
Orang tua Sean merestui siapapun yang Sean pilih, mereka tidak tahu apa – apa dengan anaknya, mereka mengenal Jessie karena Sean pernah mengajaknya ke rumah mereka di Inggris, orang tua Sean mendukung apapun yang Sean inginkan, berbeda dengan kakek dan neneknya yang merawat Sean sampai dewasa, mereka sangat tahu apa yang tepat untuk Sean, mereka tahu bahwa di balik keras kepalanya Sean, dingin dan marahnya yang susah terkontrol Sean sebenarnya adalah sosok pria yang lembut dan setia.
Kakek dan Nenek Sean tidak menginginkan calon cucu menantu seperti Jessie. Jessie suka berbohong dan bergaul bebas.
Tuan Prabu sangat teliti dengan keluarganya termasuk untuk cucunya, saat Sean memberi kabar bahwa dia memiliki kekasih kepada kakek dan neneknya, kakek Prabu sudah mengetahuinya lebih dulu, kakeknya menempatkan banyak mata - mata di sekitar Sean, selalu menerima sedetail semua yang Sean lakukan.
Tanpa terkecuali saat mereka pacaran tuan Prabu mengetahuinya.
Saat Sean kembali ke Indonesia membawa kekasihnya, kakek dan nenek sudah menduga ada yang aneh dengan cucunya, Sean kembali untuk meminta izin menikah di usianya baru beranjak 23 tahun, walaupun Sean sudah menyelesaikan kuliah yang terbilang terbilang cepat karena Sean cerdas, masih membuat kakeknya ragu untuk memberikan izin.
“Kakek, Sean mau menikahi Jessie, Sean menyukai Jessie” ucap Sean di depan kakeknya, sedangkan sedari tadi Jessie hanya duduk dan main handphonenya, dengan kaki menyilang ala Princess, menggunakan baju yang terbuka.
“Baiklah, asal membuatmu bahagia, Kakek dan Nenek setuju” mereka saling memandang,
Nenek Yolan tidak mengucapkan sepatah kata apapun selain mengangguk, karena nenek Yolan sangat tidak menyukai calon cucu menantunya itu.
“Terimah kasih Kek,” sambil memeluk Kakek dan Nenek mereka dengan bahagia. Jessie tersenyum mendengarnya, Jessie mengetahui Bahasa Indonesia karena dia pernah kursus di Inggris demi Sean, demi membuat Sean lebih sayang dengannya.
Walaupun hanya sesekali dan lebih dominan menggunakan Bahasa Inggris.
“Terimah kasih, Kakek dan Nenek, saya akan membahagiakan Sean saat kami Bersama nanti,” ucap Jessie
“Baby, I am so tired, can I go to badroom right now ? tanya Jessie kepada Sean dengan memeluknya
Sean mengajak Jessie ke kamar utama dan Sean akan tidur di kamar lain, tapi Jessie masih tetap dengan kebiasaannya di Inggris, dia tidak ingin tidur sendiri, Sean akhirnya mengalah dan menemani Jessie, mereka tidur Bersama. Sean dan Jessie melakukannya di kamar itu, bercumbu dan akhirnya saling memuaskan hasrat.
Bukan hal yang baru untuk mereka, Sean tetap menerima Jessie walaupun Sean bukan yang pertama untuknya, Sean sudah merasa nyaman dengan Jessie.
__ADS_1
...****************...
Di ruangan lain Kakek dan Nenek Sean sedang berdiskusi dan mengatur rencana yang matang untuk cucu mereka.
“Sayang apa rencanamu selanjutnya, aku sangat ingin menampar wajah wanita itu, tidak memiliki sopan santun, dia tidak pantas masuk kedalam keluarga kita” kata Yolan
“Tenanglah sayang aku sedang berfikir, aku juga tidak menyetujui hubungan mereka,Sean cucu kita satu-satunya, tidak ada yang bisa di banggakan wanita itu selain lulusan dari kampus ternama dan aku sudah curiga dengan orang tuanya sejak lama yang mengajukan kerja sama ke perusahaan kita di Eropa, sedangkan selama ini mereka tidak berani masuk ke area kita, hanya karena mereka tahu anaknya dekat dengan cucu kita” kata kakek Prabu dengan geram
“Saat ini mereka tidur bersama, aku sangat malu dengan kelakuan mereka, Kita gagal mendidik Sean, dia sudah terjebak, nilai – nilai luhur yang kita tanamkan ke cucu kita sudah hilangg Kek” Nenek Yolan sedikit menangis.
“Sabarlah sayang, belum terlmabat, kita masih bisa menyelamatkan cucu kita, sabarlah selama mereka di
sini, jangan membuat Sean membenci kita, selebihnya serahkan semuanya padaku” kata kakek Prabu sambil memeluk istrinya.
...****************...
Keesokan harinya Jessie keluar kamar tanpa Sean, Sean masih tertidur, Jessie terlihat sedang menelfon seseorang "Wait me baby, when everything is done i'll come back to you, I miss you” sambil mematikan telfonnya, nenek Yolan mendengarnya sangat geram, tapi dia menahan amarahnya karena tidak ingin Sean cucu kesayangannya salah paham.
Kakek dan Nenek Sean hanya diam dan memperhatikan cucu mereka yang sudah mengikuti budaya luar.
...****************...
Hari terakhir berada di rumah Kakek dan Neneknya, Sean duduk di depan kakeknya dan meminta izin untuk bertunangan dengan Jessie dalam waktu tiga hari ke depan dan acara pernikahan mereka akan dilaksanakan seminggu setelahnya dan semua acara di laksanakan di Inggris. Kakek Prabu meng-iyakan semua keinginan cucu nya.
“Thank you Kek” dengan senyum bahagia
“All the best for you my grandson” balas kakek Prabu memeluk Sean
__ADS_1
Nenek Sean melihatnya tidak tahan, dia mengajak Sean ke ruangan lain untuk berbicara.
“Sean, ada yang ingin nenek bicarakan denganmu” sambil berjalan, mendengar Jessie merengek ingin ikut, nenek Sean berbalik dan
“ONLY SEAN NOT YOU”. ucap Nenek Yolan
“Its ok baby, wait me,” menenangkan Jessie.
Di ruangan neneknya duduk memegang cangkir berisi teh dan meminumnya sedikit, Sean melihat itu sudah tahu bahwa neneknya khawatir.
“Are you ok sweety?? ada apa nenek? Sean duduk di depan neneknya dan memegang tangan neneknya.
“Sean apakah kau mencintainya? apakah dia membuat jantungmu berdetak dari biasanya? apakah dia pilihan terakhirmu?” ucap nenek Yolan
Sean hanya diam dan mencerna perkataan neneknya. Nenek Sean sudah menebak bahwa cucu nya tidak
menyukainya, tidak mencintainya, nenek Sean tersenyum dan lansung menambahkan gula dalam perkataannya.
“Sean cucuku, menikah itu kita akan susah senang bersama sampai rambut memutih dan mati bersama, apakah kau yakin dia akan hidup susah denganmu? jika suatu sat nanti kekayaan kita habis? kata Nenek Yolan
“Tapi Nenek, aku nyaman dengan Jessie, dia tahu apa yang kubutuhkan, aku tidak tahu maksud Nenek dengan detakan jantung, tapi selama ini aku dan Jessie baik - baik saja dan aku bahagia, bukankah kesenangan itu termasuk cinta? bagaiaman bisa kita miskin sedangkan hanya aku cucu Nenek, aku tak bisa menghabiskan kekayaan milik keluarga kita nenekku sayang” balas Sean.
“Kau bodoh Sean, pantas matamu tertutup karena jantungmu dan hatimu tidak merasakannya, kau menggunakan logika yang masih dangkal, dalam bisnis pun masih ada yang namanya untung dan rugi, bagaimana kamu hanya melihat dari satu sisi saja.”
“Jadi Nenek tidak merestui aku?” kata Sean
“Aku merestuimu tapi dengan ikuti syarat Nenek, biarkan
__ADS_1
dia berangkat lebih dulu ke Inggris kamu akan berangkat setelahnya, kamu bisa membuntutinya saat tiba di Inggris, jika dia kembali ke rumahnya
Bersambung...