Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 18


__ADS_3

Saat mereka tengah sibuk membahas tentang Mawar, tiba tiba Dion mendekat melempar tas nya ke teman - teman kelas yang lagi ngerumpi itu.


“We yooo, ngerumpi apa kalian, nyaingin anak cewek aja” teriak Dion yang berjalan tengah mendekat


“Sialan lo Yon, nih lagi heboh di group kampus Nak adminitrasi dikerjain sama Trio Princess” balas yang lain sambil memperlihatkan live salah satu mahasiswi yang ada berada di tempat kejadian.


“Ahh siapa? Bukannya udah basi yah geng Psykopat itu membuli anak jurusannya sendiri? Santai aja kali” balas Dion yang melihat layar handphone temannya, dalam video tersebut wajah Mawar tidak terlihat jelas.


“Masalahnya Yon, ini beda, dia membuli junior kita yang emang terkenal cantik sih” balas yang lain


“Ahh masa cantik? kok aku belum pernah dengar ada anak cewek adminitrasi yang ngalahin Nak seni” jawab Dion


“Serius Dion, aku pernah liat dia, emang cantik asli, banget malahan, Cuma cuek abis. Lagian mana lu tau sih, lu kan abis kerja lapangan bikin laporan beberpa bulan ini, gak lama lagi lu wisuda, lah kita baru nyusul” sahut yang lainnya


Dion seakan menerka, mungkinkah itu gadis yang pernah ia temui dulu. Untuk memastikan Dion ajak temannya ke TKP untuk cek.


“Ya udah, gue mau check sendiri, ada yang mau ikut nggak?”. Ajak Dion


“Yoi, lets go…” timpal mereka


Dion dan teman teman nya sedang berjalan ke arah gedung Fakultas Adminiatrasi, lumayan sih jaraknya, sampai kaki pegel.


Di tempat kejadian, Mawar membersihkan hijab nya dan tubuhnya yang di penuhi terigu, kemudian Mawar melanjutkan langkahnya ke meja yang sering Mawar tempati, Mawar kaget melihat meja dipenuhi banyak coretan kata kasar yang ditujukan padanya


“*****”.


“Pela*ur”


“cewek murahan”


Banyak lagi.

__ADS_1


Mawar sangat geram, Mawar tidak bisa menahan emosinya lagi, di kepalkan tangannya dengan mata yang memerah dan berkaca – kaca karena menahan emosi, wajah Mawar pun yang putih menjadi memerah padam. Mawar berjalan meninggalkan ruangan karena dalam ruangan teman – teman Mawar tidak ada yang berani memberitahukan siapa pelaku sebenarnya.


Mawar merasa tidak memiliki masalah apapun, karena masalah dengan Trio Princess sudah selesai dan menganggap itu hanya masalah sepele.


Mawar berjalan keluar ruangan menanyai mahasiswa sekitar tapi tidak mendapat jawaban, saat Mawar sibuk menanyai teman yang lain. Dari arah belakang Vanya sudah memegang ember yang berisi telur busuk untuk di siramkan ke Mawar, tapi Dion dan teman - temannya dari kejauhan melihat aksi Vanya lebih dulu.


Saat Dion melihat ke arah mana Vanya ingin menyiram ember yang berisi telur busuk itu, Dion sangat kaget, dia adalah gadis yang pernah ia cari tapi tak ketemu, gadis yang wajahnya menghiasi hari – hari nya, gadis yang menarik perhatiannya.


Dion melempar tas yang dia tenteng ke teman – teman nya kemudian Dion berlari dengan kencang, teman – teman Dion kaget melihat apa yang Dion lakukan,


“Tuh anak kenapa? Kesurupan liat cewek cantik?” tanya salah satu temannya yang hanya di respon dengan tatapan bingung.


Dion berlari kencang dan dia lansung menghalangi telur busuk itu dengan punggungnya sendiri. Vanya dan semua orang menyaksikannya kaget.


Mawar membalikkan badan dan melihat pria yang ada di hadapannya, pria yang saat itu penuh dengan seemebr telur busuk membasahi tubuhnya, air mata Mawar menetes, pertama kali nya Mawar merasa ada yang meliindunginya.


“Kak Dion?” ucap Mawar


“Iya saya Mawar” balas Mawar


“Aduh Mawar kemana saja, kakak cariin, akhir nya ketemu, senang ketemu kamu lagi” ucap Dion


Sebelum Mawar membalas, Vanya sudah mendorong Dion ke samping dan marah.


“Dasar pelacur, perempuan murahan, berapa banyak lagi pria yang kamu goda? berani sekali kamu, sudah miskin, baju kamu hanya itu - itu saja tanpa ganti dan kamu berani gombalin cowok gue, sekarang Dion? Besok siapa lagi? Bapaknya Dion? hah?!! Kalau kurang uang ngomong jangan jadi ****** untuk cowok orang!!” ucap Vanya.


Dion ingin menyahut tapi Mawar sudah panas mendengar ocehan Vanya dan Mawar menamparnya dengan keras, sampai pipi Vanya merah.


Plakkk..


“Tamparan itu adalah jawaban dari ucapan mu” ucap Mawar dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Mawar sudah tidak peduli lagi, apakah dia akan di keluarkan dari kampus, setidaknya hari itu ada yang tak bisa ia kendalikan dari semua masalah yang sedang dia hadapi.


Vanya ingin membalas nya, tapi dengan cepat Ryo datang memegang tangan Vanya dan menatap tajam ke vanya.


“Vanya, gue terlalu sabar hadapin lo, sudah cukup kali ini lo udah kelewat batas, besok gue laporin ke Bokap lo, semua perbuatan lo dikampus” ucap Ryo.


Ryo kesal karena dia terlambat menolong Mawar, Ryo juga kaget kehadiran Dion, “Dimana mereka kenal? kenapa mereka terlihat akrab?” batinn Ryo.


Sedangkan Dion dan Ryo adalah saingan dalam berbagai hal.


Dion tersenyum dan dia sudah paham situasinya kalau Ryo juga tertarik ke Mawar karena dari tadi Ryo melirik Mawar dengan penuh makna.


“Ryo ajarin tu tunangan lo supaya kalem dikit” Dion tersenyum penuh kemenangan


“Diam lo, bukan urusan lo.” balas Ryo.


“Mawar maafkan Vanya, aku akan mengurus nya, semua salahku, kamu tenang saja” Ryo berlalu menarik Vanya.


Sedangkan Vanya kesakitan di pipi dan lengannya karena Ryo menarik lengan Vanya dengan keras dan Vanya tidak berhenti mengumpat ke Mawar.


“Kak Dion terimah kasih dan maaf karena Mawar kak Dion seperti ini” Mawar menunduk merasa bersalah


“Ehh nggak apa – apa kok Mawar santai saja, baju nya tinggal di loundry dan gue mandi, selesai deh. santai aja muka nya HAHA, oh ya Mawar udah lama Vanya gangguin kamu? maafin kakak ya terlambat bantuin kamu, soal nya Kaka baru balik kerja lapangan persiapan ujian akhir” balas Dion.


“Nggak apa – apa Kak, kemarin dia sudah mulai, tapi aku juga nggak ngerti dia gitu banget, oh ya semangat ya Kak untuk ujian akhirnya, sukses pokok nya” ucap Mawar.


Dion bahagia melihat senyum Mawar yang mempesona “Mawar kalau Kaka sudah selesai wisuda, trus kerja mau nggak jadi istri nya Kaka?” ucap Dion dengan nada becanda.


Tangan Mawar tiba - tiba gemetar dan keringat tiba – tiba mengalir di sela – sela wajahnya. Mawar merasa sesak di dadanya bayangan agung berseliweran di kepala Mawar, ingatan tentang Agung, kata - kata Agung, tangisan orang tuanya, membuat Mawar tiba – tiba kesakitan, Majah Mawar memucat.


b. e. r. s. a. m. b. u. n. g……

__ADS_1


__ADS_2