
Hening, selama perjalanan menuju rumah hanya ada keheningan yang menyapa. Queenze diam, sedangkan Damian tak tau harus membicarakan apa.
Dia masih kepikiran soal tadi siang, dan dia sudah meminta pada beberapa suruhannya untuk mencari tau penyebab keterdiaman yang istri cantiknya alami.
Otak cerdas Damian sedang bekerja, dia harus membuat istrinya tersenyum kembali "Eum, Queen" panggil Damian sekali.
"Eung?"
Damian bingung teman-teman, dia bingung mau ngomong apa "Nanti malam jadi masuk ke sangkar kan?" cicit Damian takut-takut. Kenapa mulutnya malah ngomong soal sangkar sih.
Queenze melirik dari spion, senyum kecil terbentuk "Jadi kok, kamu kan uda nyelesaian jadwal hari ini" jawab Queenze lembut seraya bersender di bahu Damian.
Kemeja putih bersisa di tubuh Damian, jas hitamnya dijadikan alas untuk menutupi paha putih Queenze yang terekspos jelas "Hehe, sayang Queen banyak-banyak" ucap Damian riang.
Queenze menggeleng pelan, gak ada salahnya punya suami kekanakan seperti Damian. "Dami,"
"Saya?"
"Kamu tenang aja, aku gabakal ninggalin kamu kok. Kecuali kalau kamu yang minta aku untuk pergi-"
Ckiit!!
Queenze mencengkram seatbeltnya begitu Damian mengerem mendadak, dia menoleh seketika "Kamu kok nge rem mendadak sih!?" seru Queenze kaget.
__ADS_1
Damian masih diam dengan tatapan yang menjurus ke depan, perlahan dia menoleh dan menatap dalam pada kedua mata Queenze, tangannga dibawa untuk menyentuh pipi Queenze.
"Queen, aku cinta mati sama kamu. Aku gak mungkin nyuruh kamu menjauh atau pergi dari hidup aku. Itu gak mungkin" bisik Damian lembut seraya menyentuhkan ujung hidungnya ke hidung Queenze.
"Maaf, aku cuma takut.." lirih Queenze.
"Hey, kita sudah melewati semua masalah. Dari kita SMA, kuliah, kerja, sampai kita nikah dan punya anak. Kita pasti bisa ngelewati masalah lain, percaya sama aku"
Queenze memejamkan matanya, dia berusaha untuk mempercayai perkataan Damian. Dia tak mau pergi atau dipaksa pergi, Queenze tak mau.
TIN! TIN!
Keduanya tersentak begitu mobil di belakang mereka meng klakson dengan ganasnya "Gak sabaran banget" gerutu Damian kemudian melajukan mobilnya.
Matanya melirik hangat pada Queenze yang tengah tertawa, setidaknya istri cantiknya sudah tertawa dan tersenyum lagi. Itu membuat Damian lega.
...****...
Damian tak jadi lega, pasalnya baru saja menginjakan kaki di dalam rumah, Edgar sudah berlari dengan membawakan berita mencengangkan.
"DADDY!! ABANG MUKUL KEPALA KAK ALSHEE SAMPAI BERDARAH!" Teriak Edgar histeris, baik Damian maupun Queenze shock.
Mereka segera berlari ke arah ruang keluarga dan melihat seorang gadis tengah duduk di sofa dengan kepala yang diperban, Riel menangis di sebelahnya.
__ADS_1
"Maaf...hiks..maafin Riel...huhuuuuu kata Edgar supaya mukul kepala kamu..hiks..maaf" isak Riel seraya menghapus air matanya yang mengalir terus-terusan.
Damian mengurut pangkal hidungnya lelah, ada saja sih yang terjadi "Kamu gak papa Alshee?" tanya Queenze khawatir. Gadis yang dipanggil Alshee itu menggeleng pelan dengan senyum di wajahnya.
"Gak papa kok tante, aku uda tau Riel kayak gimana orangnya" ucapnya tenang. Queenzs dapat bernapas lega ketika mendengar jawaban itu. Setidaknya gadis itu tidak terluka parah.
Damian mendekari Riel dannnnn.
Pletak!
"Bodoh! Kamu ngapai mukul kepala anak orang Riel!!" oceh Damian kesal.
Riel ber aduh ria sembari mengelus kepalanya yang baru saja dipukul sang Daddy "Sakit...hiks..huaaaaaaaaa sakiiiitttt!! Daddy jahat!! Alshee kepala Riel sakit~" dia mengadu pada gadis itu.
Alshee mengelus kepala Riel dengan sayang "Makannya kamu, jadi orang jangan polos kali. Untung yang kamu pukul itu aku, bukan polisi" celetuk Alshee.
Riel merengut sebal, dia memilih untuk memeluk Alshee dengan erat dan mendusel di dadanya "Jangan buka segel anak orang! Ingat itu Qariel!!" peringat Damian sebelum melangkah pergi.
"Kalian disini dulu ya, peluk-pelukan aja jangan sampai buka-bukaan" ucap Queenze sebelum akhirnya mengikuti langkah kaki Damian menuju kamar.
Edgar terpelongo sendirian "Dasar, gatau apa ada bocil tamvan nan polos disini." gerutunya sebal. Dia menoleh ke arah abangnya tapi malah disuguhkan adegan tak senonoh.
bersambung
__ADS_1