
Sean sarapan seperti biasanya, hanya meneguk susunya dan bersiap ke kantor, sean melihat kakeknya dalam setelan jasnya mereka saling tatap dan seans sadar tanpak kehadiran papanya papa dan mama di mana?” tanya sean
“mama dan nenek sedang belanja, papamu sedang menjalankan misi” ucap kakek
“mengapa mereka berbelanja di pagi hari, ini sangat aneh, tidak biasanya, apakah mereka sebahagia itu ?” batin sean
Di tempat lain, mawar sedang bermanja dengan Nenek Yolan dan Mama Dara. Kesehatan mawar kembali membaik, mualnya hanya sesekali karena fasilitas lengkap yang di berikan mama dara, dengan kehadiran dokter yang selalu memberikan mawar resep.
“sayang apakah kau siap hari ini?” ucap Mama Dara
“siap ma, “balas mawar dengan senyum
...****************...
Sean dan Tuan Prabu dengan berjalan di perusahaan PC Group, semua mata tertuju padanya, awalaupun Helena memerintahkan mereka untuk di larang memasuki gedung, tapi tidak ada yang berani menghalanginya, karyawan sangat mengetahui watak Tuannya yang mereka kenal selama bertahun – tahun.
Tuan prabu memasuki ruangan rapat yang luas seperti biasanya, melihat keadaan ruangan yang masih kosong membuat sean geram.
“Aku bagaimana mungkin mereka tidak menghargai kakek, yang selama ini membangun perusahaan dan menggaji mereka tinggi memperlakukan kakek seperti saat ini, “ ucap sean
Tuan prabu hanya tersenyum dan duduk di antara kursi para peserta rapat yang masih kosong sambil menunggu para pemilik saham dan para maneger perusahaan hadir.
Selang beberapa menit kemudian satu persatu dari mereka hadir, hanya menyambut Tuan Prabu seadanya, Sean melihatnya melototi mereka sedangkan Tuan Prabu berusaha bersikap tenang walaupun ia sudah ingin berubah wujud menjadi harimau.
Peserta lengkap dengan kehadiran Hanggono dan putrinya Helena memasuki ruangan dan menduduki kursi utama, sedangkan sean duduk berada tepat di samping kakeknya.
Sean memandang Helena dengan tajam sedangkan Helena yang melihatnya terlihat santai karena Helena merasa dia sudah berkuasa dengan melengserkan Sean menjadi CEO perusahaan ternama tersebut.
__ADS_1
“untuk apa kamu mengundang kami prabu?” ucap Hanggono
“prabu? sepertinya kamu sudah semakin angkuh dengan mengambil alih perusahaan ini” balas Tuan Prabu
“bukankah benar, kau sudah tidak memiliki keperluan lagi di perusahaan ini, perusahaan ini sudah di alihkan atas nama anakku Helena, selamat karena memiliki cucu bodoh sepertinya dan kami para pemilih saham akan membaginya rata” ucap Hanggono
dengan angkuh, sedangkan para pemilik saham hanya tersenyum mendengarnya, berbeda dengan pada manager sangat tegang.
“diam kau” ucap Sean dengan emosi berdiri menunjuk Hanggono dan meilirk Helena yang tengah tersenyum
“sudahlah sean, menyerahlah untuk perusahaan ini, semuanya sudah berlalu” ucap helena sambil menyodorkan dokument yang berisi tanda tangan sean mengalihkan perusahaan ke Helena.
Dokumen tersebut di ambil oleh kakek prabu, kakek prabu tersenyum melihatnya.
Tuan prabu berdiri dari tempatnya “sepertinya karena keserakahan kalian sudah menjadi sangat bodoh, aku yang mendirikan perusahaan ini, aku yang membuatnya sebesar ini dengan menerima modal dari orang – orang yang tidak berguna seperti kalian, bagaimana hanya dengan modal tanda tangan cucuku kau merebutnya?” ucap tuan prabu sambil melirik satu persatu para pemegang saham.
“kau sudah menyerahkannya ke cucumu, dan semua penandatanganan di saksikan oleh kami semua, bagaimana mungkin” ucap hanggono yang terpancing emosi
“berarti kau belum mengenalku dengan baik hanggono, anakmu memasuki perusahaan ini, aku sudah tahu dengan rencanamu, saat itu juga aku membuat sean menandatangani dokument penyerahan kembali atas namaku” ucap tuan prabu dengan senyum
“tidak mungkin, kamu berbohong, kamu sedang berada di jepang liburan bersama istrimu, bagaimana bisa” ucap hanggono
“aku tulus memperlakukan semua orang dan semua yang berdiri di dekatku adalah kepercayaanku, sambil melirik leon “ ucap tuan prabu, semua yang menyaksikan mereka sangat paham bahwa yang melakukan nya adalah leon.
“jadi leon adalah mata – mata yang di tempatkan kakek untuk mengawasiku, pantas kakek mengetahui segala yang kulakukan, agrhhh leon sadar kau, aku akan memaafkanmu kali ini” batin sean dengan tersenyum ke arah leon
“saya di perintahkan tuan prabu untuk membuat tuan sean menanda tanganinya tanpa sepengetahuanhya, saat lengah saya menyelipkannya ke dokumen lain, yang akhirnya trik itu di lakukan oleh nona helena” ucap leon
__ADS_1
Helena yang mendengarnya sontak terkejut dan berdiri dari tempat duduknya dan ingin menampar leon tapi leon menahan tangan helena
“bernai sekali kau rendahan menyentuhku” ucap helena
“baiklah, kau menjadi CEO, tapi saat ini kami sudah sepakat untuk menarik saham kami, tanpa saham kami, PC Group ini tidak akan bisa berjalan” ucap hanggono dengan senyuman, begiitupun helena dan para pemilik saham
“tuan prabu, bagaimana jika kita membuat kesepakatan ulang” ucap salah satu pemilik saham
Tuan prabu mengangkat tangannya dengan isyarat berhenti
“berani sekali kau berbicara denganku hanya dengan memiliki saham sedikit itu, apakah kalian merasa bangga ? kalian lupa, aku prabu canan tanpa PC group akan baik – baik saja, dengan perusahaan yang di kembangkan anakku di eropa tapi karena aku memikirkan ribuan karyawan yang bergantung dengan PC group ini aku membiarkanmu, dan memberi kesempatan tapi kalian tidak sadar”
Mendengar itu, semuanya panik, serasa tenggerokan mereka kering karena ucapan tuan prabu.
“leon, perlihatkan kepada mereka” ucap tuan prabu
“leon menyalakan layar dan memperlihatkan bukti peralihan prusahanaan atas nama tuan prabu, tertera tanggal penanda tangan dokumen lebih dulu dilakukan dar pada bukti peralihan saham ke helena”
“baiklah, aku dan para pemilik saham hari ini mencabut kembali saham kami, apakah kau bisa mengatasi ribuan karyawan yang hari ini akan di pecat karena modal dan segala yang berjalan saat ini di hentikan” ucap hanggono
di perusahaan PC Group maaih dalam suasana tegamg, perdebatan antara pemilik saham dan pendiri Pc Group, yaitu Prabu Canan.
“sepertinya kau benar – benar bodoh hanggono,” ucap tuan Prabu sambil menghentakkan tongkatnya.
Tiba – tiba, pintu terbuka dan beberapa sosok yang berwajah oriental memasuki ruangan tersebut, semua yang melihatnya terkejut, sean pun sangat terkejut karena di antara mereka ada sosok yang sean sangat kenal, sosok yang selama ini sean rindukan, istrinya berjalan memasuki ruangan dengan elegan, walaupun mawar terlihat sedikit lebih kurus itu tidak mengurangi kecantikan dan wibawa yang di pancarkan oleh mawar, terlihat juga kedua orang tua sean yang sedang mendampinginya.
Mawar hanya melirik sekilas suaminya itu, dengan wajah datar, sean melihat mawar berubah padanya merasa bersalah dan sakit di dadanya, bagaimana mungkin sosok yang selama ini membuat hidup nya berubah tak terurus karena mencarinya tidak memperdulikan ia lagi.
__ADS_1