
“Apa itu? Oh ya selamat untuk wisudanya Kak Dion dan Kak Ryo, makasih juga untuk undangannya, karena saya tahu acara Wisuda itu sangat luar biasa” ucap Mawar
“Iya, sama – sama” jawab mereka bersamaan yang membuat mereka terlihat konyol
“Mawar…” ucap Dion dan Ryo bersamaan lagi.
“Ahh sudahlah, kau diam saja,” ucap Dion ke pada Ryo
Mawar masih tampak bingung,
“jadi gini Mawar, aku dan Ryo menyukai mu, di antara kami, siapa yang akan kau pilih?” ucap Dion
“kami fear Mawar, salah satu nya akan ikhlas, kumohon jawaban mu, jangan mengelak lagi, kami tau bahwa kamu sebenanrya tau perasaan kami." jelas Ryo
Mawar belum menjawab tiba – tiba layar didepan panggung menyala dan menyaksikan tontonan yang membuat Mawar malu. Video yang tertulis judul “simpanan kakek – kakek hidung belang”, semua video tentang Mawar yang tengah di antar jemput oleh Kakek Prabu, Kakek sedang melambaikan tangan, terpampang jelas dalam video tersebut.
selama ini Vanya diam – diam merekam Mawar tiap di antar jemput oleh kakek Prabu.
Mawar kaget, tangannya gemetar, wajah nya sesaat pucat, dada nya sesak, Mawar tiba – tiba ingat kejadian saat dia dipermalukan di Balai Desa, Mawar mundur selangkah, karena saat ini wajah semua orang tertuju padanya, pria menawan sedari tadi sibuk diluar mengangkat telfon seseorang , ia tidak menyaksikan bahwa video tersebut adalah kakeknya Prabu Canan.
Para pengusaha mengetahui siapa yang di video, mereka panik dan berpikir siapa yang berani membuat video itu, menganggu singa yang sedang istirahat, mereka semua mencari keberadaaan lelaki menawan tapi tidak terlihat, karena jika pria tersebut melihatnya tamatlah riwayat mereka yang hadir.
Tiba – tiba microfon berbunyi dan alangkah kagetnya yang muncul adalah Vanya yang tengah berbicara kasar, mengumpat Mawar “Dasar wanita ******, dia menggoda Ryo tunanganku, menggoda Dion, menggoda keluarga kaya, menjual tubuhnya yang hina, gadis kampung yang bermimpi menjadi cinderella!!!”
Orang tua Vanya melihat anaknya seperti itu syok, dengan cepat dia menariknya turun dari atas panggung, tapi sebelum orang tua Vanya menarik anaknya, Ryo sudah menarik nya lebih dulu dan menamparnya.
Di sudut lain pria menawan melihat adegan tamparan dan mendengar celotehan Vanya sambil menyeringai, “Mungkin itu karma untuknya” batin pria tersebut. Dia tidak sadar bahwa sebelum itu ada video kakeknya sedang bersama Mawar.
Dia memperhatikan Mawar dari kejauhan, Mawar tertunduk. Tiba - tiba pintu terbuka, muncul langkah Kakek yang sangat di kenalnya, dengan wibawa menggunakan tongkatnya, balutan jas yang terlihat mahal, aura kekuasaan sangat terasa, semua orang terdiam tatkala melihat yang di video ada di depan mata mereka .
__ADS_1
Dengan lantang
“SAYA PRABU CANAN, KAKEK DARI MAWAR ZULAIKHA PRABU,”
Tidak hanya Direktur, rektor, semua pengusaha mengenal siapa dia menelan ludahnya. Kakek Prabu meilirik Vanya, Kakek Prabu tahu semua kejadian yang menimpa Mawar, dalam perjalan kakek Prabu melihat semua kegiatan Mawar melalui Ipadnya melalui mata – mata yang ia tempatkan di sekitar Mawar.
Mawar sudah tak bisa menahan sesaknya lagi dan akhirnya Mawar pingsan, sebelum jatuh pingsan, pria yang jadi pusat perhatian kini menahan tubuh Mawar dengan sigap, melirik ke Kakeknya dan tersenyum smilrk, tanpa berkata apapun. Pria tersebut menggendong Mawar berlalu, di ikuti oleh kakek dan asistennya Leon.
...****************...
Orang tua Vanya sudah gelisah, mereka sudah memiliki firasat buruk untuk perusahaannya, karena anaknya salah menyinggung seseorang, menyinggung cucu dari orang kaya nomor satu di Asia.
Vanya lupa,di atas langit masih ada langit.
Dion dan Ryo, nyalinya lansung menciut mendengar semuanya, karena mereka sangat tahu siapa yang menjadi kakek Mawar tersebut.
Semuanya tengah membicarakan hal baik tentang Mawar, sifat asli manusia saat berada di atas puncak maka akan memuji tapi jika berada di bawah akan dihujat sampai kerongkongan mereka mongering.
...****************...
Mawar sudah dalam pemeriksaan dokter pribadi keluarga Prabu sedangkan kakek Prabu berada di sebuah ruangan bersama istrinya sambil menunggu informasi dari dokter yang memeriksa Mawar.
“Kakek, siapa dia?” apa hubungannya dengan keluarga kita? tanya Sean
"Bukankah aku cucu satu-satunya dari keturunan ini?” ucap sean.
kakek Prabu tidak menjawab karena masih marah padanya. kakek Prabu sangat menyayangi Sean hanya saja sikap Sean yang sudah sangat berubah, Sean suka bermain dengan wanita – wanita yang tidak jelas, belum ada wanita yang Kakek sukai dari semua yang Sean perkenalkan pada kakek Prabu sebagai calon istri.
kakek Prabu hanya menatap Sean dengan datar karena masih kesal.
__ADS_1
Sean mendekap nenek yang di cintainya, “Sweety ku, siapa dia?” nenek Yolan juga ikut cuek bebek dengan sean.
“Kamu kenapa baru datang, kalau bukan karena kejadian ini, kamu tidak akan melihat nenek mu ini” jawab nenek Yolan dengan ketus.
“My sweety I am so sorry, I am busy, hummm baiklah aku akan mencari tahunya sendiri” ucap Sean
Sean akhirnya melangkahkan kakinya memasuki kamar yang Sean tempati sedari kecil, hanya saja beberapa tahun terakhir Sean berubah, tidak lagi berkunjung untuk sekedar menyapa.
Setelah dokter memeriksa kondisi Mawar, Dokter menjelaskan kepada Kakek Prabu
“Maaf tuan Prabu, saya sarankan gadis itu di bawa ke Psikiater, karena sesak yang gadis itu alami bukan karena penyakit bawaan, tapi ada gangguan dengan otaknya, sehingga sistem sarafnya bertolak, saya sarankan tuan membawanya ke Dokter Diana yang ada di rumah sakit Tuan” ucap Dokter
“Baiklah Dokter, terimah kasih” ucap Kakek Prabu
Prabu dan istrinya saling memandang, seolah mereka saling melempar pertanyaan yang sama “apa yang sudah Mawar lewati”, kakek Prabu dan istrinya menghampiri Mawar yang tertidur. Ada rasa iba di mata mereka.
Setelah mereka menyelimuti Mawar, Kakek Prabu menelfon seseorang untuk mennyelidiki Mawar secara detail.
...****************...
Di kamar utama, ada Sean yang juga sedang menelfon seseorang untuk mencari info secara mendetail tentang Mawar.
Sean memnag terkenal teliti dan cerdas, di usianya sudah menginjak dewasa, Sean selalu dipaksa menikah oleh kakek dan neneknya, orang tua Sean, sedangkan Sean masih belum siap dengan tanggung jawab itu.
Di kantor Sean terkenal dengan sifat dingin dan kejamnya, “Say NO, tetap NO."
Setiap meeting, Sean hanya diam dan memperhatikan setelah itu membuat keputusan, walaupun begitu keputusannya selalu tepat, Sean jarang berada di Indonesia, dengan jet pribadinya dia bebas melancong kemana pun dia inginkan, dia bukan ketua Mafia, hanya sifatnya saja yang Mafia, dalam berbisnis kadang menggunakan trik licik untuk menjatuhkan lawannya.
Bersambung...
__ADS_1