
Apa lagi yang harus Damian lakukan? Dia sudah bertolak dari Amerika ke Belanda, sudah menyebarkan para anak buahnya untuk melacak keberadaan Jerome.
Tapi tetap saja tak berhasil, terhitung sudah 3 hari Damian dan kedua anaknya di Belanda, lebih tepatnya di rumah milik keluarga Alshee.
Queenze tetap tak tau dimana berada, Damian hampir gila, dia benar-benar hilang arah. Riel dan Edgar bahkan tak bisa menahan Daddy mereka untuk tidak berkeliling sepanjang hari.
Hampir tak tidur selama 3 hari demi mencari keberadaan Queenze.
...****...
Lelah, Damian mendudukan tubuh tegap lemasnya ke kursi yang ada di taman perbatasan antara kota dan desa.
"Queen..ya ampun kamu dimana sih sayang....aku minta maaf uda lupain ulang tahun kamu..tapi..jangan hukum aku kayak gini" lirih Damian pilu.
Air mata mengalir begitu saja di kedua pipi Damian. Dia tak kuat, hidupnya hancur dengan kepergian Queenze yang seperti ini.
"Tolong..hiks..jangan hukum aku seperti ini" lirih Damian lagi.
Damian rela di setrum, Damian rela dicambuk, Damian rela libur ***** selama 2 jam, tapi Damian tak mau sampai tak melihat wajah Queenze.
__ADS_1
"Aku benar-benar gak bisa hidup tanpa kamu Queen.." Damian rapuh, hanya seperti ini saja Damian sudah gila.
Apalagi jika Queenze mati atau menceraikan Damian? Mungkin Damian akan menabrakan dirinya pada Truck-kun.
Suasana taman tak ramai, hanya ada beberapa pasang kekasih yang tengah duduk di bawah pohon, piknik dan menikmati segarnya udara di sekitar mereka.
Ada sepasang kekasih, tampan dan cantik, yang satunya lagi hamil. Tapi tunggu "Anjir...hiks..itu lakiknya yang bunting" ujar Damian speechles.
Dia hampir tertawa, jika saja dia tak ingin merusak suasana duka di hatinya "Mending aku cari Queenze lagi" Damian berdiri dan hendak berlalu.
Namun, mata tajamnya melihat sesuatu yang menarik hati "Queen?" gumamnya tak percaya. Masa iya itu Queenze...tapi..wanita itu mirip Queenze.
Senyum kebahagiaan terbentuk sempurna di wajah Damian "QUEEN! QUEENZE!!" teriak Damian heboh.
Wanita tadi menoleh dan menatap heran pria aneh yang berlari ke arahnya itu "Ya Tuan?" tanya wanita itu bingung.
Damian menghentikan larinya, ini....dia pernah memimpikan hal ini! Queenze kecelakaan dan melupakan Damian, tapi Damian lupa, apakah kelupaan Queenze itu benar atau hanya pura-pura.
"Queenze, ini aku Damian. Suami kamu"
__ADS_1
Kedua alis wanita itu menukik, apa-apaan pria bule ganteng ini "Maaf, tapi saya belum menikah Tuan"
****...mimpi sialan bertahun-tahun silam menjadi kenyataan sekarang. Apa yang harus Damian lakukan "Kamu gak ingat aku?"lirih Damian terpukul.
Wanita tadi menggaruk kepalanya, dia semakin bingung "Saya gak kenal anda Tuan. Maaf saya buru-buru" wanita tadi hendak pergi, tapi Damian mencekal tangan wanita itu.
Tatapan matanya menggelap, seringai mengerikan terbentuk di wajahnya "Kamu, gabisa lari. Kalau kamu lupa, maka aku akan membuatmu ingat kembali" bisik Damian dingin.
"Hei!? Kau gila!?"
"Ya, sedari awal aku memang gila, dan itu," Damian mendekatkan wajahnya ke wajah wanita cantik itu.
"Karena kamu, Queenze Agata Aelion." bisik Damian mesra.
Wanita tadi terpaku, dia tak ingat siapa pria ini tapi. Jantungnya bekerja lebih cepat dibanding saat dia bersama dengan Leo.
Pria yang mengaku sebagai Tunangannya.
Tbc.
__ADS_1