlari keruangan tersebut karena mereka tahu akan ada masalah yang di timbulkan Vanya.
Vanya hampir tiba di depan Ryo, sedangkan Ryo lansung menghalau Vanya “Hey kamu kenapa sih, kesurupan lagi?” ucap Ryo
“Yo minggir, aku akan menghajar wanita kurang ajar ini yang berani menggoda mu” jawab Vanya.
Mawar hanya melihat tanpa komentar, dengan tatapan biasa saja.
“Vanya sudahlah, ayo kita keluar” ucap Ryo
B. e. r. s. a. m. b. u. n. g…
Stay tune yaa kakak readers
Visula Ryo
Visual Vanya
__ADS_1