Mawar Untuk CEO

Mawar Untuk CEO
BAB 25


__ADS_3

Di kantor yang berlantai 80 dengan CEO SEAN GAOZHAN PRABU, sedang mendengar laporan mata-matanya tentang Mawar, dia berdiri dan melihat pemandangan atap bangunan yang berada di bawah Gedung kantornya.


“Gadis licik, munafik, hanya dengan modal bantuan kecil pada kakekku dia sangat berani masuk ke keluarga kami, gadis licik sangat pandai merayu kakek dan nenekku, dia dimanjakan, ternyata gadis kampung itu memanfaatkan kakek dan neneku, sampai kakek turun tangan sendiri membantunya, Cihhh!!”tunggu pembalasanku”.


Di tempat lain….


“Kakek, Mawar pamit, nggak usah diantar yaa, Mawar akan baik-baik saja kok, insyaa Allah akan sering berkunjung ke sini , Assalamualaikum”…


Usai pelukan, Mawar berlalu dengan kopernya, dia ke tempat yang di tuju menggunakan taxie,


...****************...


Mawar tiba di Gedung apartemen yang dimaksud, Saat Mawar tanda tangan kontrak sewa, dia berjalan ke lantai delapan, ditunjukan ruangannya. Betapa takjubnya Mawar melihat ruangan itu, dengan dua kamar yang luas, dapur, fasilitas lengkap, Mawar tidak percaya dengan keberuntungannya, dia tidak henti mengucap syukur atas rezeki berlimpah yang dia dapatkan.


Di luar apartement, seseorang menelfon tuan Prabu untuk memastikan semua tugasnya selesai.


Setelah berberes, Mawar mengecek info lowongan kerja dihandphone nya, banyak yang membuka lowongan walaupun sebagai pegawai administrasi yang rendah dengan gaji standar, Mawar tetap senang, apa algi persyaratannya tidak memberatkan, hanya bermodal surat keterangan sedang kuliah dan akan menyelesaikan sesuai dengan jurusannya, Mawar lansung mendaftar tanpa banyak fikir, besok dia akan melengkapi dan menyerahkannya ke perusahaan tersebut.


“Yang jelas nggak ada nama PC Groupnya, aman deh pokoknya, aku nggak mau Kakek sama nenek bantuin aku lagi, saatnya mandiri semangat Mawar” batin Mawar


Tanpa Mawar sadari kantor yang ia pilih letaknya berseblahan dengan bangunan menjulang tinggi PC


Group yang Sean tempati.


...****************...


Harinya sudah tiba, Mawar melamar pekerjaan dan dia diterima, Mawar sangat senang, karena wawancaranya sangat mudah dan berhasil.


Drrtttt..


Drrrtttt...


“Halo”


“Halo Tuan, dia sudah diterima di perusahan cabang PC, berseblahan kantor pusat PC tuan,”


“Ok, kerja yang bagus”


Tiba – tiba senyum tersungging dari wajah tuan Prabu,

__ADS_1


"Ada apa sayang, kabar apa yang membuatmu bahagia ?”tanya Nenek Yolan


“Kau tau? Mawar memilih kantor cabang kita yang dekat kantor pusat PC Group, dia akan bertemu cucu kita sebentar lagi” Jelas Kakek Prabu


“Sepertinya mereka akan di takdirkan bersama” dengan senyum sumringah dari nenek Yolan menatap suami nya


...****************...


Mawar kuliah sore, dia sudah mengubah jadwal kuliahnya, karena akan lama lagi Mawar penelitian dan segera menyelesaikan kuliah nya.


Mawar sudah siap - siap ke kantornya, dia tidak ingin terlambat apa lagi hari pertama. Mawar menaiki taksi, sampai di depan kantornya, dari kejauhan mobil lamborgini terparkir di depan gedung yang menjulang tinggi itu, matanya menangkap Mawar sedang membayar ongkos taksi.


“Leon, selidiki wanita licik itu, apa yang dia lakukan diperusahan cabang kita” perintah Sean


“Baik tuan” balas Leon


...****************...


Di dalam ruangannya, Sean menelfon kakek Prabu tapi tidak ada jawaban sama sekali, Sean kesal dan merasa di abaikan, amarah Sean di lampiaskan ke Mawar. Awas kau Mawar semuanya pasti karena ulah mu.


Ceklek...


“Tuan, nona Mawar kerja di perusahan cabang PC Group sebagai pegawai administrasi biasa, hari ini hari pertama dia bekerja” jelas Leon


“Leon, aku ingin kau memberinya pelajaran” ucap Sean


“Baik tuan” jawab Leon.


Tanpa perintah jelas, Leon sudah tahu maksud tuannya, pelajaran itu memberi Mawar kesusahan di kantor tersebut. Seminggu pertama Mawar hampir menangis dan stress karena kerjaan, ulah Leon.


Leon memerintahkan manager administrasi memberikan pekerjaan lebih ke Mawar. Mawar mengerjakan sampai lembur hingga pulang larut. Leon melaporkan ke Sean semua yang dilakukan Mawar, Sean hanya tersenyum penuh kemenangan.


Sean meminta Leon memasang CCTV di sekitar Mawar, dia ingin memantaunya lansung,dan setelah itu Sean meminta Leon mencari tahu alamat rumah Mawar.


Seperti biasa, Leon melakukan sesuai perintah.


...****************...


Beberapa minggu berlalu, Mawar melakukan semuanya dengan baik, melewati ujian dengan semangat walaupun dia sedikit ngeluh, ingin menangis, teriak, stress, akhirnya berlalu juga.

__ADS_1


Di tempat yang berbeda, Sean sangat terhibur dengan semua tingkah konyol Mawar, dia tertawa melihat tingkah Mawar dalam Ipad nya, padahal Sean bukan tipe cowo yang suka tertawa, Leon sedikit dibuat heran dengan perubahan tuannya itu.


“Tuan, seperti nya nona Mawar saat ini adalah hiburan yang menyenangkan untuk anda” ucap Leon


“Betul Leon, dia sangat lucu, seperti anjing kecil yang menggemas kan, kau liat waktu dia menggunakan mesin foto copy pertama kalinya? dia membuat kertas berhamburan, dia tertidur dengan tumpukan copyan tanpa sadar mengcopy wajahnya sendiri, berbicara dengan semua peralatan kantor, bukankah dia sudah gila?” jelas Sean


“Tuan apakah tuan sadar, penjelasan anda tadi lebih panjang dari biasanya, dalam rapat pun anda hanya mengatakan satu kalimat, mengapa membahsa nona Mawar anda bercerita sangat panjang, apakah nona Mawar sudah jadi candu untuk anda? tanya Leon


Sean terdiam dan memikirkan kata – kata Leon.


Leon benar ada yang berubah dengan dirinya, untuk pertama kali Sean tidak pernah absen di perusahaan. Sean tidak pernah meladeni telfon teman – teman nya untuk have fun atau ke Club lagi, dikelilingi wanita-wanita yang selalu jadi kebiasannya setiap minggu, Sean tidak melakukannya sama sekali.


“Ada apa ini, apakah benar aku mulai menyukainya?” gerutu Sean,


“this is imposible!!!” katanya.


Aku akan mencari tahunya sendiri, apakah aku benar-benar menyukainya atau hanya sebatas untuk kesenangan belaka.


“Leon aku tidak mau tahu, Mawar harus menjadi sekretaris ku” ucap Sean


“Baik tuan” balas Leon


Mereka berlalu bersiap untuk pulang, saat Sean berada di atas mobil, dia melihat Mawar di depan kantor sedang berbincang dengan teman kantornya yang seorang pria, dalam perbincangan tersebut tersirat adegan Mawar di tawarkan ikut tumpangan karena sudah larut karena taksi tidaklah aman.


Sean seketika ingin marah dia hanya memerintahkan Leon mengikuti mobil itu.


Sampai di depan gedung apartemen, Sean kaget.


“Leon, inikan apartemenku, apa yang wanita ini lakukan?” tanya Sean


Mawar terlihat lebih dulu berjalan ke arah Lift sedangkan Seon keluar dari mobil dan memerintahkan Leon pulang, Sean akan istrahat malam ini di apartement miliknya.


Sebelum pintu Lift tertutup, Sean tiba – tiba masuk, membuat Mawar kaget bahkan sangat kaget, Mawar merasa di strum listrik. Begitupun Sean yang sedikit gugup berdua dengan Mawar untuk pertama kalinya.


“Hey you, lantai berapa?” tanya Sean


Cuek dan singkat Mawar menjawab.


“delapan”.

__ADS_1


b. e. r. s. a. m. b. u. n. g…..


__ADS_2