Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 32


__ADS_3

Sedangkan Leon sudah memperhatikan Tuannya


“Entah apa lagi yang akan terjadi saat ini, semoga semuanya berjalan lancar, tanpa amukan Tuan”.


“Hari ini aku ingin melihat presentasi perwakilan perusahan cabang #####” ucap Sean menyeringai tipis.


“Dasar pria gila, aku akan membuatmu diam tanpa bertanya”.batin Mawar


Manager Mawar memberikan kode ke Mawar, Mawar maju mepresentasikan laporan perusahaannya sangat baik dan jelas, dan sangat mendetail. Semuanya benar-benar terdiam termasuk Sean, Mawar mempesona dengan balutan blezer, aura pemimpinn dan bijaksananya terlihat jelas.


Rapat selesai dengan aman, beda dari biasanya tanpa amarah dan tenang. Karena setelah Mawar menjelaskan, Sean hanya melamun, tidak memperhatikan presentasi yang lain.


Semuanya bahagia, sebelum Sean keluar ruangan, Sean memerintahkan Mawar ke ruangannya. Setelah itu Sean keluar di dampingi Leon dan Mawar berjalan di mengikuti langkah mereka, selama berjalan Sean memberi kode ke Leon untuk menjauh sedikit.


Sean melihat Mawar yang jalan serius sambil menunduk membuatnya kaget dengan langkah Sean yang terhenti, Mawar menabrak belakang Sean.


Buggg..


"Aduuhhhhh ... maaf pak,," ucap Mawar yang mengelus keningnya


“Mawar sudah berapa kali kamu berusaha menyentuhku, apakah begini caramu menggodaku?” ucap Sean yang ingin membuat Mawar marah


Mawar menatap tajam Sean dan ingin lansung menjawabnya dengan kasar tapi dia hanya senyum tidak ingin meladeninya.


“Tumben macan ini mengalah” batin Sean


Mereka berdua berjalan bersama diam seribu bahasa, Sean memasuki ruangan melihat Jessie masih berada dalam ruangan tersebut sedang duduk di singgasananya, dia sedikit kesal.


Belum berbicara, Jessi berdiri melihat Mawar yang lumayan cantik menurutnya.


“Who are you? Mengapa kamu datang bersama kekasihku?” ucap Jessie


“Ooo jadi ini pacarnya pria gila, aku akan membalasnya,” batin Mawar.


Mawar melangkah ke meja Sean menyimpan tasnya dan berdiri di samping Sean dan memeluk lengan sean “Saya istri Sean, iya kan sayang?” dengan nada manja dan menyandarkan kepalanya di pundak Sean

__ADS_1


“Kamu siapa?” Mawar balik tanya.


Sean dan Mawar saling menatap, jantung Sean seakan akan ingin meledak, wajahnya merah nafasnya tidak beraturan, Sean kehabisan kata. Begitu pun Leon yang menjadi saksi bisu dan sejarah Tuannya tidak bisa melawan. (hahahah sorry author ngakak)


Jessie melihat Sean menatap wanita yang berada di dekatnya tanpa berkedip, pada akhirnya membuat Jessi keluar dengan marah di ikuti langkah Leon keluar ruangan, sedang kan Mawar melihat wajah Sean merah, Mawar berpikir Sean marah,


“Hahahah kau lucu sekali, mau marah? marahlah, toh kau juga sudah di tinggalkan, itu pembalasanku” ucap Mawar, mengambil tasnya dan akan berlalu, tiba-tiba Sean memegang tangan Mawar dan menahan nya.


“Karena aku sudah di tinggalkan, kau harus bertanggung jawab menggantikannya istriku sayang,” sambil melingkarkan tangan Sean di leher Mawar.


Mawar memberontak “Lepaskan tanganmu!” berontak Mawar


Sean mengecilkan suara nya “Mawar hari ini kau selamat karena hijab yang kau kenakan, aku menghargai nya, jangan pernah memancingku atau akau akan melahapmu tanpa berpikir lagi”.Mawar tidak mengerti maksudnya.


Mawar berhasil kabur dan Sean kembali duduk disinggasananya sambil menahan nafas, ada yang sesak di balik celananya ulah Mawar, dengan nada manja, wajah imutnya membuat gairah Sean sudah menggila padahal Mawar hanya menyentuh lengannya, membuat Sean sudah frustasi.


...****************...


Ditempat lain, Jessie sudah membayar seseorang untuk mencari tau tentang Mawar.


Seminggu berlalu setelah kejadian di kantor Sean, hari-hari Mawar berlalu mengabaikan Sean karena sibuk megurus ujian akhir kuliahnya, Sean pun maklum dan menyibukan dirinya di kantor, terkadang rindu menyerang Sean tapi dia tidak bisa berbuat apa –apa untuk menjahili Nawar, Sean hanya mampu memperhatikan Mawar lewat layar.


“Kakek, Mawar tidak lama lagi akan wisuda, Mawar mau ke kampung Mawar untuk mengabdikan ilmu Mawar selama kuliah di kampung, Mawar juga sudah sangat rindu dengan Bapak dan Ibu” ucap Mawar


“Mawar, apakah kau tidak keberatan jika Bapak dan Ibumu tinggal di kota ini? Kakek yang akan menjamin nya” sahut tuan Prabu


“Iya Mawar, Kakek betul, Nenek merasa sepi kalau Mawar pulang ke kampung, siapa yang akan menemani kami, sedangkan Sean jarang kesini” sahut nenek Yolan.


“Maafkan Mawar Kek, keputusan Mawar sudah bulat, Mawar harap Kakek dan Nenek bisa menerima keputusan Mawar, terimah kasih Kek, karena Kakek Mawar bisa sampai ke seperti ini, merasakan hidup enak di kota yang dulu nya terasa asing untuk Mawar” balas Mawar sambil menunduk dengan ginangan air mata Kakek dan Nenek Yolan memeluk Mawar, seakan berat tapi mereka tetap menghargai keputusan Mawar.


...****************...


Saat Mawar wisuda Kakek dan Nenek tidak bisa menghadirinya karena sibuk, sedangkan Sean pertama kalinya mengirim ucapan ke Mawar tidak seperti biasanya dia menjahili Mawar, tapi kali ini berbeda, Sean mengirim ucapan melalui pesan.


“Mawar selamat, semoga sukses,” pesan Sean

__ADS_1


Setelah acara wisuda selesai, Mawar kembali ke apartemen, Mawar sangat mengharapkan mendapat pelukan dari Nenek dan Kakek karena Mawar besok akan kembali ke kampung halamannya.


Drrttttt…


Drrrrtttttttt…..


“Pria Gila memanggil”


Dengan nada yang cuek “Iya Halo, Ad..__”


Belum selesai Mawar mengucapkan kalimatnya, Sean sudah berteriak dari ujung telfon genggamnya dengan suara panik.


“MAWARRR, cepat kerumah sakit PC Group, sakit jantung Kakek kambuh”


Tuutt..


Tuut...


...****************...


Mawar berlari membawa dompet dan telfon genggamnya, Mawar belum menganti rok dan kebayanya,.


Sampai nya dirumah sakit Mawar berlari ke ICU, Sean, Leon dan Nenek sedang menunggu dengan cemas, air mata Mawar mengalir deras.


“Kakek kenapa?” dengan terbata – bata dan nangis sesegukan, nenek Yolan memeluknya.


Sean yang melihatnya merasa ingin memeluk Mawar dengan erat untuk menenagkannya, Sean hanya tidak menyangka Mawar ternyata sangat cengeng. Walau pun semuanya khawatir hanya Mawar yang terus menangis, sampai Sean tidak tahan melihatnya


“Hey macan betina bisakah kau diam, berhenti menangis, emangnya kamu sendiri yang panik? Kakekku kuat, dia tidak akan menyerah begitu saja” ucap Sean dengan suara berat.


Papa Mama Sean sedang dalam perjalananan menuju ke Indonesia, karena ia juga mendapat kabar tentang orang tua mereka.


Sejam kemudian, kakek Prabu keluar dari ICU dengan banyak alat yang melekat di badannya, ia di pindahkan keruangan VVIPP.


“Dok, bagaimana keadaan kakek?” tanya Sean

__ADS_1


“Tuan Prabu saat ini butuh istrahat, tidak boleh banyak pikiran, jangan membuatnya syok dan harus lebih memperhatikan pola makannya” kata dokter dan segera berlalu.


“Kakek, bangunlah, Mawar tidak akan meninggalkan kakek, hiikss... hikss... maafkan Mawar kek”. Jelas Mawar


__ADS_2