Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 37


__ADS_3

Keadaan Mawar sudah membaik tapi melakukan kejadian terakhir yang di alaminya, semua orang merahasiakan darinya, Mawar hanya tahu dia pingsan karena kelelahan makanya Mawar dirawat dirumah sakit beberpa hari yang lalu.


Sejak keluar dari rumah sakit, Mawar bosan dirumah besar itu, selain ngobrol tidak ada lagi aktifitas lain, Mawar di larang ke dapur, di larang ke kantor, sedangkan Sean yang selalu menjahilinya sudah tidak lagi.


Sean rutin ke rumah tapi hanya menyuruh Mawar beristirahat, karena jadwal bertemu dengan Dokter Diana tidak akan lama lagi.


Mawar sedang duduk di taman dan memandang langit, Sean melihatnya datang menghampiri Mawar.


“Apa yang kau lakukan, harus nya kau istrahat” ucap Sean sambil masang wajah datar.


“Aku sangat bosan, Sean aku mau keluar, ayolah” dengan nada memelas dan sedikit manja. Sean tidak bisa menolaknya.


“Baiklah, ayo kita berbelanja, cepatlah bersiap aku menunggumu” ucap Sean, sambil melihat Mawar tersenyum riang berlaari ke kamarnya. Sean melihat itu ikut tersenyum.


Dia meraih handphonenya dan menelfon Leon.


“Leon apakah pesanan cincinku sudah siap?” tanya Sean


“Sudah Tuan,” jawab Leon


“Sebentar lagi aku akan mengambilnya” balas Sean


“Bukankah Tuan akan memberinya setelah nyonya Mawar sembuh total?” tanya Leon


“Jangan banyak tanya, lakukan sesuai perintahku” Balas Sean


“Baik Tuan” balas Leon.


Cincin pernikahan yang dikenakan Mawar hanya emas murni dan sangat polos, aku ingin dia menggunakan berlian indah yang mahal, dia istriku satu–satunya dan selamanya, aku akan berusaha membuatnya jatuh cinta pada ku.


“Sean aku sudah siap “ ucap Mawar


Sean melihat Mawar sangat mempesona dengan baju yang simpel tapi tetap terlihat mengesankan dengan posturnya yang semampai.


...****************...


Mereka menuju Mall yang terbilang Elite, tidak terlalu ramai, dengan tokoh di penuhi Brand brand bemerk Internasional, Mawar berjalan dengan senang, Sean tiba-tiba mendekat dan mengengam jemari Mawar, Mawar yang sadar kaget tapi tidak menolak, Sean sangat senang.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan sangat serasi, pemandangan yang mencuri perhatian. Setelah lama berkeliling, berbelanja, telfon Sean berbunyi.


“Mawar tunggu sebentar,” mengangkat telfon dan berlalu


Mawar hanya berdiri celingak-celinguk, mengotak atik handphone miliknya sambil menunggu Sean, dari kejauhan Jessie melihat mereka dengan bibir tersungging.


“Sean terimalah kado pernikahan dariku” batin Jessie,


lalu Jessie pergi meninggalkan tempat itu.


“Halo, bagaimana dengan tugas yang kuperintahkan” kata Sean melalui telfon genggam nya.


“Semuanya sudah siap Tuan,” jawab Leon


“Baiklah, aku akan membawa Mawar segera ke tempat itu” balas Sean. Sambil menutup telfonnya.


Sean berbalik dan melihat apa yang di lakukan Mawar, tak sengaja Sean melihat ada yang sedang berjalan ke arah Mawar, sosok lelaki yang belum pernah Sean lihat sebelumnya, Mawar yang melihat Sean telah selesai menelfon, pandangannya nampak serius memperhatikan arah yang lain, Mawar mengikuti pandangan Sean.


“Kak Agung?”..


Mawar terkejut, badannya kaku dan seketika terkulai lemas, Mawar duduk di lantai dengan posisi tangan di dadanya, nafasnya kembali sesak, tangan kanan Mawar sesekali memegang lantai menggerakkan badannya mundur perlahan untuk menopang tubuhnya, tangan kirinya yang memegang dan memukul mukul dadanya, sesekali melambaikan tangan mengisyaratkan ke sosok yang mendekat ke arahnya untuk menjauh.


“Mawarr, kau kenapa Mawar? ini aku.” melangkah ke arah Mawar yang sedang terkulai lemas di lantai.


“Mawarrrrrrrr...” teriak Agung karena Mawar pingsan.


Agung memegang tangan Mawar, ingin membawanya pergi dari tempat itu tapi terdengar jelas suara teriakan dari arah berlawanan juga berlari mendekati Mawar.


Sean melihat lelaki yang tidak di kenalnya memegang tangan istrinya, dengan emosi mendaratkan satu pukulan yang sangat keras, membuat badan lelaki tersebut terjatuh ke arah lain dengan genggamannya terlepas.


Sean menggendong Mawar dengan ucapan yang sangat jelas “BERANI SKALI KAU MENYENTUH ISTRIKU, “ ucap Sean lantang dan berlalu.


Di tempat mereka banyak yang menyaksikan kejadian tersebut, bahkan ada yang mengabadikan melalui telfon genggam mereka, ada yang live dan menyebar foto serta video reka adegan yang terjadi.


Agung pun berlalu dengan pikiran yang di penuhi dengan mawar


“Mawar akhirnya kita bertemu, aku menemukan mu, Mawar apa yang terjadi dengan mu, apakah benar kau sudah menikah? Mawar aku mencintai mu, sangat mencintaimu” batin Agung dengan air mata yang berlinang.

__ADS_1


Agung menelfon nomor Jessie tapi sudah tidak aktif lagi, Jessie yang memberikan info bahwa Mawar berada di Kota J, tapi Jessie tidak menginfokan tentang Mawar yang sudah menikah, Jessie mengaku sebagai teman kuliah dan memberitahukan Agung jika Mawar selama ini mencari Agung.


Sesaat Agung sangat bahagia mendengarnya, tapi mengapa yang terjadi tidak sesuai yang Agung harapkan, Agung mengusap kasar wajahnya. Rasanya Agung ingin berteriak sekeras kerasnya.


Seketika handphone Agung berdering.


“Halo May” kata Agung


“Agung, apakah kau sudah gila? buka handphone mu dan cek group kantor dan internet, ada kamu disana, apa yang terjadi Gung?” tanya Maya sekretaris Agung yang juga sahabat Agung, tapi Maya tidak pernah menganggap Agung sahabatnya karena Maya sebenarnya menyukai Agung sejak beberapa tahun ini.


“Kalau kau sudah melihatnya, cari informasi tentang lelaki yang membawanya” balas Agung.


“Baiklah” timpal Maya


Tak lama kemudian handphone Agung berbunyi dan melihat pesan dari Maya sekretarisnya


“Dia adalah CEO PC Group, Sean Gaozhan Prabu, cucu tunggal pemilik PC group” jelas Maya


Agung membacanya membanting handphonenya dengan penuh emosi, Agung tahu bahwa Sean selalu gonta ganti pacar dan Sean terkenal jahat di dunia bisnis


“Mawarr kau sudah di tipu olehnya, aku akan menjemput mu Mawar, aku tidak peduli dengan lelaki brengsek itu, aku tidak takut kehilangan perusahaanku, aku hanya ingin bersama mu Mawar” batin Agung.


...****************...


Sean berlari sambil menggendong Mawar ke rumah sakit pribadi kakeknya.


“Dokterrrrrr, cepattt...” teriak Sean, membuat dokter dan yang menyaksikan nya kaget.


Mawar segera berlalu di dampingi beberapa Dokter handal masuk keruangan untuk di tangani, sedang kan Sean sudah paham dia tidak boleh ikut ke dalam.


“Mawar plisss, jangan membuat ku khawatir” batin Sean.


Tiba – tiba Sean di kaget kan dengan dering telfon dari Leon.


“Halo, tuan anda saat ini dan nyonya berada di Internet dan semua sosial media sudah tersebar luas.”


“Lakukan seperti biasa Leon” jawab Sean

__ADS_1


“Kali ini sulit Tuan, karena yang mengambil gambar dan video itu, bukan dari pihak wartwan tapi dari banyak sumber, sedangkan sistem Hecker kita tidak mampu mengatasi semua nya, mungkin hanya sebagian saja yang bisa di hapus” jawab Leon


__ADS_2