
“Tumben kamu pulang “ ucap Kakeknya
“Berarti selama ini Sean tidak pernah makan siang di sini ibu?” Timpal Papa Sean
“No, Sean selalu sibuk dengan dunianya” balas nenek Yolan dan mama Sean hanya tersenyum mendengar mereka.
“Jika aku tahu kamu akan begini setelah menikah, sejak lama aku menikahkanmu” ucap Kakek
“Bukankah dulu aku ingin menikah tapi kalain tidak merestui nya” balas Sean.
“Itu karena pilihan mu tidak tepat, apakah kau ingin di bohongi seumur hidup mu? Bodoh” balas Kakek
“Iya Kakek ku yang baik hati, Jessie kembali Kek, dia berada di Negara ini” balas Sean
“Hiraukan saja dia, sisanya Kakek yang mengurusnya” kakek Prabu tersenyum sinis
Sean ikut tersenyum, sedang kan yang lain nya menggeleng-gelengkan kepalanya,“Mereka memang mirip, sifat ayah mengalir ke Sean” ucap Papa Roshan.
Semua nya tertawa.
...****************...
Mawar melihat keluarga itu bahagia, Mawar teringat Bapak dan Ibunya, wajahnya berubah sedih, Sean yang memperhatikan kehadiran Mawar menegur Mawar
“Macan betina kau kenapa ?”Yang lainnya ikut memperhatikan Mawar dan mendekati Mawar
“Ada apa sayang?” tanya Mama Dara sambil merangkul Mawar
“Mawar rindu sama Bapak dan Ibu di kampung Ma” jawab Mawar sambil menahan tangisnya
“Pekan depan kita semua ke kampung Mawar dan menjemput Bapak dan Ibu Mawar ke sini, bagaimana? kosongkan semua jadwal kalian” sahut kakek Prabu
Mawar lansung senyum dan kembali semangat, Mawar melihat orang – orang yang berada di dekatnya, Mawar tahu mereka menyayanginya Mawar dengan tulus kecuali pria yang berada di depannya yang hanya tahu menganggunya.
__ADS_1
“Gitu aja cengeng” kata Sean
Seketika tendangan Nenek ke kaki Sean, “Anak nakal”
“Aaaa nenek sakit” Sean berjingkrak-jingkrak berakting sakit padahal tidak terasa sama skli.
Seperti biasa mereka semua makan bersama, menikmati masakan Mawar yang lezat itu.
...****************...
Sean kembali ke kamarnya, mandi dan menganti bajunya, setelah itu berbaring karena lelah, sambil memainkan ponselnya Sean melihat ganggang pintu bergerak artinya Mawar datang, Sean tersenyum dan sudah menjadi kebiasaan mereka, jika bertemu adalah saling menjahili, kalah menang bukan hal yang penting tapi cara komunikasi mereka melalui itu, Sean sadar menjahili Mawar bukanlah hobinya tapi karena Sean tidak tahu berkata sopan dan romantis untuk menyatakan perasaannya.
“Aku baru tahu kalau macan bisa menangis hmm” ucap Sean sambil memainkan hp nya dan menyandarkan tubuhnya di atas kingbad nya.
Mawar melirik Sean dan juga memegang hp nya “Aku juga baru melihat pria gila makan begitu tenang menikmati masakan macan cengeng” balas Mawar.
“Aku tidak akan kalah” batin Mawar.
“Aku tidak menikmati makanan macan, tapi aku menikmati masakan istriku” jawab Sean dengan tersenyum.
Hanya menatap Sean dengan tajam, Sean yang melihatnya tidak tahan untuk tertawa, tapi dia masih dalam mode cool nya.
“Istriku,,,” dengan nada yang sayu
Mawar rasa nya ingin loncat dan tanpa sadar senyumnya nampak jelas, membuat Sean terpana kemudian mendekat duduk di ujung ranjang mereka yang jaraknya tidak jauh dari Mawar.
Mawar masih diam, dia berdiri ingin beranjak pergi tapi Sean menggenggam tangan Mawar dengan suara lembut “Mawar Zulaikha prasetya,,,” ucap Sean
Tangan Mawar bergetar hebat, bayangan yang menyakitkan yang iya kubur jauh di dalam lubuk hatinya kini terngiang, ucapan Agung, tangisan orang tuanya, cambukan, semua yang mengoloknya, muncul menjadi satu, sedangkan Sean menganggap Mawar hanya gugup.
Sean kembali melanjutkan ucapannya tanpa melihat wajah Mawar yang sudah pucat, “Mawar Zulaikha Prasetya istriku”, Mawar lansung menarik tangannya dengan keras, perlahan melangkah mundur, air matanya mengalir deras, sesaat Sean melihat wajah Mawar tiba-tiba kaget, Mawar sudah tidak sadar, hanya bayangan masa lalu mengelilinginya, Mawar menutup telinganya sambil menangis
“Maafkan aku, aku mohon,, maafkan aku, jangann, maafkan aku..” Sean yang melihatnya panik, mendekat dan memegang pundak Mawar.
__ADS_1
“Mawar sadarlah, ada apa dengamu,,” Mawarrrr sadarlahh “ sambil mengguncang pundak Mawar dengan teriakan yang keras, membuatnya terdengar ke ruangan tempat Kakek, Nenek, Papa dan Mamanya yang tengah bersantai.
Mereka semua berlarian ke kamar mereka membuka pintu, mereka semua panik dengan reaksi Mawar.
Mawar sesak, dia memukul-mukul letak jantungnya, dengan air mata yang mengalir,, “Kumohon maafkan aku,, maafkan aku,” dan akhirnya Mawar pingsan.
Sean panik mengendong mawar, semuanya panik mengikuti sean, mobil mewah berjejer semuanya melaju dengan cepat kerumah sakit PC group.
“Bagaimana Dok? apa yang terjadi dengan Mawar?” tanya Sean dengan panik.
“Bisa, semuanya masuk ke ruangan saya, saya ingin mendiskusikan sesuatu” balas Dokter.
Di dalam semuanya berkumpul dan Dokter mulai menjelaskan dengan mendetail.
“Jadi maksud dokter mentalnya yang bermasalah?” hah?!” apakah kau sudah bosan menjadi dokter? tidak mungkin, Mawar bukan orang yang bisa menyakiti orang lain, walaupun itu terjadi karena Mawar untuk melindungi dirinya” ucap Sean dengan emosi
Pemahaman Sean setelah dokter menyatakan “kemungkinan Nyonya Mawar merasa bersalah dengan seseorang, menyakiti seseorang, makanya dia pendam dan membuat sistem sarafnya ke otak dia tekan sangat dalam “.
“Tuan Prabu bukankah dulunya saya sudah menjelaskan ke Tuan, saya harap tuan segera menanganinya”. Ucap Dokter
“Baiklah Dok” balas tuan Prabu.
Mereka semua keluar dan Sean mengampiri kakeknya.
“Kakek sebenarnya apa yang terjadi dengan Mawar, apa yang Kakek sembunyikan dari Sean?” kata Sean.
Kakek Prabu menceritakan semua yang iya ketahui tentang Mawar, berdasarkan mata – mata yang menyelidikinya sampai ke kampung Mawar. Sean mengepalkan tangannya dengan geram dan dia meninju tembok karena akhirnya dia tahu Mawar seperti ini karena mengalami kejadian memalukan di kampungnya karena ulah seorang lelaki bernama Agung.
“Aku akan mencari dan menghabisimu, berani skali kau membuat Nyonya Sean Gaozhan menderita” batin Sean
“Sepertinya Mawar merasa bersalah kepada kedua orang tuanya, selama ini Kakek menahan Mawar kembali sebelum menikah karena hukum adat di kampungnya berdasarkan permasalah yang di alami Mawar, dia akan menerima kembali Mawar ketika Mawar kembali dengan suami nya, dan lelaki itu kakek telusuri tidak mendapatkan informasi apapun, lelaki itu hanya seorang yang datang penelitian lapangan, dia tinggal dirumah om nya, sedangkan saat ini rumah itu kosong, warga desa juga tidak tahu dimana keberadaan mereka.” Kata Tuan Prabu
Mendengar penjelasan kakeknya, Sean menahan emosi nya.
__ADS_1
“Setelah membaik, Mawar harus bertemu dengan Dokter Psikiater namanya Dokter Diana, Kakek sudah menghubunginya, dia Dokter Psikater terbaik di negara ini. “ kata kakek Prabu.
Keadaan Mawar sudah membaik tapi melakukan kejadian terakhir yang di alaminya, semua orang merahasiakan darinya, Mawar hanya tahu dia pingsan karena cape makanya dia dirawat dirumah sakit beberpa hari yang lalu, sejak keluar dari rumah sakit,