Mawkish Damian

Mawkish Damian
30


__ADS_3

Biasanya ya, yang akan marah-marah itu Damian. Tapi kali ini Queenze lah yang mengamuk sedari datang ke kantor sampai jam makan siang ini.


"Setelah ini kita harus bertemu clien" Queenze mengatakan jadwal yang harus Damian kerjakan. Damian yang sedang mengetikan sesuatu di laptop lantas berhenti.


Wajahnya dibuat semelas mungkin "Queen, aku mau susu. Nanti lagi ya kerjanya" mintanya melas.


Queenze menggeleng mutlak "Selesaikan dulu jadwal itu" ucapnya tenang dan tak terbantahkan.


Damian merengut, dia membanting pena ke meja lalu melipat kedua tangannya, dan menyurukan wajahnya di lipatan tangan "Aku ngambek! Aku gamau kerjain itu semua!" sungut Damian.


Dia melancarkan aksi merajuknya, dan biasanya berhasil "Gak ada masuk sangkar nanti malam" celetuk Queenze santai.


Damian menegang, dengan perlahan dia mendongak dan menatap tak percaya Queenze, gak boleh masuk sangkar?...nunut Damian bisa lemas.


"Q-queen...kamu..tega" lirih Damian lebay.


"Makannya, selesaikan dulu jadwalnya"


Mau tak mau Damian menurut, karena jika dia menolak maka nunutnya tak akan masuk sangkar nanti malam. "Kamu laper gak?" tanya Queenze.


Damian mengangguk sekali tanpa menoleh "Aku pesenin nasi sama susu ya"


Damian kembali mengangguk tanpa bersuara, dia sedang fokus pada pekerjaannya. Agar segera selesai dan dia bisa ***** sama Queenze "Dami, mulut kamu masih berguna kan?" tanya Queenze dingin.


Damian berhenti mengetik dan mendongak dengan pasrah "Serba salah ih, aku diam karena biar cepet selesaaaiiii" rengek Damian sebal.

__ADS_1


Queenze mendengus geli "Yaudah lanjutin" bibir mungil Damian mengerucut sebal dan dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


Wanita 43 tahun itu berjalan keluar dari ruangan Damian "Mau kemana?" tanya Damian was-was, dia gamau ditinggal barang sedetikpun.


Queenze diam "Mau cari suami baru-"


Brak!!


"NOOOOO!!!"


"Hahaha, bercanda sayang. Aku cuma mau ke kafetaria beli sesuatu" ucap Queenze geli kemudian berjalan keluar dari ruangan milik Damian.


Damian merengut sebal "Dasar" gerutu Damian kemudian melanjutkan pekerjaanya. Dia mau lekas membereskan pekerjaannya yang tiada habisnya itu.


...****...


Jantungnya berdegup dengan cepat begitu melihat siapa yang baru saja menyapanya "E-eh, ya Jerome. Apa kabar" ucap Queenze kikuk.


Jerome ternyata sudah sadar dari komanya, dan penampilannya nampak lebih dewasa "Saya baik Buk, kabar anda bagaimana?" tanya Jerome lembut.


Queenze merasakan aura yang kurang menyenangkan di sekitarnya "Haha, baik. Kamu gimana? Uda nikah belum?" tanya Queenze berusaha santai. Jerome tersenyum tak sampai mata, dia berjalan mendekat sampai berdiri menjulang di depan Queenze.


Tangannya perlahan menyentuh dagu Queenze dan mendongakannya "Saya belum nikah, karena saya nungguin anda Buk" bisiknya seksi.


Queenze merinding, tatapan matanya menunjukan obsesi yang besar terhadap Queenze. "Maaf tapi, jaga batasan anda Pak Jerome" Queenze mundur dan menjaga jarak, sedangkan Jerome tetap berdiri di tempatnya.

__ADS_1


Jerome tersenyum manis dan menunduk "Maafkan saya" ucapnya halus kemudian berlalu pergi. Meninggalkan Queenze yang terpaku dengan rasa takut sedikit menyergap di hatinya.


"Apa-apaan...." lirih Queenze.


Dia segera berlari keluar dari kafetaria, disaat seperti ini dia harus bertemu dengan Damian. Pasalnya ancaman yang datang kali ini sedikit mengerikan.


...*****...


Damian meregangkan tubuhnya begitu selesai dengan pekerjaannya, dia tersenyum lebar karena sebentar lagi dia akan mendapat jatah ***** hariannya.


Krieet.


"Ah? Queen~" Damian segera berdiri dan berjalan mendekat, tanpa babibu dia langsung memeluk erat tubuh ramping Queenze yang terawat.


Tapi, ada yang aneh "Queen? Kamu kenapa?" tanya Damian khawatir, wajah Queenze pucat pasi dan tangannya dingin.


Queenze mendongak "D-dami...aku takut" bisik Queenze gemetar, dia memeluk erat tubug tegap Damian dan mendusel di dada Damian.


"Takut kenapa sayang?"


"Aku takut, takut kalau aku bakalan ninggalin kamu" bisik Queenze teramat pelan.


Damian tak dengar, dia menangkup wajah Queenze dan mendongakannya "Katakan" ucap Damian dingin dan mutlak.


Queenze tak menjawab, dia melepas tangkupan Damian dan memilih untuk memeluk Damian kembali. Damian diam, sepertinya bukan saat yang tepat untuk bertanya.

__ADS_1


Dia mengelus punggung Queenze dan mengecupi pucuk kepala Queenze. Sepertinya ada hal yang harus Damian selidiki.


Bersambung


__ADS_2