
Panik adalah hal yang sedang Damian rasakan saat ini, bagaimana tidak panik jika rekaman Cctv tangga darurat menunjukan video yang menyeramkan bagi Damian.
"Sialan!!!" seru Damian kesal, dia sedang mengendarai mobilnya menuju bandara.
Pasalnya rekaman Cctv depan dan basemant menunjukan kemana mobil Jerome pergi.
Damian harus cepat, dia sudah meminta pada Riel untuk memesankan tiket apa saja yang berangkat siang ini.
"Queen gaboleh ninggalin aku. Queen gaboleh pergi" gumam Damian kacau.
Berulang kali Damian hampir menabrak mobil maupun motor lain, dia tak memperdulikan klaksonan dari pengendara lain, karena yang dia pedulikan hanyalah Queenze.
Sedangkan itu, Jerome sudah duduk dengan tenang di kursi penumpang di pesawat business class miliknya. Queenze tertidur di sebelahnya, luka tusukan sudah diobati Dokter pribadi Jerome.
"Kita akan pergi dari Jakarta sayang" bisik Jerome lembut. Dia sudah menyiapkan sebuah rumah sederhana di pedesaan yang ada di Belanda.
Disana nanti Jerome akan hidup sederhana bersama Queenze, memiliki anak dan bersama sampai tua.
"Aku benar-benar tak sabar" gumam Jerome semangat.
Penumpang yang terhormat, pesawat akan segera lepas landas. Diharapkan anda memakai sabuk pengaman dan nyamankan dudukan anda.
"Kita berangkat sayang" Jerome dapat merasakan angin segar segera menghampiri hidup hampanya 20 tahun belakangan ini.
Dia, akan segera membangun rumah tangga bersama Queenze di Belanda. Dan tak akan ada nama Damian di hidup Queenze lagi selamanya.
Pesawat menuju Belanda dan hanya satu-satunya sudah lepas landas, bertepatan dengan kedatangan Damian di bandara.
Dia segera mendekati loket "Tiket menuju Belanda!!" seru nya tak sabaran. Keadaannya kacau, kemeja yang sudah lepas dua kancing diatasnya.
Rambut acak-acakan, untung mukanya ganteng:).
"Maaf Tuan, pesawat menuju Belanda sudah terbang 5 menit yang lalu dan hanya itu satu-satunya" ucap petugas wanita di loket tiket.
Damian mengepalkan kedua tangannya, tidak mungkin "Berikan aku 3 tiket ke Amerika!" seru Damian lagi.
__ADS_1
Jika dia tak bisa langsung ke Belanda, dia bisa memutar arah dari Amerika lalu terbang dari sana menuju Belanda.
Apapun akan dia lakukan demi Istrinya yang sedang diculik itu.
"Penerbangan yang tersisa adalah pukul 5 sore Tuan" ucap Petugas itu lagi.
Brak!
"SIALAN!! JANGAN BANYAK BICARA DAN BERIKAN AKU TIKETNYA!!"
Oke, Damian tenang.
Tapi Damian tak bisa tenang, dia mengamuk dan hampir memecahkan kaca pembatas di tempat tiket.
Banyak orang memandang ke arahnya tapi Damian tak peduli.
Petugas itu pucat, dia segera memberikan 3 tiket pada Damian dan langsung dibayar tunai ditempat. Bahkan uangnya berlebih.
"Ambil kembaliannya" ketus Damian kemudian pergi.
...****...
Kacau, Rumah kacau karena Damian mengobrak-abrik seisi rumah. "EDGAR! QARIEL!! BERESKAN BARANG KALIAN DAN KITA BERANGKAT!!" Teriak Damian menggema.
"SIAP DADDY!"
"OKE DADDY!!"
Edgar dan Riel sudah tau jika Mommy cantik mereka tengah diculik, kenapa tak lapor polisi? Karena Damian tak suka campur tangan Polisi.
Jika Damian masih bisa menyelesaikannya sendiri maka dia akan bereskan sendiri.
"DADDY! RIEL UDA BILANG SAMA ALSHEE KALAU KITA BAKALAN NGINAP DI RUMAH OM ALBY YANG ADA DI BELANDA!" Teriak Riel, sampai urat lehernya menonjol.
Damian tersenyum puas "KERJA BAGUS!" teriaknya lagi.
__ADS_1
"DADDY! NANTI EDGAR KETEMUAN SAMA RAIN DISANA!"
"GAUSAH KEGATELAN YA EDGAR! MOMMY KAMU LAGI DICULIK!!"
"CANDA ATUH DAD, JANGAN NGAMOK!"
Oke, rumah dah macam hutan mereka buat. Teriak sana-sini tanpa aruran, jika ada Queenze mereka pasti sudah dihukum.
"Oke, kita berangkat sekarang!" Damian memberikan komando, kedua putranya sudah siap dengan koper di tangan mereka.
"Terus sekolah Ed gimana?" tanya Edgar polos.
Damian menghela napas kasar "Kamu kan lagi libur Edgar, ya tuhan punya anak kok goubloug sekali" Damian pusing.
Dia heran, gen turunan siapa yang menurun pada anak-anaknya ini.
"Oiyaya, Ed lupa"
"Belegeuk sia" celetuk Riel datar.
Edgar mendelik, dia menendang bokong Riel.
Bugh!
"Asu!...HUAAAAAA DADDY PANTAT RIEL BERDARAH!! GARA-GARA EDGAR DAAAAAD!!"
Edgar langsung ngacir ke dalam mobil, sebelum Damian menghajarnya karena sudah membuat si cengeng Riel menangis.
Edgar cuma gatau, kalau semalam Alshee baru nusuk pantat Riel pake pensil. Alhasil lubang ayamnya lecet dan ditendang saja sudah berdarah.
"Bunuh aku Tuhan" desah Damian lelah.
Eh tapi jangan dibunuh deh, ntar Queenze gabisa mereka bawa kembali dari si Jempang.
Tbc..
__ADS_1