
Sekar terus datang mengunjungi PC Group dan meminta bertemu dengan CEO nya. Kepala penjaga melapor kepada Leon yang sedang melaksanakan misi bersama sean, memberikan informasi jika bisa berkunjung kembali seok hari dengan memberi jam serta temapt yang akan di tuju.
...****************...
Di tempat yang berbeda ternyata Sean berkunjung ke kampung Mawar untuk menjemput orang tua Mawar bersama Leon, Sean menggunakan jet pribadi nya dan mendarat di kantor pemerintah setempat.
Sean di beri akses ke Desa dengan fasilitas lengkap, tapi Sean hanya meminta 1 mobil dan sopir ke kampung tersebut. Bapak Kepala Pemerintah Daerah terkejut untuk apa seorang konglomerat yang biasanya tampil dalam TV karena meresmikan perusahaan baru, ingin ke Desa tersebut.
Sesampai nya di desa tersebut, Sean menghadap ke Bapak Kepala Desa dan seketika Pak Adi memberikan infromasi kepada warga untuk berkumpul melalui toak Masjid.
Semua masyarakat berkumpul ada yang mengenal Sean ada juga yang tidak, karena tidak semua di Desa tersebut memiliki TV, pak Adi mengambil alat pengeras suara “Bapak dan Ibu sekalian ada seseorang yang ingin memberikan kita semua informasi penting hari ini” ucap pak Adi.
Sean mendekat, membuka kacamata nya dan mengambil alat pengeras suara itu, semua orang terpana melihat ketampanan Sean.
“Assalamualaikum, Bapak Ibu perkenalkan nama saya Sean Gaozhan Prabu, saya dari kota J, tapi sebelum saya melanjutkan apakah ada yang bernama pak Prasetya dan ibu Dewi di sini, jika ada silahkan kedepan” ucap Sean
Kedua orang tua itu berjalan ke depan, dengan merangkul istrinya, Pak Prasetya maju ke depan dengan kepala menunduk, karena kejadian Mawar beberpa tahun yang lalu membuat mereka menutup diri dan tak bisa di hindari masih banyak dari mereka yang suka mencibir Pak Pras dan keluarga nya.
Sean mendekati kedua orang tua tersebut, memegang tangan mereka dan mencium pundak tangan mereka, semua warga yang menyaksikannya terheran – heran, ada apa ini, pak Pras dan istri nya juga bingung.
“Saya adalah suami MAWAR ZULAIKHA PRASETYA, saya datang ke sini menjemput kedua Bapak dan Ibu mertua saya untuk menghadiri resepsi pernikahan kami, Mawar tidak bisa hadir karena sakit, sebagai suami dan anak menantu dari pak Pras datang secara pribadi menjemput mereka ke istana kami di kota J.”
Semua orang terkejut, yang mencibir pak Pras belum menerima mereka bertanya “Apakah Tuan tahu jika dulunya...”
Belum selesai pertanyaan nya, Sean mengangkat tangan tanda cukup.
“Saya tahu masalah Mawar karena itu saya datang untuk membersihkan nama nya, dengan rendah hati saya meminta maaf mewakili istri saya, saya sangat berharap kalian bijaksana dalam sebuah permasalahan, saya tahu adat tapi jika ingin menghukum mengapa hanya istriku seorang? bukankah dalam hal ini ada beberapa orang yang terlibat? apakah karena istri saya dari keluarga yang biasa saja? Iya itu dulu, saat ini Mawar adalah cucu menantu keluarga Prabu Canan, memiliki 53 perusahan di negara ini dan di luar negeri, jika Mawar meminta desa ini sebagai hadiah pernikahannya akan aku kabulkan.” ucap Sean dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa membantah mendengar Sean, setelah berbicara Sean berlalu megandeng lembut tangan ibu mertuanya masuk mobil, Pak Pras, dan berlalu di depan masyarakat.
...****************...
Rumah sakit PC Group, sekar tiba dengan mengguanakan taksi, sedangkan orang tua Mawar juga tiba di rumah sakit PC.
“Bappakkkk... Ibu..” teriak Sekar
Pak Pras dan bu Dewi membalikka badan mendengar suara yang tidak asing di telinga nya.
“Nak Sekar?” jawab bu Dewi
Sekar berlari dan memeluk pak Pras dan bu Dewi.
“Buuu,, Pak,,, maafin Sekar “ tangis Sekar sambil memeluk bu Dewi
“Iya Nak, Sekar nggak salah” jawab bu Dewi sambil menyeka air mata nya.
Setibanya di lantai yang hanya ada satu pintu, Sekar heran dan takjub karena pertama kalinya melihat rumah sakit memiliki ruangan tersendiri khusu satu lantai VVIP, berbeda dengan pak Pras dan bu Dewi hanya diam dan termenung.
“Pak Pras dan Ibu, silahkan masuk” ucap Sean membangunkan lamunan mereka sambil menunjuk arah pintu yang ada di depan mereka.
“Maaf nak Sean, itu ruangan apa? apakah Mawar ada di dalam? Apakah Mawar sakit parah? tanya bu Dewi
“Sebaik nya Ibu masuk terlebih dahulu, nanti Sean dan Dokter menjelaskan semuanya di dalam, mereka semua sudah menunggu kita” balas Sean.
Pak Pras dan bu Dewi saling memandang, begitupun Sekar, “Apakah Mawar sakit parah? ya Tuhann semoga tidak terjadi apa – apa dengan Mawar.” Batin Sekar.
__ADS_1
Ketika pintu Sean buka, Kakek, Nenek dan kedua orang tua Sean berada di sana, di dampingi dengan beberapa dokter handal.
“Kakek, Papa, perkenalkan mereka adalah mertua Sean, orang tua Mawar” ucap Sean
Dengan cepat semua orang di dalam ruangan berdiri menyambut mereka.
“Mari silahkan masuk” ucap pak Roshan
Kedua orang tua Mawar dan Sekar, saling memandang bingung karena kursi mereka sangat mewah.
“Mari, silahkan duduk” pinta pak Roshan
Mereka semua duduk dan mata mereka mencari sosok Mawar tapi tidak ketemu.
“Maaf Tuan, anak saya Mawar di mana ya? kenapa saya belum melihat nya sedari tadi?” tanya pak Pras
“Nyonya Mawar sedang sakit Pak, nyonya sekarang sedang istrahat, sebentar lagi kami akan mengantar Bapak, tapi sebelum nya kami akan menjelaskan dulu prosedur nya” sahut Dokter.
“Apakah anak kami sakit parah Dokter?” tanya bu Dewi
“Bisa di bilang begitu Bu, nyonya Mawar mengidap penyakit yang penyembuh nya bukan dari obat- obatana atau alat medis, melainkan kemauan, tekat nyonya sendiri, melalui dukungan orang – orang terdekat nya” sahut Dokter Diana
“Dan saat ini yang kita semua khawatirkan adalah ketika nyonya Mawar sadar, apakah akan lansung membaik, atau sementara hilang ingatan” sahut dokter lagi
Sean mendengarnya kaget.
“Apa Dokter? bagaimana bisa Mawar bisa hilang ingatan?” tanya Sean dengan sedih dan kesal bercampur menjadi satu.
__ADS_1
“Iya Tuan, kemungkinan besar akan seperti itu karena ada penekanan di bagian saraf otak nya” sahut Dokter.
Orang tua Mawar masih bingung, akhir nya Dokter dan semua orang yang berada di sana menjelaskan akar permasalahan nya secara mendetail, Sekar dan kedua orang tua Mawar menangis mendengar nya.