
Damian nampak bahagia, senyum lebar terbentuk indah di wajah tampannya. Dia bahagia tentu saja, apalagi alasannya bahagia jika bukan karena Queenze.
"Berhenti tersenyum"
Damian makin tersenyum, diaman makin dilarang makin bikin.
"Hehe, aku senang"
"Hehe, aku gak tanya" Queenze menjawab ucapan Damian dengan nada mencibir. Dia kesal, karena ulah Damian rencananya buyar semua.
Jadi, Queenze sengaja membiarkan dirinya dibawa pergi Jerome ke Belanda. Tinggal disana selama 3 hari dan meminum obat aneh.
Obat yang bernama Adonis Dopamin, obat yang bisa menghilangkan memori. Padahal obat itu akan bekerja disaat penderita mengalami trauma mendalam.
Contohnya seperti Milky, dia trauma karena sudah diperkosa teman-teman 1 rumahnya, makannya obat itu bekerja untuk menghilangkan memori buruk itu.
Lalu Queenze? Diakan tidak sedang terpuruk atau trauma. Dia cuma lagi kesal karena keluarganya melupakan tanggal lahirnya.
"Habisnya aku kangen sama kamu" Damian bersender di bahu Queenze dan mendusel ria, mereka sudah kembali ke Jakarta.
Ini agar Jerome tak bisa menculiknya lagi, Queenze akan berdiam diri di rumahnya bersama kedua anaknya. Queenze tak akan menjadi sekretaris Damian lagi.
Sebagai gantinya, Damian akan mencari sekretaris baru:).
"Maafin aku ya, aku janji gabakal lupain ultah kamu lagi" melas Damian, matanya dibuat semelas mungkin.
Membuat Queenze menghela napas pendek dan memeluk Damian "Aku juga kangen kamu, tau gak si Jerome hampir niduri aku-"
"BANGSAT!!"
Queenze mengerjab, telinganya kotor karena mendengar umpatan Damian tepat di sebelah telinganya "Damian, mulut kamu" Queenze menatap horor Damian.
Dia langsung melepas pelukan Damian dan menggeser tubuh suaminya itu "Maaf ih, aku khilaf" Damian berusaha mendekat.
Tapi Queenze malah menyentil bibir mungilnya "Aduh!"
__ADS_1
"Nakal! Aku gasuka ya"
Damian mengelus bibir seksinya kemudian mengerucut sebal "Iya maaf" cicitnya takut. Queenze mendengus sebal dan kembali memeluk Damian.
Dia mem puk-puk pantat Damian agar suaminya itu tenang "Tapi..kamu gak beneran tidur sama diakan?" bisik Damian takut. Matanya sudah berkaca-kaca.
"Tidur sama dia aku-"
"HUAAAAAAAAAA QUEENZE SELINGKUUUUUH!!..hiks..JAHAT!!"
Queenze meringis, telinganya berdengung akibat teriakan Damian. Semoga gendang telinganya tidak pecah mendengar teriakan super sonic Damian.
Damian menggeleng ribut di ceruk leher Queenze "Damian tenang-"
"QUEENZE JAHAT!! AKU MAU NYUSUL PAPA AJA KE AKHIRAT!!"
"Yaudah sana, nanti aku bisa cari lakik baru"
"JAAAHAAAAAAAT!! hiks..JAHAT!! JAHAAAAAAAAAAT!! JAHAT!! HUAAAAAAAAAAAAAA"
"DAMIAN!!"
"JANGAN BENTAK AKU!!"
Grit!
"ADUH!! DAMIAN SAKIT!!"
Damian menggigit bahu Queenze dan tak sengaja kembali membuka jahitan luka akibat tusukan yang Jerome berikan.
Alhasil, darah kembali merembes.
Queenze mendorong kuat tubuh Damian sampai berjarak darinya. Dia meringis sambil memegang bahunya yang kembali berdarah.
Damian menegang, bibirnya terkena sedikit darah Queenze. Bau anyir menyapa penciumannya "Queen-"
__ADS_1
"Menyingkir dari hadapanku!" sentak Queenze emosi, dia berdiri dan langsung berlari menuju pintu keluar.
Damian kembali menangis dan mengejar Queenze "Queen maafin aku..hiks..Queen maafin aku..hiks..huaaaaaaaa maafin akuuuuu" mohon Damian.
Queenze muak, dia berbalik dan menjaga jaraknya dari Damian "Aku muak Damian, aku. Benar-benar. Muak!! Aku mau kita cerai!! Kamu makin gak terkendali dan aku benci itu!!" seru Queenze marah.
Jder!!
Net net net neeeeeet, Ku menangis~ membayangkan. Maaf malah nyanyi.
Damian membeku, hatinya serasa diremat sampai hancur mendengar ucapan yang paling Damian benci dan hindari itu.
Kedua lututnya melemas, dia jatuh berlutut seketika.
"Queen..hiks..kamu.." dia bahkan tak sanggup berkata apapun saking shocknya. Wajahnya pucat dan basah dengan air mata.
Riel dan Edgar ikutan shock, sedari tadi mereka mengintip di balik tembok dekat ruang santai. Wajah mereka juga pucat, mereka memang tak sayang Damian.
Tapi Daddy tiri tak pernah mereka bayangkan akan hadir di rumah mereka. Mereka sudah terbiasa dengan Daddy bego, cengeng, manja seperti Damian.
Mereka tak mau mendapat Daddy yang dingin, datar dan hanya cinta pada Mommy cantik awet muda mereka.
Mommy mereka bisa jadi janda kembang:(
Queenze mengabaikan Damian dan keluar dari rumah, dia membanting pintu rumah dengan kuat "Ya ampun Mommy, cem hulk. Tuh pintu bisa ancor" gumam Edgar.
"Ayo tahan Daddy, nanti dia mau minum baygon pulak. Racun tikus sama racun kucing uda abang buang, tapi baygon-"
"DADDY JANGAAAAAAAN!!"
keduanya langsung berlari ke arah Damian saat melihatnya hendak mengambil baygo yang ada di sudut ruangan.
Kan, Daddy mereka kumat lagi.
Tbc.
__ADS_1